Suapan Berita, Informasi & Dunia Islam

 

     linkkerjaya002  Edit_2014-02-11_2Tasauf  & Feqah (Sairussarikeen)

http://al-mustaqbal.net

Inilah Jalan Sufi !!!

Penyakit Yang Menyerang Para Ulama dan Ahli Ibadah

Mungkin anda bingung kenapa seorang ulama dan ahli ibadah boleh terkena atau terserang penyakit!!?? penyakit ini adalah penyakit yang kronik, dan merupakan penyakit tersembunyi ini adalah tipu daya syaitan yang paling besar, tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang didekatkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Syahwat tersembunyi adalah sesuatu yang sulit bagi ulama besar untuk menghindarinya, apalagi bagi bagi ahli ibadah yang awwam. Karena penyakit ini kebanyakan menimpa mereka para ulama dan ahli ibadah.

Ketika mereka mampu untuk mengekang syahwat-syahwat mereka dan membawa diri-diri mereka dan untuk sebab-sebab ibadah serta tidak melakukan maksiat-maksiat yang zhohir (tampak) yang dilakukan oleh anggota badan, maka nafsu (jiwa) ketika itu menjadi tenang dan pengekangan nafsu menjadi nikmat dan menyenangkan ketika makluq(orang-orang) memandang dengan tingginya ilmu dan amalnya.

Sehingga dengan pandangan makhluq kepadanya menjadikannya mudah baginya (nafsu) untuk meninggalakan maksiat-maksiat yang zhohir, karena hatinya sudah senang dengan pujian dan perhatian makhluq kepadanya, sehingga salah seorang dari mereka menyangka dia telah baik ibadahnya dan ikhlash kepada Allah, padahal dia sesungguhnya telah terjangkit penyakit riya dan suka pujian. Wal iyaadzu billah..


Allah Subhaanahu wa Ta’alaa berfirman,

“تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ “

“Itulah negri akhirat yang kami menjadikannya untuk orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian/ kesombongan dan berbuat kerusakan dimuka bumi…

(QS:AlQasos:83)

Oleh karena itu dikatakan penyakit yang terakhir keluar dari orang –orang yang siddeeq adalah cinta kedudukan atau cinta kemasyhuran dan pujian makhluq.

Orang yang mukmin dan taat namun tidak dikenal lebih selamat dari penyakit hati ini.

Nabi Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :

“إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ

sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bertaqwa kaya dan menyembunyikan(ketaatannya)”(Sohih Muslim :14/215)

Diriwayatkan bahwasannya ibnu mas’ud radhiyallah ‘anhu apabila ia keluar dari rumahnya, kemudian diikuti oleh sekelompok orang dibelakangnya, beliau berkata kepada mereka, :”kenapa kalian mengikutiku? Pergilah sesungguhnya hal ini merupakan kehinaan bagi orang yang mengikuti dan fitnah bagi orang yang di ikuti!.”

Bahwasannya kholid bin ma’dan Rahimahullah, apabila semakit banyak halaqohnya (orang-orang yang duduk mengelilinginya untuk menuntut ilmu), dia berdiri dan pergi karena ia tidak menyukai kepamoran.

Berkata azZuhri Rahimahullah, kami menganggap zuhud itu mudah kecuali zuhud dengan kedudukan, kami melihat seseorang mampu untuk zuhud dalam makanan, minuman dan harta, namun ketika kami berikan padanya kedudukan, dia memeliharanya dan membiasakannya.

Berkata Ibnu Mas’ud Radhiyallah ‘anhu : “ jadilah kalian mata air ilmu, lampu-lampu petunjuk…..kalian dikenal oleh penduduk langit dan kalian tersembunyi(asing) bagi penduduk bumi.

Perlu diketahui, bahwasannnya mencari kemegahan/kemasyuran adalah tercela, namun jika kemegahan/kemasyuran itu didapatkan tanpa meminta kepada manusia maka tidaklah tercela, akan tetapi kemegahan/kemasyuran itu akan menjadi ftnah bagi orang-orang yang lemah iman dan ilmunya. Semoga Allah menjaga dan menguatkan kita dan para ulama-ulama kita dari penyakit ini. WallahulMuwaffiq wal Musta’aan.

Sumber : Mukhtashor Minhaajul Qhosidin/ Ibnu Qudamah.
Author: Ayob Hussin
Posted: August 28, 2014, 2:24 am


Mereka meninggalkan budaya mereka....
Org asal Islam mengambilalih !
Matahari timbul di barat....(Cahaya timbul di barat ?)
Author: Ayob Hussin
Posted: August 26, 2014, 2:04 am


hmmmm kena ambil tindakan drastik ni...
1- Kena selalu taubat & Sadar Diri 
2- Hindari sombong dan penyakit perasan


Author: Ayob Hussin
Posted: August 26, 2014, 1:55 am
Syukran Ukhti Nadine Arshanty

"..KENALI DIRI DAN TEMAN.."

Seseorang Bertanya kepada Nabi : "Beritahulah aku Tanda-Tandanya Orang yg jahil(bodoh/hina) ?

Rasulullah Saw Menjawab :

Jika kau Temani, dia akan Merepotkanmu.
Jika engkau Jauhi, dia kan MenCelamu.
Bila Memberimu Sesuatu, dia akan meng-Ungkit2.
Bila Engkau Memberinya Sesuatu, dia akan Mengingkarinya.

Jika kau Berbicara Tentang Sesuatu Rahasia, dia akan Mengkhianatimu.
Bila Memberitahu sesuatu Hal yang Rahasia padamu,
ia akan Menuduhmu yg bukan-bukan.
Bila Merasa Cukup, dia Berlaku Sombong dan Kasar.

Jika Butuh Sesuatu dia akan Meremehkan Nikmat Tuhan Tanpa Merasa Berdosa.
Jika Senang dia akan menghamburkan dan berlebihan.
Jika ditimpa Kesedihan dia segera Berputus asa.
Kalau Tertawa, Ter-bahak2.
Jika Menangis akan Menjerit-jerit.

Dia selalu Menjelekkan orang baik.
Serta Tidak Mengikuti Aturan Tuhan-Nya.
Juga Tidak Merasa Malu kepada Tuhan-Nya.

Jarang Mengingat Tuhan-Nya.

Jika engkau dianggap menyetujui hal-hal yang ia lakukan, dia akan Memujimu dengan Pujian yang tidak ada padamu.

Dan Jika Marah kepadamu..dia akan Mencacimu dengan Suatu kejelekkan yang Tidak Pernah engkau Lakukan.

Itulah tanda² orang jahil...

Semoga Bermanfaat...

Sahabat iLmu• — in Osaka-shi, Japan.
Author: Ayob Hussin
Posted: August 25, 2014, 3:10 am
Sakaratul Maut, Detik-Detik Yang Menegangkan Dan Menyakitkan
Rabu, 11 Nopember 2009 16:15:14 WIB
Kategori : Fiqih : Jenazah & Maut 
SAKARATUL MAUT, DETIK-DETIK YANG MENEGANGKAN LAGI MENYAKITKAN[1]

Oleh
Dr Muhammad bin Abdul Aziz bin Ahmad Al'Ali

Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya"[2].

Di antara dalil yang menegaskan terjadinya proses sakaratul maut yang mengiringi perpisahan jasad dengan ruhnya, firman Allah:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". [Qaaf: 19]

Maksud sakaratul maut adalah kedahsyatan, tekanan, dan himpitan kekuatan kematian yang mengalahkan manusia dan menguasai akal sehatnya. Makna bil haq (perkara yang benar) adalah perkara akhirat, sehingga manusia sadar, yakin dan mengetahuinya. Ada yang berpendapat al haq adalah hakikat keimanan sehingga maknanya menjadi telah tiba sakaratul maut dengan kematian[3].

Juga ayat:

كَلآ إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ {26} وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27} وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ {28} وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ {29} إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

"Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan". Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau". [Al Qiyamah: 26-30]

Syaikh Sa'di menjelaskan: "Allah mengingatkan para hamba-Nya dengan keadan orang yang akan tercabut nyawanya, bahwa ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang-tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat, (ia) mencari segala sarana yang dianggap menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu Allah berfiman: "Dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang akan menyembuhkan?" artinya siapa yang akan meruqyahnya dari kata ruqyah. Pasalnya, mereka telah kehilangan segala terapi umum yang mereka pikirkan, sehingga mereka bergantung sekali pada terapi ilahi. Namun qadha dan qadar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan dunia. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksudnya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul. Urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersamanya. Maka dihalau menuju Allah Ta'ala untuk dibalasi amalannya, dan mengakui perbuatannya. Peringatan yang Allah sebutkan ini akan dapat mendorong hati-hati untuk bergegas menuju keselamatannya, dan menahannya dari perkara yang menjadi kebinasaannya. Tetapi, orang yang menantang, orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat-ayat, senantiasa berbuat sesat dan kekufuran dan penentangan".[4]

Sedangkan beberapa hadits Nabi yang menguatkan fenomena sakaratul maut:
Imam Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anhuma, ia bercerita (menjelang ajal menjemput Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

"Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: "Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut". Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: "Menuju Rafiqil A'la". Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas"[5]

Dari Anas Radhiyallahu anhu, berkata:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا ثَقُلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ يَتَغَشَّاهُ فَقَالَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَام وَا أخرجه البخاري في المغازي باب مرض النبي ووفاته.اليَوْمِ َرْبَ أَبَاهُ فَقَالَ لَهَا لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ

"Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: "Alangkah berat penderitaanmu ayahku". Beliau menjawab: "Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…[al hadits]" [6]

Dalam riwayat Tirmidzi dengan, 'Aisyah menceritakan:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا أَغْبِطُ أَحَدًا بِهَوْنِ مَوْتٍ بَعْدَ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ شِدَّةِ مَوْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أخرجه الترمذي ك الجنائز باب ما جاء في التشديد عند الموت وصححه الألباني

"Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah".[7]

Dan penderitaan yang terjadi selama pencabutan nyawa akan dialami setiap makhluk. Dalil penguatnya, keumuman firman Allah: "Setiap jiwa akan merasakan mati". (Ali 'Imran: 185). Dan sabda Nabi: "Sesungguhnya kematian ada kepedihannya". Namun tingkat kepedihan setiap orang berbeda-beda. [8]

KABAR GEMBIRA UNTUK ORANG-ORANG YANG BERIMAN.
Orang yang beriman, ruhnya akan lepas dengan mudah dan ringan. Malaikat yang mendatangi orang yang beriman untuk mengambil nyawanya dengan kesan yang baik lagi menggembirakan. Dalilnya, hadits Al Bara` bin 'Azib Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata tentang proses kematian seorang mukmin:

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِي انْقِطَاعٍ مِنْ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنْ الْآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلَائِكَةٌ مِنْ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِيءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلَام حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ قَالَ فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِي السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِي يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِي ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِي ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ

"Seorang hamba mukmin, jika telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat akan mendatanginya dari langit, dengan wajah yang putih. Rona muka mereka layaknya sinar matahari. Mereka membawa kafan dari syurga, serta hanuth (wewangian) dari syurga. Mereka duduk di sampingnya sejauh mata memandang. Berikutnya, malaikat maut hadir dan duduk di dekat kepalanya sembari berkata: "Wahai jiwa yang baik –dalam riwayat- jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaannya". Ruhnya keluar bagaikan aliran cucuran air dari mulut kantong kulit. Setelah keluar ruhnya, maka setiap malaikat maut mengambilnya. Jika telah diambil, para malaikat lainnya tidak membiarkannya di tangannya (malaikat maut) sejenak saja, untuk mereka ambil dan diletakkan di kafan dan hanuth tadi. Dari jenazah, semerbak aroma misk terwangi yang ada di bumi.."[al hadits].[9]

Malaikat memberi kabar gembira kepada insan mukmin dengan ampunan dengan ridla Allah untuknya. Secara tegas dalam kitab-Nya, Allah menyatakan bahwa para malaikat menghampiri orang-orang yang beriman, dengan mengatakan janganlah takut dan sedih serta membawa berita gembira tentang syurga. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ {30} نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلأَخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَاتَدَّعُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: "Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka (sembari berkata):" Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". [Fushshilat: 30]

Ibnu Katsir mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang yang ikhlas dalam amalannya untuk Allah semata dan mengamalkan ketaatan-Nya berdasarkan syariat Allah niscaya para malaikat akan menghampiri mereka tatkala kematian menyongsong mereka dengan berkata "janganlah kalian takut atas amalan yang kalian persembahkan untuk akhirat dan jangan bersedih atas perkara dunia yang akan kalian tinggalkan, baik itu anak, istri, harta atau agama sebab kami akan mewakili kalian dalam perkara itu. Mereka (para malaikat) memberi kabar gembira berupa sirnanya kejelekan dan turunnya kebaikan".

Kemudian Ibnu Katsir menukil perkataan Zaid bin Aslam: "Kabar gembira akan terjadi pada saat kematian, di alam kubur, dan pada hari Kebangkitan". Dan mengomentarinya dengan: "Tafsiran ini menghimpun seluruh tafsiran, sebuah tafsiran yang bagus sekali dan memang demikian kenyataannya".

Firman-Nya: "Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat maksudnya para malaikat berkata kepada orang-orang beriman ketika akan tercabut nyawanya, kami adalah kawan-kawan kalian di dunia, dengan meluruskan, memberi kemudahan dan menjaga kalian atas perintah Allah, demikian juga kami bersama kalian di akhirat, dengan menenangkan keterasinganmu di alam kubur, di tiupan sangkakala dan kami akan mengamankan kalian pada hari Kebangkitan, Penghimpunan, kami akan membalasi kalian dengan shirathal mustaqim dan mengantarkan kalian menuju kenikmatan syurga".[10]

Dalam ayat lain, Allah mengabarkan kondisi kematian orang mukmin dalam keadaan baik dengan firman-Nya:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلاَمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun 'alaikum (keselamatan sejahtera bagimu)", masuklah ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". [An Nahl: 32]
.
Syaikh Asy Syinqithi mengatakan: "Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa orang yang bertakwa, yang melaksanakan perintah Rabb mereka dan menjauhi larangan-Nya akan diwafatkan para malaikat yaitu dengan mencabut nyawa-nyawa mereka dalam keadaan thayyibin (baik), yakni bersih dari syirik dan maksiat, (ini) menurut tafsiran yang paling shahih, (juga) memberi kabar gembira berupa syurga dan menyambangi mereka mereka dengan salam…[11]

MENGAPA RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM MENDERITA SAAT SAKARATUL MAUT?
Kondisi umum proses pencabutan nyawa seorang mukmin mudah lagi ringan. Namun kadang-kadang derita sakarul maut juga mendera sebagian orang sholeh. Tujuannya untuk menghapus dosa-dosa dan juga mengangkat kedudukannya. Sebagaimana yang dialami Rasulullah. Beliau Shallallallahu 'alaihi wa sallam merasakan pedihnya sakaratul maut seperti diungkapkan Bukhari dalam hadits 'Aisyah di atas.

Ibnu Hajar mengatakan: "Dalam hadits tersebut, kesengsaran (dalam) sakaratul maut bukan petunjuk atas kehinaan martabat (seseorang). Dalam konteks orang yang beriman bisa untuk menambah kebaikannya atau menghapus kesalahan-kesalahannya"[12]

Menurut Al Qurthubi dahsyatnya kematian dan sakaratul maut yang menimpa para nabi, maka mengandung manfaat :

Pertama : Supaya orang-orang mengetahui kadar sakitnya kematian dan ia (sakaratul maut) tidak kasat mata. Kadang ada seseorang melihat orang lain yang akan meninggal. Tidak ada gerakan atau keguncangan. Terlihat ruh keluar dengan mudah. Sehingga ia berfikir, perkara ini (sakaratul maut) ringan. Ia tidak mengetahui apa yang terjadi pada mayat (sebenarnya). Tatkala para nabi, mengabarkan tentang dahsyatnya penderitaan dalam kematian, kendati mereka mulia di sisi Allah, dan kemudahannya untuk sebagian mereka, maka orang akan yakin dengan kepedihan kematian yang akan ia rasakan dan dihadapi mayit secara mutlak, berdasarkan kabar dari para nabi yang jujur kecuali orang yang mati syahid.

Kedua : Mungkin akan terbetik di benak sebagian orang, mereka adalah para kekasih Allah dan para nabi dan rasul-Nya, mengapa mengalami kesengsaraan yang berat ini?. Padahal Allah mampu meringankannya bagi mereka?. Jawabnya, bahwa orang yang paling berat ujiannya di dunia adalah para nabi kemudian orang yang menyerupai mereka dan orang yang semakin mirip dengan mereka seperti dikatakan Nabi kita. Hadits ini dikeluarkan Bukhari dan lainnya. Allah ingin menguji mereka untuk melengkapi keutamaan dan peningkatan derajat mereka di sisi-Nya. Ini bukan sebuah aib bagi mereka juga bukan bentuk siksaan. Allah menginginkan menutup hidup mereka dengan penderitaan ini meski mampu meringankan dan mengurangi (kadar penderitaan) mereka dengan tujuan mengangkat kedudukan mereka dan memperbesar pahala-pahala mereka sebelum meninggal. Tapi bukan berarti Allah mempersulit proses kematian mereka melebihi kepedihan orang-orang yang bermaksiat. Sebab (kepedihan) ini adalah hukuman bagi mereka dan sanksi untuk kejahatan mereka. Maka tidak bisa disamakan".[13]

KABAR BURUK DARI PARA MALAIKAT KEPADA ORANG-ORANG KAFIR.
Sedangkan orang kafir, maka ruhnya akan keluar dengan susah payah, ia tersiksa dengannya. Nabi menceritakan kondisi sakaratul maut orang kafir atau orang yang jahat dengan sabdanya:

"Sesungguhnya hamba yang kafir -dalam riwayat lain- yang jahat jika akan telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan dari langit dengan wajah yang buruk dengan membawa dari neraka. Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya". Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek yang) banyak mata besinya dari bulu wol yang basah. [14]

Secara ekspilisit, Al Quran telah menjelaskan bahwa para malaikat akan memberi kabar buruk kepada orang kafir dengan siksa. Allah berfirman: "

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata): "Keluarkan nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya". [Al An'am: 93]

Maksudnya, para malaikat membentangkan tangan-tangannya untuk memukuli dan menyiksa sampai nyawa mereka keluar dari badan. Karena itu, para malaikat mengatakan: "Keluarkan nyawamu". Pasalnya, orang kafir yang sudah datang ajalnya, malaikat akan memberi kabar buruk kepadanya yang berbentuk azab, siksa, belenggu, dan rantai, neraka jahim, air mendidih dan kemurkaan Ar Rahman (Allah). Maka nyawanya bercerai-berai dalam jasadnya, tidak mau taat dan enggan untuk keluar.

Para malaikat memukulimya supaya nyawanya keluar dari tubuhnya. Seketika itu, malaikat mengatakan: "Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatnya".. artinya pada hari ini, kalian akan dihinakan dengan penghinaan yang tidak terukur karena mendustakan Allah dan (lantaran) kecongkakan kalian dalam mengikuti ayat-ayat-Nya dan tunduk kepaada para rasul-Nya.

Saat detik-detik kematian datang, orang kafir mintai dikembalikan agar bisa masuk Islam. Sedangkan orang yang jahat mohon dikembalikan ke dunia untuk bertaubat, dan beramal sholeh. Namun sudah tentu, permintaan mereka tidak akan terkabulkan. Allah berfirman:

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". [Al Mukminun: 99-100]

Setiap orang yang teledor di dunia ini, baik dengan kekufuran maupun perbuatan maksiat lainnya akan dilanda gulungan penyesalan, dan akan meminta dikembalikan ke dunia meski sejenak saja, untuk menjadi orang yang insan muslim yang sholeh. Namun kesempatan untuk itu sudah hilang, tidak mungkin disusul lagi. Jadi, persiapan harus dilakukan sejak dini dengan tetap memohon agar kita semua diwafatkan dalam keadaan memegang agama Allah. Wallahu a'lamu bishshawab. Washallallahu 'ala Muhamaad wa 'ala alihi ajmain.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun VIII/1426H/2005. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Diadaptasi oleh M. Ashim dari kitab Ahwalu Al Muhtazhir (Dirasah Naqdiyyah) karya Dr. Muhammad bin 'Abdul 'Aziz bin Ahmad Al 'Ali, dosen fakultas Ushuluddin di Riyadh. Majalah Jam'iah Islamiyah edisi 124 tahun XXXVI -1424 H.
[2]. Al Maut hlm. 69
[3]. Lihat Jami'u Al Bayan Fii Tafsiri Al Quran (26/100-101) dan Fathul Qadir (5/75).
[4]. Taisir Al Karimi Ar Rahman Fi Tafsiri Kalami Al Mannan hlm. 833.
[5]. HR. Bukhari kitab Riqaq bab sakaratul maut (6510) dan kitab Maghazi bab sakit dan wafatnya Nabi (4446).
[6]. HR. Bukhari kitab Maghazi bab sakit dan wafatnya Nabi (4446).
[7]. HR. Tirmidzi kitab Janaiz bab penderitaan dalam kematian (979). Lihat Shahih Sunan Tirmidzi (1/502 no: 979).
[8]. At Tadzkirah Fi Ahwali Al Mauta Wa umuri Al Akhirah (1/50-51).
[9]. HR. Ahmad (4/2876, 295, 296) dan Abu Dawud kitab Sunnah bab pertanyaan di alam kubur dan siksanya (4753).
[10]. Tafsiru Al Quranil 'Azhim (4/100-101).
[11]. Adhwaul Bayan (3/266).
[12]. Fathul Bari Syarhu Shahihil Bukhari (11/363).
[13]. At Tadzkirah Fi Ahwali Al Mauta Wa umuri Al Akhirah (1/48-50) dengan diringkas
[14]. HR. HR. Ahmad (4/2876, 295, 296) dan Abu Dawud kitab Sunnah bab pertanyaan di alam kubur dan siksanya (4753).
Author: Ayob Hussin
Posted: August 24, 2014, 3:21 pm
7 Gangguan Syaitan Ketika Sakaratul Maut!
Hiasan
Iblis dan Syaitan akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut.
Syaitan mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.Hadith Rasulullah s.a.w.. menerangkan:Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan Syaitan di waktu maut.”
Rombongan 1
Akan datang Syaitan dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat.
Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Syaitan itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t. inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan datang Syaitan kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati.
Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah s.w.t., matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan datang Syaitan mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi).
Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah s.w.t.. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan datang Syaitan merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Rombongan 5
Akan datang Syaitan merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Syaitan,
berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”
Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Syaitan merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali.
Lalu datanglah pula Syaitan yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulamak Syaitan: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah s.w.t. hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Syaitan bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu:
“Bagaimanakah Zat Allah?” Syaitan merasa gembira apabila jeratnya mengena .
Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. “
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Syaitan: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya.
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Rombongan Syaitan yang ketujuh ini Syaitan terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad s.a.w. bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.
Ketahuilah bahawa Syaitan itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Syaitan dan Iblis yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.

Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”
Author: Ayob Hussin
Posted: August 24, 2014, 3:19 pm
Ibnul Qayyim pernah berkata: Ujian itu ada dua macam. Ujian untuk mengingatkan dan ujian untuk mengangkat derajat.

Apabila seorang hamba banyak maksiat lagi lalai dalam masalah dunianya, cuek kepada Tuhannya maka itu ujian untuk mengingatkannya dari dosa dan maksiat serta untuk mengingatkannya kepada Allah.

Apabila seorang hamba yang diuji itu seorang mukmin yang taat kepada Tuhannya, berarti ia diuji supaya membersihkannya dari dosa dan mengangkat posisinya di hadapan Allah.

Maka kedua ujian itu bukti kecintaan, rahmat dan kelembutan Allah terhadap hamba-Nya.

Andaikan kita mengetahui hal yang gaib, pasti kita akan memilih segala pilihan Allah Yang Maha Penyayang untuk diri kita.

Andaikan kalian tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu pasti hatimu akan hancur meleleh karena cinta kepada-Nya.
Author: Ayob Hussin
Posted: August 24, 2014, 5:22 am
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من استغفر للمؤمنين والمؤمنات كتب له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة" أي بعدد كل مؤمن خلقه الله تعالى فيما مضى وفي هذا الوقت، بعدد المؤمنين والمؤمنات الله تعالى يعطيه حسنة، هذه نعمة عظيمة. من يعلم عدد المؤمنين والمؤمنات إلا الله؟ من يقول هذه الكلمة الخفيفة على اللسان يكسب حسنات بعدد المؤمنين والمؤمنات.

قولوا: "رب اغفر للمؤمنين والمؤمنات
***

Bersabda RasulAllah saw. barangsiapa memohon keampunan Allah agar diampunkan segala dosa mukmeen nescaya ditulis oleh Allah baginya segala kebaikan dari kebaikan kebaikan org mukmeen. yakni segala kebaikan manusia beriman sejak dari Nabi Adam lagi akan diberi kepada si fulan yg berdoa itu !.... Berapa ramai org beriman ? hanya Allah yg mengetahuinya !

Kalimah itu hanya terlalu ringan kita menyebutnya, tapi terlalu besar ganjarannya ... cuma berkata

رب اغفر للمؤمنين والمؤمنات
Author: Ayob Hussin
Posted: August 24, 2014, 5:16 am
Author: Ayob Hussin
Posted: August 24, 2014, 1:27 am
Jangan Tinggalkan Bersahabat Dengan Mukmin, Ia Membawa Hingga Ke Syurga

Tazkirah 24 ogos 2014

Apabila penghuni Syurga telah masuk kedalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di Dunia.

Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah:

"Wahai Tuhan Kami.. 
Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia solat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."

Maka Allah berfirman:
"Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat sahabat mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah"
(HR : Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Basri berkata: "Perbanyaklah sahabat sahabat mukmin Di kalangan mu, kerana mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat sahabat nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku:
"Wahai Tuhan Kami..
Hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

SAHABAT Ku..
Mudah mudahanan dengan ini, aku telah mengingatkanmu Tentang Allah ..
Agar aku dapat kelak di Syurga & Redha-Nya..
آمِيّنْ. يَا رَبَّ العَالَمِينْ
Ya Allah
Aku Memohon kepada-Mu.. Kurniakanlah kepadaku sahabat sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk patuh & taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat kelak...

Oleh itu...
Carilah seberapa ramai sahabat yang baik yang menunjukkan jalan jalan ke Syurga & jalan jalan kebaikan.

WAHAI SAHABATKU
JANGAN LUPA BERTANYA TENTANGKU NANTI...JIKA AKU TIADA DI SYURGA NANTI

"ALLAHU AKHBAR"
Author: Ayob Hussin
Posted: August 23, 2014, 5:52 am
Manusia dan sebiji botol...

1. Kalau diisi air mineral, harganya RM1
2. Kalau diisi jus, harganya RM 8
3. Kalau diisi Madu Yaman akan berharga RM200
4. Kalau diisi minyak wangi odd, akan berharga RM1000
5. Kalau diisi air longkang, ianya akan dibuang dalam tong sampah kerana langsung tiada harga dan tiada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeza sebab isi dalamnya berharga.. manusia semua sama, yang membezakannya adalah IMAN & AMAL dalam dirinya yg akan myebabkan dia berharga di sisi ALLAH atau dia di pandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka.

Fikir-fikirkanlah sebelum kita dipanggil dan disoal apa tujuan kita di hidupkan di dunia ini.

Author: Ayob Hussin
Posted: August 23, 2014, 5:50 am
OLEH: USTAZ ABDUL HALIM HASAN
SAMBUNGAN KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA
3. Orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman yang bermaksud: “…Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya hanyalah para ulama” (QS. Faathir: 28).
Ibnu Mas’ud RA berkata, “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai kebodohan.” (Diriwayatkan oleh At-Tabarani, al-Mu’jamul Kabiir & Ibnu ‘Abdil Barr, Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadlih).
Imam Ahmadrahimahullah berkata, “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah.” Bertambah ilmu menyebabkan seseorang itu bertambah rasa takutnya kepada Allah.
4. Ilmu adalah nikmat yang paling agung.
Nikmat yang paling agung yang dikurniakan Allah kepada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam ialah diberikanNya Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), dan Allah mengajarnya apa yang belum diketahuinya.
Allah Ta’ala berfirman yang bermaksud:“…Dan Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Kurnia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar.” (QS. An-Nisaa’: 113).
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan yang sepertinya (As-Sunnah) bersamanya…(HR. Ahmad, Abu Dawud & Ibnu Hibban)
5. Faham dalam masalah agama termasuk tanda-tanda kebaikan.
Dari Mu’awiyyah bin Abi Sufyan RA, ia berkata,”Aku mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarf an-Nawawi (wafat 676H) rahimahullah berkata, ” Di dalam hadis ini terdapat keutamaan ilmu, mendalami agama, dan dorongan kepadanya. Sebabnya ialah kerana ilmu akan memandunya menuju ketaqwaan kepada Allah Ta’ala. (Syarah Sahih Muslim)
6. Orang yang berilmu dikecualikan dari laknat Allah.
Dari Abu Hurairah RA RA, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali zikir kepada Allah dan keta’atan kepadaNya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.” (HR. at-Termizi, Ibnu Majah & Ibnu ‘Abdil Barr)

SAMBUNGAN KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA
2. Allah mengangkat derajat orang yang berilmu
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ‘Berilah kelapangan dalam majlis,’ maka lapangkanlah, nescaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,’Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, nescaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11).
Allah berfirman tentang Nabi Yusuf ‘alaihis salaam yang bermaksud, “...Kami angkat derajat orang yang kami kehendaki, dan di atas setiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui.(QS. Yusuf: 76).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang bermaksud:“…Dan (juga kerana) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Kurnia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar.” (QS. An-Nisaa’: 113)
Dari Umar bin al-Khattab bahawa Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Qur’an beberapa kaum dan Allah pun merendahkan beberapa kaum dengannya.” (HR. Muslim)
KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA
Allah Ta’ala memuji ilmu dan pemiliknya serta mendorong hamba-hambaNya untuk berilmu dan membekali diri dengannya, begitu pula Sunnah Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam. Antara keutamaan ilmu syar’i seperti yang disebut oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah (wafat 751H) ialah:
1. Kesaksian Allah kepada orang-orang yang berilmu.
Allah Ta’ala berfirman yang bermaksud: “Allah Ta’ala menyatakan bahawa tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia, (demikian pula) para Malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. Aali Imran: 18). Pada ayat ini Allah Ta’ala meminta orang ang berilmu bersaksi terhadap sesuatu yang sangat agung untuk kesaksian, iaitu keesaan Allah. Ini menunjukkan keutamaan ilmu dan orang-orang yang berilmu. Allah Ta’ala memuji tentang kesucian dan keadilan orang-orang yang berilmu.
Sesungguhnya Allah hanya akan meminta orang-orang yang adil saja untuk memberikan kesaksian, seperti yang dinyatakan hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: Ilmu ini akan dibawa oleh para ulama’ yang adil dari tiap-tiap generasi. Mereka akan membenteras penyimpangan/perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (yang melampaui batas), menolak kebohongan pelaku kebatilan (para pendusta), dan takwil orang-orang bodoh.” (HR. al-’Uqaily, Ibnu Abi Hatim).
TANDA-TANDA ILMU YANG BERMANFAAT
Ilmu yang bermanfaat dapat diketahui dengan meihat kepada pemilik ilmu tersebut. Di antara tanda-tandanya:
1. Orang yang bermanfaat ilmunya tidak memperdulikan keadaan dan kedudukan dirinya, serta membenci pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong dengan ilmu yang dimilikinya.
2. Apabila ilmunya bertambah, bertambah pula sikap tawadhu’, rasa takut, hina dan ketundukannya di hadapan Allah.
3. Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari/menjauhi dari dunia (fitnah), terutamanya kedudukan, kesenangan dan pujian.
4. Pemilik ilmu tidak mengakui memiliki ilmu dan tidak berbangga dengannya.
Sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, ” Sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan mereka tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Sesiapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bahagian yang banyak.” (HR Ahmad, Abu Daud, at-Termizi & Ibnu Hibban).

Ilmu ada tiga jenis:
1. Ilmu tentang Allah, Nama-Nama, dan sifat-sifatNya serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Contohnya seperti yang dinyatakan dalam surah Al-Ikhlas, Ayatul Kursi , dan sebagainya.
2. Ilmu mengenai berita dari Allah tentang hal-hal yang telah terjadi dan akan terjadi serta yang sedang terjadi, contohnya ayat-ayat tentang kisah, janji, ancaman, sifat Syurga, sifat Neraka dan sebagainya.
3. Ilmu tentang perintah Allah mengenai hati dan perbuatan anggota tubuh, seperti beriman kepada Allah, pengetahuan tentang hati dan keadaannya, serta perkataan dan perbuatan anggota badan, yang termasuk didalamnya ilmu mengenai dasar-dasar keimanan dan kaedah-kedah Islam, ilmu-ilmu fiqah yang membahaskan hukum amal perbuatan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Telah berkata Yahya bin Ammar (wafat 422H), ” Ilmu itu ada lima: (1) ilmu yang merupakan kehidupan bagi agama, iaitu ilmu tauhid, (2) ilmu yang merupakan santapan agama, iaitu ilmu tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadis, (3) ilmu yang merupakan ubat agama, iaitu ilmu fatwa, (4) ilmu yang merupakan penyakit agama, iaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, iaitu ilmu sihir dan yang sepertinya.”

SAMBUNGAN: PENGERTIAN ILMU YANG BERMANFAAT
Berkata Imam Al-Auza’i (W 157H): ” Ilmu itu apa yang datang dari para Sahabat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun yang datang dari selain mereka bukanlah ilmu.”. Mereka para Sahabat adalah golongan yang bersama dan menerima bimbingan terus dari Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam, penuh dengan keta’atan, dan menyampaikannya pada yang lain.
Sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perumpamaan petunjuk dan ilmuyang Allah mengutusku dengannya laksana hujan lebat yang menimpa tanah. Di antara tanah itu ada yang subur. Ia menerima air lalu menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak. Di antaranya juga ada tanah kering yang menyimpan air. Lalu Allah memberi manusia manfaat darinya sehingga mereka meminumnya, mengairi tanaman, dan berladang dengannya. Hujan itu juga mengenai jenis (tanah yang) lain yang tandus, yang tidak menyimpan air, tidak pula menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu ia mendapat manfaat dari apa yang Allah mengutusku dengannya. Juga perumpamaan atas orang yang tidak memberi perhatian terhadapnya. Ia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” (HR. Bukhari & Muslim).
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam ketika diutus membawa ajaran Islam mengumpamakanya seperti hujan yang diperlukan manusia, dan keadaan mereka sebelumnya bagaikan tanah yang kering kontang. Orang yang mendengar ilmu agama itu diumpamakan dengan berbagai jenis tanah yang terkena air hujan. Bagi orang yang alim yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya, umpama tanah yang subur yang menyerap air sehingga memberi manfaat pada dirinya, dan menumbuhkan tanaman yang memberi manfaat pada yang lain. Ada pula mereka yang menuntut ilmu namun tidak mengamalkannya, tetapi mengajarkannya pada orang lain. Dia diumpamakan sebagai tanah yang menggenangi air sehingga manusia dapat memanfaatkannya. Mereka disebut seperti sabda beliau: ” Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataan-perkataanku dan dia mengajarkannya seperti yang ia dengar.” Ada juga mereka yang mendengar ilmu namun tidak menghafal/menjaganya serta tidak menyampaikannya kepada yang lain, ia umpama tanah yang berair atau tanah gersang yang tidak dapat menerima air sehingga merosakkan tanah di sekelilingnya.
Golongan pertama dan kedua adalah bermanfaat. Tetapi golongan ketiga adalah (1) mereka yang memeluk Islam namun tidak mengamalkannya dan tidak mengajarkannya, umpama tanah tandus seperti disebut Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang yang tidak menaruh perhatian terhadapnya” Atau dia berpaling dari ilmu sehingga dia tidak boleh memanfaatkannya dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada orang lain, dan (2)mereka yang tidak memeluk Islam, walaupun telah disampaikan kepadanya pengetahuan mengenai Islam, tetapi ia mengengkarinya dan kufur kepadanya, kelompok ini diumpamakan tanah datar yang keras di mana air mengalir di atasnya, tetapi tidak dapat memanfaatkannya, seperti disabdakan Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Dan ia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.”
SAMBUNGAN: PENGERTIAN ILMU YANG BERMANFAAT
Ibnu Rajab (wafat 157H) berkata:” Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur’an, penjelasan makna hadis-hadis Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para sahabat, tabi’in, tabi’ut attabi’in dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka..”Ibnu Qayyim mengatakan: “Telah berkata sebahagian ahli ilmu :’Ilmu adalah firman Allah, sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, dan perkataan para sahabat. Semuanya tidak bertentangan…”. Imam As-Syafie (wafat 204H) mengatakan, ” Seluruh ilmu selain Al-Qur’an hanyalah menyibukkan, kecuali ilmu hadis dan fiqih dalam rangka mendalami ilmu agama. Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya: ‘Qaala, haddasanaa (telah menyampaikan hadis kepada kami)’. Adapun selain itu hanyalah waswas (bisikan) syaitan.”
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam memberikan perumpamaan bagi orang yang memahami agama,ia memperoleh manfaat dari ilmunya dan memberikan manfaat kepada orang lain, manakala orang yang tidak memberi pehatian kepada ilmu agama, dengan kelalaiannya itu menjadikannya orang yang rugi, seperti sabda beliau: “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya laksana hujan lebat yang menimpa tanah. Di antara tanah itu ada yang subur. Ia menerima air lalu menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak. Di antaranya juga ada tanah kering yang menyimpan air. Lalu Allah memberi manusia manfaat darinya sehingga mereka meminumnya, mengairi tanaman, dan berladang dengannya. Hujan itu juga mengenai jenis (tanah yang) lain yang tandus, yang tidak menyimpan air, tidak pula menumbuhkan tanaman. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah, lalu ia mendapat manfaat dari apayang Allah mengutusku dengannya. Juga perumpamaan atas orang yang tidak memberi perhatian terhadapnya. Ia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.” (HR. Bukhari & Muslim).
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam menyambut orang yang menuntut ilmu syar’i dan para Malaikat meletakkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu seperti sabda beliau: “Barangsiapa berjalan menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju Syurga. Sesungguhnya para Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk para penuntut ilmu kerana redha dengan apa yang mereka lakukan…” (HR. Ahmad, Abu Daud, at Termizi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Diriwayatkan dari Safwan bin ‘Assal Al-Marudi, ia berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku datang untuk menuntut ilmu.” Beliau menjawab, “Selamat datang kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya penuntut ilmu itu dikelilingi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-satapnya. Sebahagian mereka menaiki sebahagian yang lain hingga mencapai langit dunia kerana kecintaan mereka terhadap apa yang dia cari…” (HR. Ahmad, Abdurrazzaq, an-Nasa’i, Ibnu Majah & at-Tabarani).
Dalam hadis yg. diriwayatkan oleh Muslim, menceritakan bagaimana Dhimad datang ke Makkah untuk cuba mengubati Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam yang dituduh oleh musyrikin telah disihir, akhirnya dia memeluk Islam apabila mendengar Khutbatul Hajjah yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam kepadanya, di mana Dhimad telah mendapat manfaat ilmu dengan sabda beliau:
‏ ‏إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ ‏ ‏مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ‏أَمَّا بَعْدُ .
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memujiNya. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang boleh menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang boleh memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah, Dialah satu-satunya sembahan, tiada sekutu bagiNya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan utusanNya.”
Untuk mengikuti kuliah di atas, sila klik di sini.
SAMBUNGAN: PENGERTIAN ILMU YANG BERMANFAAT
Menurut Ibnu Rajab (Wafat 795H) ilmu yang bermanfaat memandu kepada dua perkara:
1. Mengenal Allah dan segala yang hak bagiNya berupa nama-nama yang indah, sifat-sifat yang mulia, dan perbuatan yang agung. Hal ini memerlukan adanya pengagungan, rasa takut, cinta, harap dan tawakkal kepada Allah dan redha dengan takdir dan sabar atas segala musibah yang Allah berikan.
2. Mengetahui segala yang diredhai dan dicintai Allah dan menjauhi dari segala perkara yang dibenci dan dimurkaiNya, termasuk keyakinan, perbuatan lahir dan batin serta ucapan. Mereka yang mengetahuinya perlu bersegera melakukan segala yang dicintai dan diredhai Allah dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkaiNya.
Apabila ilmu itu menghasilkan kedua-dua perkara ini kepada pemiliknya, maka inilah ilmu yang bermanfaat. Apabila ilmu itu bermanfaat dan sentiasa di dalam hati, maka hati itu akan merasa khusyu’, takut, tunduk, mencintai dan mengagungkan Allah, jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit yang halal dari dunia dan merasa kenyang dengannya sehinggakan menjadikannya qana’ah dan zuhud di dunia.
Berkata Mujahid bin Jabr (wafat 104H):”Orang yang faqih adalah orang yang takut kepada Allah Ta’ala meskipun ilmunya sedikit. Dan orang yang bodoh adalah orang yang berbuat derhaka kepada Allah Ta’ala walaupun ilmunya banyak.” Ini menunjukkan ada orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya, tetapi ilmu tersebut tidak bermanfaat bagi orang tersebut kerana tidak membawanya kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala. Oleh itu ilmu akan bermanfaat jika disertai dengan niat semata-mata hanya mengharapkan redha Allah.
Ibnu Rajab berkata:” Ilmu yang paling utama adalah ilmu tafsir Al-Qur’an, penjelasan makna hadis-hadis Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan pembahasan tentang masalah halal dan haram yang diriwayatkan dari para sahabat, tabi’in, tabi’ut atbi’in dan para imam terkemuka yang mengikuti jejak mereka..”Ibnu Qayyim mengatakan: “Telah berkata sebahagian ahli ilmu :’Ilmu adalah firman Allah, sabda Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, dan perkataan para sahabat. Semuanya tidak bertentangan…”
Untuk mengikuti kuliah di atas, sila klik di sini.

MEMOHON ILMU YANG BERMANFA’AT KEPADA ALLAH

Kita hendaklah sentiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah, dan memohon pertolonganNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa perlu kepadaNya.
Do’a dari Al-Qur`an : 
رَبِّ زِدْنِي عِلْماً 

“Wahai Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha : 114)
Do’a dari Sunnah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً 
“Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.”(HR Ahmad, al-Humaidi, Ibnu Majah, Ibnus Sunni, An-Nasa’i)
اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ وَزِدْنِيْ عِلْمًا 
“Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah ilmu kepadaku.”(HR at-termizi dan Ibnu Majah)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعْ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعْ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعْ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ ُيْستَجَابُ لَهُ 
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusu’, nafsu yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim, An-Nasa’i)
PENGERTIAN ILMU YANG BERMANFA’AT
Di dalam Al-Qur’an Allah menyebut ilmu pada kedudukan terpuji iaitu ilmu yang bermanfa’at, dan ilmu pada kedudukan tercela iaitu ilmu yang tidak bermanfa’at.
” ..Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tudak mengetahui?.. (QS. Az Zumar: 9)
“Allah menyatakan bahawa tidak ada ilah (yang layak diibadahi dengan benar) selain Dia, (demikian pula) para Malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa Maha Bijaksana.” (QS. Ali ‘Imran: 18)
“…Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya hanyalah para ulama’..” (QS. Fathir: 28).
Ketika Adam diberi pelajaran oleh Allah tentang nama-nama segala sesuatu dan memberitahu kepada Malaikat, maka para Malaikta berkata:
“..Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 32)
dalam kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir, Nabi Musa berkat kepadanya:
“..Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (QS. Al-Kahfi: 66).
Suatu kaum ada diberikan ilmu yang pada hakikatnya bermanfa’at, namun tidak ada manfa’at kepada mereka kerana tidak mengambil manfa’at dari ilmunya itu:
” Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keldai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Jumuah: 5)
Allah juga mencela ilimu sihir, seperti firmanNya;
“..Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfa’at. Dan sungguh mereka tidak tahu barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, nescaya tidak mendapat keuntungan akhirat. Sungguh sangat buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al Bqarah: 102)
Dan Allah juga berfirman:
” Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (QS. Ar-Ruum: 7)
Ibnu Taimiyyah (wafat 728H) berkata:” Ilmu adalah apa yang dibangun di atas dalil, dan ilmu yang bermanfa’at adalah ilmu yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang ada ilmu yang tidak berasal dari Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam, namun dalam urusan duniawi, seperti ilmu kedoktoran, ilmu hisab, ilmu pertanian, dan ilmu perdagangan.”
Untuk mengikuti kuliah di atas, sila klik di sini.
BAB 1 – PENGERTIAN ILMU SYAR’I
Ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui. Ilmu Syar’i bermaksud ilmu yang diturunkan oelh Allah kepada RasulNya berupa keterangan dan petunjuk. Maka ilmu yang didalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, iaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah sahaja.
Dari Muawiyyah bin Abu Sufian RA, bahawa Nabi Saw bersabda: Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya (iaitu Al-Qur’an dan As Sunnah). Sesungguhnya aku hanyalah menyampaikan dan Allahlah yang memberi. Dan umat ini akan sentiasa tegak di atas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari Kiamat). (HR. Bukhari).
Berkata Imam Al-Auza’i:” Ilmu adalah apa yang berasal dari para sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada pun yang bukan dari seseorang dari mereka, maka itu bukan ilmu.”
Mengikut Syaikh Muhammad bin Salih al-’Utsaimin:Ilmu adalah mengetahui sesuatu dengan pengetahuan yang sebenarnya. Tingkatan ilmu pada seseorang ada 6 tingkatan:
1. Al-ilmu iaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dengan pengetahuan yang pasti.
2. Al-Jahlul basith iaitu tidak mengetahui sesuatu sama sekali.
3. Al-Jahlul murakkab iaitu mengetahui sesuatu tidak sesuai dengan yang sebenarnya . Disebut murakkab kerana pada orang tersebut terdapat dua kebodohan iaitu bodoh kerana ia tidak mengetahui yang sebenarnya dan bodoh kerana beranggapan bahawa dirinya tahu padahal sebenarnya ia tidak tahu.
4. Al-Wahm iaitu mengetahui sesuatu dengan kemungkinan salah lebih besar daripada benarnya.
5. As-Syak iaitu mengetahui sesuatu yang kemungkinan benar dan salahnya adalah sama.
6. Az-Zhan iaitu mengetahui sesuatu yang kemungkinan benarnya lebih besar daripada salahnya.
Ilmu itu terbahagi dua, iaitu:
1. Dharuri – pengetahuan yang dapat diperoleh secara langsung tanpa memerlukan penelitian dan dalil, seperti pengetahuan bahawa api itu panas.
2. Nazhari – pengetahuan yang hanya boleh diperolehi dengan melakukan penelitian dan dengan dalil, contohnya pengetahuan bahawa wajibnya niat dalam berwuduk.
Dari sudut kewajibannya ke atas seorang Muslim, ilmu syar’i terbahagi kepada dua:
1. Ilmu ‘aini iaitu ilmu yang wajib diketahui dan dipelajari oleh setiap Muslim.
2. Ilmu kifa’i iaitu ilmu yang tidak diwajibkan bagi setiap Muslim untuk mengetahui dan mempelajarinya, cukup hanya sebahagian dari mereka mempelajari dan mengetahuinya dan gugurlah kewajibannya bagi sebahagian yang lain.
Untuk mengikuti kuliah di atas, sila klik di sini.

MUKADDIMAH

- Dari Ibnu Abbas RA, bahawa Nabi SAW bersabda: Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan kedua-duanya, iaitu nikmat sihat dan waktu lapang. (HR Bukhari)
- Seorang muslim tidak akan boleh melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali belajar Islam yang benar dari Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafus-Soleh.
- Firman Allah SWT:, yang bermaksud: Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk (iaitu ilmu yang bermanafaat) dan agama yang hak (iaitu. amal soleh) agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS Al-Fath : 28)
- Dari Anas RA, bahawa Nabi SAW bersabda: Menuntut ilmu syar’i itu wajib bagi setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)
- Dari Abu Darda’ RA, bahawa Nabi SAW bersabda: Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalannya menuju Syurga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu kerana redha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit mahupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Ssungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulamak itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh ia telah mendapat bahagian yang banyak. (HR. Ahmad)
- Dari Anas RA, bahawa Nabi SAW bersabda: Apabila kalian berjalan melalui taman-taman Syurga, perbanyakkanlah berzikir. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksudkan taman-taman Syurga itu? Beliau SAW menjawab: Iaitu halaqah-halaqah zikir ( majlis ilmu). (HR At-Termizi)
- Majlis ilmu yang dimaksudkan di sini ialah majlis yang didalamnya diajarkan tentang tauhid, aqidah yang benar menurut pemahaman Salafus-Soleh, ibadah yang sesuai Sunnah Nabi SAW, muamalah, dan lainnya.
BAB 1 – PENGERTIAN ILMU SYAR’I
- Ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui. Ilmu Syar’i bermaksud ilmu yang diturunkan oelh Allah kepada RasulNya berupa keterangan dan petunjuk. Maka ilmu yang didalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, iaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah sahaja.
- Dari Muawiyyah bin Abu Sufian RA, bahawa Nabi Saw bersabda: Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, Dia akan menjadikannya faham tentang agamanya. Sesungguhnya aku hanyalah menyampaikan dan Allahlah yang member. Dan umat ini akan sentiasa tegak di atas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya keputusan Allah (hari Kiamat). (HR. Bukhari)

http://assabiel.com/?cat=420&paged=2
Author: Ayob Hussin
Posted: August 23, 2014, 2:04 am
Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq"

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya sahaja, agama hanya bentuk sahaja, Al-Quran hanya dijadikan bacaan sahaja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat."

Sabda Nabi Muhammad s.a.w., "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat."

Kiyai Syukri ada menyebut di akhir zaman .. org yg cerdik yg punyai aqal tinggi akan menjadi fasiq dan fasad. Merekalah yg sepatutnya dihantar mengaji hal hal agama. Mereka punyak IQ tinggi tapi tidak mahu menjadi alim. Ibu bapa manghantar mereka cuma mengejar sijil dan kelebihan dunia.

Anak anak yg gagal pelajaran duniawi pula dihantar ke pusat pusat pengajian pondok agama. Patutkah HANYA Mereka yg tahap IQ rendah dihantar ke pusat pengajian agama. Manakala yg ada aqal tinggi pula tidak didedahkan kepada Ilmu agama.....

Bukan bermakna yg gagal akademik tidak patut dihantar mengaji agama ! BUKAN BEGITU MAKSUD KAMI ....!

Rugilah agama kita.. sepatutnya yg tinggi IQ ini lah yg sepatutnya dihantar mengaji Agama... kerena mereka perlu merancang dan mentadbir agama... memikirkan masa depan dan kesenimbungan agama.

Bukan kita menghina ... tidak sama sekali... CUMA KITA SANGAT KECEWA DAN TERKILAN DENGAN SIKAP ORG ISLAM YG SANGAT MEREMEH TEMEHKAN perjuangan agama... memudah mudahkan ilmu agama....DAN MEMANDANG LEKEH TERHADAP Agama sendiri...

Sekarang lihat.. APA SUDAH JADI.... !?
Author: Ayob Hussin
Posted: August 23, 2014, 1:34 am
Tanda seseorang itu ikhlas: Orang puji atau keji sama sahaja. Dipuji, hati tidak berbunga. Dikeji, hati tidak pula derita. Kalau dia rajin atau beribadah sama ada di waktu seorang atau di waktu ramai, sama saja. Kerana rajin bekerja atau buat kebaikan, dia tidak marah kalau orang lain tidak menolongnya. Apabila letih bekerja tidak pula marah-marah dengan orang lain yang mengganggunya atau tidak buat kerja. Kalau dia membuat ibadah atau buat kerja, hatinya tidaklah pula berkata moga-moga ada orang melihat supaya ada orang memujinya...
Dalam ajaran Islam, ikhlas merupakan roh amal atau jiwa ibadah. Ia jadi penentu apakah amal ibadah kita diterima atau ditolak yang mana bila amal ibadah tidak ikhlas, maka ia tidak ada nilaian di sisi Allah atau tidak ada harganya lagi. Sebaliknya kalau ikhlas dalam beramal, Allah terima dan diberi ganjaran yang tidak ternilai.
Bagaimanakah yang dikatakan ikhlas ini jadi penentu? Amal ibadah ini umpama seorang manusia. Bila nyawa (roh) sudah tidak ada, ia akan jadi bangkai. Bangkai mesti dibuang ke kubur kerana nilai kemanusiaannya sudah tidak ada lagi di waktu itu. Dia tidak layak lagi bergaul dengan orang yang hidup. Walaupun dia seorang ratu cantik, orang terpaksa buang juga kerana ia akan jadi busuk, berulat dan reput menjadi tanah.
Begitulah dengan amal ibadah kita ini. Kalau tidak ada roh-nya atau tidak ada jiwanya, yakni tidak ikhlas, Allah anggap seperti bangkai yang kotor lagi busuk, yang tidak ada harganya. Tidak layak untuk Allah menerimanya dan tidak layak diberi ganjaran pahala. Bahkan akan dicampak balik ke muka kita sekalipun seluruh makhluk-makhluk Allah di langit dan di bumi semuanya memuji-muji amal ibadahnya cantik, baik dan bernilai. Manusia hanya menilai dengan mata lahir sahaja maka yang kelihatan, amal ibadahnya itu banyak, cantik dan berakhlak. Sedangkan Allah dapat melihat yang batinnya. Sekalipun amal itu sedikit, jika ikhlas, Allah tetap menganggapnya banyak. Sedangkan amal ibadah yang banyak tetapi tidak ikhlas, Allah tetap menganggapnya sedikit atau macam amalan yang tidak wujud.
Begitulah penting dan bernilainya ikhlas itu. Allah mahu agama-Nya yang suci murni itu diamalkan secara suci pula yakni tidak dicelahi dengan sebarang bentuk hati busuk. Tidak dicelahi dengan rasa riyak, ujub, ingin dipuji, hendak nama, ingin dinilai dengan mata dunia atau dengan tujuan menolak kemudaratan manusia. Dalam hal ini Allah ingatkan:“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (khalis).” (Az Zumar: 3)
Juga di ayat lain: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan (mengikhlaskan) ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus. Dan supaya mereka mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al Baiyinah: 5)
Untuk melakukan ikhlas ini sangat susah dan sulit terutama dalam sebarang amal ibadah seperti yang kita bincangkan dalam bab sebelum ini kerana hati itu amat seni sekali. Nafsu itu sangat tersembunyi perasaan halusnya dan sangat payah dikesan. Untuk menguasainya amat sulit. Ia berbolak-balik setiap hari dan berubah-ubah pula setiap waktu dan detik. Perjalanannya tidak menentu. Bertukar-tukar dari ujub, riyak, sombong, dengki, gila puji, gila nama, ingin dinilai dengan harga dunia dan susah untuk didisiplinkan. Amal ibadah itu selalu terdorong ke arah kepentingan-kepentingan dunia ini.
Riyak, ujub dan lain-lain sifat mazmumah itu paling payah dihindari kerana gerakannya terlalu halus. Macam desiran semut, tidak dapat didengar bunyinya. Kita tidak terasa kemahuan-kemahuan nafsu atau dorongan-dorongan kemahuan hati yang jahat kerana halusnya itu. Inilah yang dikatakan syirik khafi. Kalau tidak disuluh dengan pandangan mata hati (basirah), ia tidak akan terasa adanya.
Salafussoleh, bila kenangkan hal-hal begini, mereka selalu menangis. Mereka paling takut terhadap syirik khafi ini. Takut ibadah mereka tidak ada harga di sisi Allah. Takut mereka akan muflis di Akhirat sedangkan untuk dapatkan ikhlas terlalu susah. Ikhlas hanya milik Allah. Ia adalah rahsia-Nya yang Dia sahaja yang tahu. Hatta para malaikat pun tidak tahu. Mereka hanya tahu amal lahir sahaja.
Sebab itu dalam sejarah pernah diceritakan betapa susahnya untuk dapatkan sifat ikhlas ini sebagaimana yang digambarkan oleh Sayidina Muaz.
Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”
Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.”
Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahawa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak. Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama. Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.”
Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: “Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal kerana mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.” Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata: “Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya kerana dia seorang yang sombong.”
Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata: Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.”
Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: “Ini adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.”
Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: “Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya kerana dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’
Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain lagi. Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih kerana Allah maka itulah riyak. Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riyak.”
Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.
Tetapi firman Tuhan: “Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.”
Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”
Sayidina Muaz kemudian menangis teresak-esak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”
Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”
Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”
Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.” Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: “Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia.”
Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”
Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”
والله اعلم
http://www.usahataqwa.com/taqwa/keikhlasan.html
Author: Ayob Hussin
Posted: August 23, 2014, 12:59 am

 Tuan Guru Dato Kiyai Shamsuddin Ulama dan Pendidik Terkenal Johor

 
Almarhum Tuan Guru Dato’ Kiyai Haji Shamsuddin bin Haji Redzuan adalah seorang tokoh ulama yang sangat dihormati khususnya di selatan semenanjung. Beliau dilahirkan di Kepet, Madiun, Jawa Timur pada 11 November 1911.
 
[1] Sebelum berhijrah ke Tanah Melayu, beliau menadah kitab dengan ulama-ulama besar di pesantren-pesantren terkenal di Pulau Jawa seperti Pesantren at-Turmasih, Pesantren Bacem dan Pesantren Tebu Ireng. Beliau menimba ilmu disana dari tahun 1925 hingga 1934.
 
[2] Melihat kepada tempoh pengajian beliau, besar kemungkinan beliau pernah mendalami pengajian kepada Kiyai Haji Hasyim Asy’ari, ulama besar Indonesia yang sangat terkenal itu yang juga merupakan pengasas kepada Pesantren Tebu Ireng.
 
[3] Sementara dari satu sumber yang lain, Tuan Guru Dato’ Kiyai Haji Shamsuddin dikatakan berguru dengan Kiyai Haji Adnan bin Haji Abdul Wahid di Pesantren Termas selama berbelas tahun sebelum berhijrah ke Tanah Melayu.
 
[4] Setelah berhijrah ke Tanah Melayu, beliau mula mendirikan sebuah sekolah agama pada tahun 1940.
 
[5] Sekolah itu dikenali dengan nama Madrasah Shamsuddiniah Assalafiah..
 
[6] Pada peringkat awal penubuhannya, sekolah ini hanya mempunyai satu bangunan sahaja yang mampu menempatkan sekitar 50 orang pelajar lelaki.
 
[7]Dalam keadaan serba kekurangan itu, para pelajar tetap bersemangat untuk menimba ilmu dan ini terbukti apabila ramai di antara pelajar itu dapat menguasai bahasa Arab dengan baik ditambah dengan penggunaan bahasa Jawa dan bahasa Melayu sebagai medium komunikasi bagi menghidupkan suasana pembelajaran.
 
[8] Madrasah ini terletak di Kampung Parit Medan, Kundang Ulu, Muar, Johor Darul Takzim yang jaraknya kira-kira 45 km dari bandar Muar.
 
[9] Madrasah ini masih ada sehingga kini dan pada masa ini ianya dikenali dengan nama Sekolah Menengah Agama Shamsuddiniah.
 
[10]Selain terlibat secara langsung dalam bidang pendidikan, almarhum Tuan pernah dilantik menjadi Imam Kariah dan Penolong Pendaftar Nikah, Cerai dan Rujuk bagi kawasan Bukit Serampang, Muar, Johor.
 
[11] Almarhum Tuan Guru juga pernah memegang pelbagai jawatan penting di Negeri Johor, antaranya sebagai penasihat Sultan, Ahli Jemaah Majlis Di-Raja Johor, Ahli Majlis Agama Islam Negeri Johor dan Ahli Jawatankuasa Lujnah Fatwa Negeri Johor.
 
[12]Beliau juga bukan sahaja alim dalam ilmu-ilmu agama, bahkan turut mempunyai kemahiran dalam ilmu-ilmu pertahanan diri. Semasa zaman darurat, beliau adalah antara tokoh yang berjuang menentang pihak komunis dan mengerahkan anak-anak muridnya untuk berjuang sama demi mempertahankan maruah agama.
 
[13] Almarhum Tuan Guru menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 1 Ramadhan 1418 bersamaan dengan 9 Januari 1997 ketika berusia 86 tahun.
 
[14] Beliau meninggalkan 18 orang anak termasuklah Shohibus Samahah Dato’ Haji Mohd. Tahrir, mufti Johor sekarang.
 
[15] Atas sumbangan besarnya dalam penyebaran ilmu dakwah Islam di selatan tanahair, beliau telah dipilih sebagai Tokoh Maal Hijrah bagi tahun 1414 H.

Perkembangan madrasah yang diasaskan oleh Tuan Guru

1. Pada peringkat awal penubuhannya, mata pelajaran yang diajar di madrasah ini ialah seperti tauhid, fiqh, nahu, sorof dan lain-lain sama seperti kebanyakan madrasah lain di Tanah Melayu pada waktu itu. Bilangan tenaga pengajar pada waktu itu adalah seramai 8 orang. Pada tahun 1947, kumpulan sulung pelajar telah terhasil di peringkat ibtidaiyah. Antara pelajar yang berjaya menamatkan pengajian dan kemudiannya berkhidmat di madrasah tersebut ialah Ustaz Haji Khanan bin Haji Sulaiman. Beliau bersara pada tahun 1999 setelah berkhidmat selama 51 tahun disitu. Menjelang tahun 1965, madrasah mula mengguna pakai kurikulum pembelajaran yang lazimnya digunakan di sekolah-sekolah Arab dalam negeri Johor. Pada tahun 1969, madrasah kemudiannya didaftarkan sebagai sekolah menengah agama rendah negeri Johor di Jabatan Agama Islam Johor bagi mengiktiraf kewujudan sebagai institusi pendidikan yang sah. Dibawah kurikulum yang baru, waktu sesi pembelajaran terbahagi kepada dua sesi iaitu sesi pagi dan sesi petang. Sesi pagi bermula pada pukul 8 pagi dan berakhir pada pukul 12.30 tengah hari manakala sesi petang bermula pada pukul 2 petang dan berakhir pada pukul 6 petang.

2. Pada awal tahun 1970-an, kelas-kelas akademik kebangsaan turut ditawar kepada para pelajar untuk mengikutinya. Kelas ini-kelas ini dikelola oleh Maktab Adabi dan sesinya bermula di sebelah petang. Kelas-kelas ini dikenali dengan nama Akademik Daya dan dikhususnya untuk pelajar-pelajar tingkatan 3, 4 dan 5. Sekitar tahun yang sama juga, sekolah mula membuka tawaran kemasukan kepada pelajar perempuan yang berminat hendak mendapatkan pendidikan formal yang berasaskan ilmu agama. Rata-rata pelajar berasal dari Selangor, Melaka, Perak, Brunei, Indonesia dan negeri Johor sendiri. perkembangan ini telah menyebabkan wujudnya 2 blok asrama yang lebih selesa untuk pelajar perempuan dan 3 blok asrama untuk pelajar lelaki. Kemudahan lain seperti perpustakaan dan kantin juga dibina pada waktu itu. Pertambahan prasarana ini telah menarik perhatian masyarakat dari negeri-negeri luar Johor untuk menghantar anak-anak mereka belajar disini.
 

3. Penawaran kelas-kelas akademik kebangsaan telah menarik minat bukan sahaja para pelajar tetapi para pendidik untuk berkhidmat di sekolah tersebut. Sistem pendidikan akademik kebangsaan seperti SRP (kemudiannya PMR) dan SPM mula ditawarkan dan perkara ini telah menarik perhatian golongan pelajar dari hampir seluruh daerah di negeri Johor dan juga dari negeri-negeri yang berhampiran seperti Melaka, Negeri Sembilan, Selangor dan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur. Perkembangan pendidikan agama peringkat tinggi yang berasaskan Kurikulum Maahad Bu'uth al Azhar telah diterima dan digunapakai di sekolah ini dan ianya menjadi sebab utama para pelajar berminat untuk menimba ilmu di sekolah ini.

4. Sekitar tahun 1980-an, pentadbiran sekolah banyak memberi perhatian kepada penyediaan prasarana dan membaik-pulih kemudahan sedia ada. Dengan bantuan pihak Jabatan Agama Islam Johor, asrama perempuan telah di baik pulih untuk keselesaan para pelajar. Kemudahan lain seperti bekalan air, elektrik, kipas dan kerusi juga telah disediakan agar pelajar dapat belajar dengan suasana yang kondusif. Untuk kemudahan riadah, gelanggang sepaktakraw dan badminton telah dibina.
 
Hasil tulisan Tuan Guru
Tuan Guru diriwayatkan ada mengarang kitab. Dua kitab yang dikenalpasti adalah karangannya ialah
1. Majmuu'atush Salawaat – kitab ini mengandungi himpunan salawat yang masyhur. Ini termasuklah Salawat Tafrijiyyah dan Salawat Syifa`
 
2. Doa Warisan – Judul asal kitab ini ialah Risālah al-Da'awāt. Ia diterbitkan buat kali pertama pada tahun 1956 dalam edisi Jawi. Kitab ini dikemaskini semula oleh Haji Abdul Rahman Rukaini dalam bahasa Melayu dengan judul “Doa Warisan” dan diteribitkan oleh Awan Metro (M) Sdn. Bhd., Semenyih, Selangor Darul Ehsan pada tahun 2005. Kandungan didalam kitab ini disusun untuk menjadi panduan kepada muslimin dan muslimat yang tidak memahami maksud doa. Oleh itu, setiap doa di dalam kitab ini disertakan pengertiannya agar pembacanya dapat beramal dengan penuh penghayatan.

Author: Ayob Hussin
Posted: August 21, 2014, 10:22 am
Abu Nawas Majdub:

Manusia munafiq disaat wafatnya ulama tidak bersedih

من لم يحزن بموت العلماء فهو منافق

Barangsiapa yang tidak sedih dengan wafatnya ulama, dia adalah orang munafiq

Wafatnya 'ulama berkurangnya ilmu

إن الله لا يَقْبِضُ العلمَ انتزاعاً ينتزعُه من العباد، ولكنْ يقبِضُ العلم بقبض العلماء، حتى إذا لم يبقَ عالماً؛ اتَّخذ الناس رؤوساًَ جُهَّالا، فسُئِلوا ؟ فأفتوا بغير العلم، فضلّوا وأضلوا.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari manusia. Namun Allah akan mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Hingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu (di tengah mereka), manusia mengangkat para pemimpin yang jahil. Mereka ditanya, dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Hingga akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (orang lain).
(HR. Imam Bukhori)

Ilmu tanpa guru, hancur orang 'alim tidak tertutur dan hancur ibadanya ngawur jadi fitnah terbesar

فـساد كـبير عـالم مـتهتـك وأكـبر منه جاهل متنسك هما فتنة للعالمين عظيمة لمن بهما فى دينه يتمسك

Hancur lebur, orang alim tidak teratur..
Lebih hancur, orang jahil ibadah ngawur..
Kedua-duanya fitnah besar, menimpa alam semesta.
Bagi orang yang menganutnya, sebagai dasar agama. (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Akibat jauhnya menuntut ilmu agama
Anas bin Malik radliyalloohu ‘anhu, ia berkata :
Telah bersabda Rosulillah shollalloohu ‘alaihi wa sallam :

من أشراط الساعة أن يُرْفَعَ العلم، ويَثْبُتَ الجهلُ.

Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.
(HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)
Author: Ayob Hussin
Posted: August 21, 2014, 3:00 am
Selalu berdoa... terutama selepas Solat !
Photo: Selalu berdoa... terutama selepas Solat !
Author: Ayob Hussin
Posted: August 21, 2014, 2:28 am
Author: Ayob Hussin
Posted: August 21, 2014, 2:01 am
Author: Ayob Hussin
Posted: August 21, 2014, 1:29 am

 ADAB
Janganlah kalian makan dengan tangan kiri kerana syaitan itu juga makan dengan tangan kiri. (HR Muslim)
AKHLAK
Sabda Rasulullah s.a.w: “Bukanlah (golongan ini) daripada orang beriman yang sempurna imannya : orang yang suka mengecam, suka melaknat yang suka bercakap kufur dan yang suka mencarut” [Riwayat Ahmad] 
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berkata perkara yang baik atau diam. Dan sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka hendaklah ia memuliakan jirannya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaklah ia memuliakan tetamunya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim) 
Dari Aisyah r.a, isteri nabi s.a.w, dari nabi s.a w sabdanya:”Sesungguhnya ramah tamah dalam segala urusan menjadikan urusan itu cantik (berjaya). Tanpa ramah tamah nescaya setiap urusan menjadi buruk.” [HR Muslim] 
"Orang pintar itu ialah yang selalu menjaga dirinya (dari hal buruk) & banyak beramal untuk bekalnya di akhirat kelak." (HR.Tirmidzi) 
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah sekali-kali berduaan dengan wanita yang tidak disertai mahram.” (HR. Ahmad)
Sesungguhnya, ada 2 hal pada dirimu yg dicintai oleh Allah, iaitu lemah lembut dan tidak mudah marah. (HR Muslim)
"Seorang Muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain." (HR. Bukhari) 
"Tidak ada pemberian ibu bapa yang paling berharga kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia." (HR. Bukhari) 
"Sesungguhnya Allah benci kepada orang yang jelik budi pekertinya serta kotor lidahnya.” (Hadis riwayat Imam Tirmidzi) 
Sabda Nabi SAW: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari akhirat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud)
AKHIRAT
Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim) 
Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksaan penghuni neraka ada hari Qiamat ialah seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada dikepalanya. (dari sebab panasnya bara api neraka tersebut) Dia mengira bahawa tidak ada orang lain yang lebih dasyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya". (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Abi Barzah al-Aslami, r.a, dari Nabi s.a.w, sabdanya : "Tidak berganjak kedua kaki seseorang dari tempat berdirinya di mahkamah Tuhan pada hari kiamat sehingga ia disoal tentang umurnya pada perkara apakah ia dihabiskan dan tentang ilmunya untuk apakah ia gunakan dan tentang harta bendanya dari manakah ia dapati dan pada perkara apakah ia belanjakan dan juga tentang tubuh badannya pada perkara apakah ia susutkan kemudaan dan kecergasannya?'' (HR. Al-Tirmizi)
Hadith : “Orang yang pandai adalah yang senantiasa membaiki diri dan menyiapkan bekal kematian.” (HR. At-Tirmidzi)
Sabda Nabi SAW: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari akhirat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik." (HR. Tirmidzi)
AKIDAH
Barangsiapa yang akhir perkataannya Laa ilaha illallah, dia akan masuk surga. [HR. Bukhari]
ALLAH
Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayangku) mengalahkan murka-Ku” (HR. Muslim, al-Bukhari, an-Nasa-i dan Ibnu Majah)
"Jagalah Allah, Dia pasti menjagamu. Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu." (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim)
"Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu kerana Allah, maka Allah akan memberinya ganti yang lebih baik." (HR. Ahmad)
"Berbaik sangka kepada Allah adalah termasuk dalam ibadah yang baik." (HR Abu Dawud)
"Kenalilah Allah waktu kamu senang, nescaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan." (HR. Tirmizi)
AMANAH /JUJUR
“Jujurlah kerana sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada syurga."(HR. Bukhari) 
ANAK YATIM
Rasulullah s.a.w bersabda, "Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di syurga seperti dua jari ini." Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya. (HR. Bukhari)
DAAWAH
Anas bin Malik r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya keluar berjuang di jalan Allah sepagi atau sepetang adalah lebih baik daripada dunia dan isinya. (Sahih Muslim: 3492)
Abu Burdah r.a berkata :”Rasulullah mengutus ayah ku iaitu Abu Musa dan Muaz ke Yaman, Nabi berkata:"Mudahkanlah dan janganlah kamu menyukarkan, Gembirakanlah dan jangan kamu menyusahkan dan berseia sekatalah kamu.” (Bukhari dan Muslim)
"Barangsiapa yang menunjukkan orang lain kebaikan maka pahalanya sama dengan orang yang melakukannya." (HR. Muslim)
DOA
Dari Jabir ra, ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” [HR. Muslim dan Ahmad]
“Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan kurnia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR: At-Tirmidzi)
"Ya Allah, aku belindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, aku juga berlindung dari siksa kubur." [HR. Bukhari]
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a .” (HR Tirmidzi 2065) 
“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR Tirmidzi) 
"Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (HR.Tirmidzi) 
Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)
Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya.  (HR Bukhari) 
"Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, memohonlah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi) 
“Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah lemah.” (HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Barangsiapa yg ingin ditolong Allah saat tertimpa malapetaka dan kesempitan, maka perbanyaklah berdoa di saat lapang (senang)." (HR Tirmidzi) 
"Ya Allah! Sungguh aku berlindung kepadaMu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat." (HR Abu Daud) 
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." (Riwayat Ahmad, Bukhari, Abu Daud & al-Tarmizi)
Hadis: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yg lalai dan lengah. (Shahih Sunan At-Tirmidzi 2766) 
Rasulullah s.a.w bersabda: Allah SWT berfirman: "Aku ini berdasarkan prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku." (Muttafaqun ‘alaih)
Hadith : Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. (HR. Ahmad)
"Doa itu adalah otak ibadah." (HR Bukhari dan Muslim)
"Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh." [HR. Tirmidzi]
HADITH
"Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka." (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim) 
Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sebaik-baik Ucapan adalah Kitab Allah Azza Wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam."[Hadith Muslim]
HAJI
Dan tidak ada ganjaran lain bagi haji mabrur (haji yang baik) selain syurga." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmdizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik]
HALAL DAN HARAM
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Setiap jasad yang membesar daripada benda-benda yang haram maka api nerakalah yang layak baginya.” (Riwayat al-Baihaqi dan Abu Nuim)
Rasulullah s.a.w. bersabda: Lelaki yang memakai cincin emas di tangannya seolah-olah mengambil bara api kemudian ia diletakkan di tangannya. (Sahih Muslim) 
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknyua." (HR At Tirmidzi)
"Bertakwalah kepada Allah,wahai manusia! Carilah rezeki secara baik, ambillah yang halal dan tinggalkan yg haram." (HR.Hakim)
HARTA
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim) 
Tidak akan berkurang harta yang di sedekahkan, kecuali bertambah dan bertambah." (HR. Tirmidzi)
HATI
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Ketahuilah bahawa dalam jasad manusia ada seketul daging (segumpal darah), jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika rosak maka rosaklah seluruh anggota, itulah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)
"Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan." (HR. Al Hakim Shahih) 
Hadith : "Ketakwaan itu sumbernya di sini." Seraya beliau mengisyaratkan kepada dadanya (hatinya). (HR.Muslim)
HUTANG
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Baginda s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang menangguhkan hutang orang yang belum dapat membayarnya atau membebaskannya, pada hari kiamat kelak Allah s.w.t. akan menaunginya di bawah naungan Arasy, di mana pada hari tersebut tidak ada naungan kecuali naunganNya." (Hadis riwayat Imam Tirmizi)
IBADAH
Berbaik sangka terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR. Abu Dawud)
"Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam." (Hadith R.Muslim)
IBU BAPA
Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya, aku bertanya Rasulullah SAW: “Siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?” Rasulullah SAW menjawab : “Ibumu.” Kemudian aku bertanya, “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Kemudian aku bertanya: “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Kemudian aku bertanya: “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab, “Bapamu, kemudian orang yang paling hampir denganmu dan seterusnya.” (Hadis Riwayat at-Tirmizi)
Sabda rasulullah s.a.w yang maksudnya: “ Redha Allah bergantung pada redha dua ibu bapa, dan murka Allah bergantung pada murka kedua-dua ibu bapa.” [Riwayat al-Hakim] 
"Sesiapa yang membuat ibu dan bapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t." (Riwayat Bukhari)
Abdullah ibn Masud pernah bertanya kepada nabi s.a.w, “Apakah amalan yang paling Allah sukai?” Baginda menjawab, “Solat tepat pada waktunya.” Abdullah ibn Masud bertanya lagi, “Kemudian apa?” Baginda menjawab, “Melakukan kebaikan kepada kedua-dua ibu bapa.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Jihad kerana agama Allah.” (Sahih Bukhari dan Muslim) 
"Tidak ada pemberian ibu bapa yang paling berharga kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia." (HR. Bukhari) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Bertakwalah kepada Allah Subhanallahu wata'ala dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu." (HR Bukhari dan Muslim) 
“Kembalilah kepada kedua orangtua (ibu bapa) mu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR. Abu Dawud & Baihaqi)
IHSAN
Dari Abu Hurairah ra., di mana Malaikat Jibril bersoal jawab dengan Nabi : “Apakah itu Ihsan? Baginda menjawab : Sesungguhnya kamu beribadat kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya, walaupun kamu tidak melihatnya, akan tetapi Allah melihat kamu” [Hadith Riwayat Bukhari no. 50, Muslim]
Sabda Rasulullah s.a.w: "Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, nescaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya." (HR. Tirmidzi)
IKHLAS
Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya Allah S.W.T tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tetapi Dia melihat / memperhatikan niat dan keikhlasan dalam hatimu.” (HR Muslim) 
IKTIKAF
Dari Aisyah r.a: "Nabi s.a.w selalu beriktikaf pada 10 terakhir di bulan Ramadhan sehingga diwafatkannya oleh Allah kemudian diteruskan iktikaf (sunnah nabi ) oleh para isterinya " Riwayat Bukhari dan Muslim)
ILMU
"Dan Barangsiapa menempuh suatu jalan demi menimba ilmu agama, pasti Allah memudahkan baginya jalan menuju syurga" (HR Muslim). 
Rasulullah Shalallahu`alaihiwassalam bersabda :“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak.” (HR Abu Dawud )
“Tuntutlah ilmu & belajarlah (utk ilmu) ketenangan & kehormatan diri, & bersikaplah rendah hati kpd org yg mengajar kamu.” (HR. Al-Thabrani)
"Ilmu tidak dapat diraih dengan mengistirahatkan badan (bermalas-malasan)." (HR Muslim) 
"Sesungguhnya Allah murka terhadap orang yang mahir terhadap ilmu dunia namun bodoh terhadap ilmu akhirat." (HR. Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Ilmu tidak dapat diraih dgn mengistirahatkan badan (bermalas-malasan)." ~ HR Muslim 
"Bila malaikat Allah dapati majlis zikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit." (HR. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Seorang mukmin itu tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama buat kali kedua." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 
IMAN
Sabda Nabi s.a.w: "Barangsiapa yg akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illallaah’, maka dia akan masuk syurga." (HR. Abu Daud) 
"Malu dan iman itu adalah teman seiring sejalan, jika yang satu diangkat nescaya terangkatlah pula yang satu lagi.” (Hadis riwayat Muslim) 
“Orang yg redha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai rasul, nescaya akan merasakan kelazatan iman.” [HR. Muslim] 
ISTIGHFAR
“Barangsiapa tak henti beristighfar, nescaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan perlepasan dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak diduga-duga”.  (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.)
"Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan." (Hadith: R. Abu Daud)
ISTIQOMAH
Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.  [HR Abu Dawud]
"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis: "Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (berterusan) meskipun sedikit." (HR. Bukhari) 
ISTIGHFAR
Rasulullah S.A.W bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
"Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan." (HR Abu Daud) 
Rasulullah s.a.w bersabda: "“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim)
JUMAAT
“Sebaik-baik hari dalam seminggu adalah hari Jumaat. Padanya Allah mencipta Nabi Adam, dan padanya juga dimasukkan ke Syurga, dan padanya juga dikeluarkan. Dan tidak terjadi hari Kiamat melainkan pada hari Jumaat.” (Hadis dari Abu Hurairah r.a, riwayat 5 perawi kecuali Bukhari)
DIAM ATAU TIDAK BERSUARA SEWAKTU MENDENGAR KHUTBAH JUMAAT  Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila engkau berkata kepada temanmu, diamlah! pada hari Jumaat. Padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu benar-benar telah melakukan satu perkara yang sia-sia iaitu lalai. (Hadis)
Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Tirmidzi)
JUJUR
Wajib atas kalian untuk jujur,kerana kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan & kebaikan itu akan membimbing menuju syurga. (HR.Bukhari) 
Sabda Nabi S.A.W: "Tinggalkanlah yang meragukanmu, kerana  kejujuran adalah ketenteraman, dan kebohongan adalah kebimbangan." (HR. Tirmidzi)
KEBAIKAN
"Barangsiapa mengajarkan kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim) 
KEBERSIHAN
Sabda Rasulullah saw: “Kebersihan adalah separuh daripada iman”. (Riwayat Muslim)
KEKUATAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah." (HR Muslim)
KELUARGA
"Orang yang baik antara kamu adalah orang paling berlaku baik terhadap isterinya dan akulah orang paling baik terhadap isteri dari kalangan kamu." (Hadis riwayat at-Tirmizi)
"Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan tanggungjawab keluarga." (Hadis Riwayat Abu Dawud).
Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukan kelembutan kepada mereka. (HR Ahmad)
KEMAAFAN
Sabda Nabi s.a.w : "Allah akan mengangkat derajat orang yang memberi maaf kepada orang lain." (HR.Muslim)
KESIHATAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Jauhilah kamu makan dan minum yg berlebih-lebihan, kerana yg demikian dapat merosak kesihatan tubuh." (HR.Bukhari) 
KIAMAT
Rasulullah s.a.w bersabda: "Tak akan terjadi kiamat sehingga ada dua kelompok yang saling berperang, dan keduanya mengaku satu agama." (HR. Bukhari-Muslim)
MASA
Rasulullah s.a.w bersabda: "Rebutlah 5 perkara sebelum 5 perkara; masa muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, sihat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati." (Hadis riwayat Imam Ahmad)
MAHRAM
Janganlah seorang lelaki duduk berdua2an dengan perempuan bukan mahram karena ada yang ketiganya iaitu syaitan. (Hadis Riwayat Abu Daud) 
MASA
Hadis: “Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara, hidupmu sebelum matimu, sihatmu sebelum sakitmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum miskinmu.” (Riwayat al Hakim) 
NIAT
"Mulailah perbuatan yang baik dengan bismillah, agar kebaikan itu sempurna." (HR Abu Dawud)
PEKERJAAN
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim) 
"Lakukanlah pekerjaan itu pada puncak kemampuanmu." (HR Buhari Muslim)
PENYAKIT
Daripada Abu Hurairah, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Umatku akan ditimpa penyakit yang pernah menimpa umat dahulu.  Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah penyakit umat dahulu itu?”.  Lalu Nabi menjawab : "[1] Terlalu banyak berseronok [2] terlalu mewah [3] menghimpunkan harta sebanyak mungkin [4] tipu menipu dalam merebut harta benda dunia [5] saling memarahi [6] saling dengki sehingga timbulnya zalim-menzalimi." (HR Al-Hakim)
PERNIAGAAN
“Peniaga yang benar lagi amanah bersama-sama para nabi, orang-orang yang benar (siddiqqin) serta para syuhada.” (Hadis riwayat Tirmidzi)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada." (HR Tirmidzi)
PERSAUDARAAN
Sabda Rasulullah s.a.w: “Tiga perkara yang boleh mengeratkan persahabatan dengan saudaramu iaitu memberi salam apabila bertemu dengannya dan menyediakan tempat duduknya dalam sesuatu majlis serta panggilah ia dengan nama yang paling disenanginya.” [Riwayat Al-Tabrani]
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, jalinlah hubungan silaturrahim, sholatlah di waktu malam tatkala orang-orang masih tidur, pasti kamu semua masuk syurga dengan selamat dan sejahtera.” [Hadis Riwayat Tirmidzi 2409]
Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah di waktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Syurga dengan selamat.” (HR Tirmidzi) 
Dari ‘Aisyah r.a, dari nabi s.a.w beliau bersabda:”Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling suka bermusuhan.” [HR Bukhari]
Siapa ingin doanya terkabul/dibebaskan dari kesulitan, hendaknya ia membantu/mengatasi kesulitan orang lain. [HR Ahmad]
Dari Abu Hurairah r.a, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan hendaklah ia menghubungkan tali silaturrahim." [HR Bukhari; No.1695, Jilid 4]
Apabila engkau bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menghiraukan yang lain. (HR Muslim)
Daripada Anas r.a bahawa “ Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: ” Tidak ada seorang pun di antara kalian dipandang beriman sebelum ia menyayangi saudaranya sesama Muslim seperti halnya ia menyayangi dirinya sendiri.” (al-Bukhari)
Abu Burdah r.a berkata :"Rasulullah mengutus ayah ku iaitu Abu Musa dan Muaz ke Yaman, Nabi berkata:”Mudahkanlah dan janganlah kamu menyukarkan, Gembirakanlah dan jangan kamu menyusahkan dan berseia sekatalah kamu.” (Bukhari dan Muslim)
"Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari, Muslim)
"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya." (HR. Bukhari)
Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim) 
Orang Muslim itu adalah saudara, janganlah kamu menganiayanya, janganlah kamu menghinanya, dan janganlah kamu merosakkannya. (HR. Muslim) 
Diriwayatkan daripada Anas r.a: “ Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: ” Tidak ada seorang pun di antara kalian dipandang beriman sebelum ia menyayangi saudaranya sesama Muslim seperti halnya ia menyayangi dirinya sendiri.” (Al-Bukhari)
"Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Ath-Thabrani)
Sabda Rasulullah s.a.w.: "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yg baik atau diamlah.” (HR Bukhari dan Muslim)
"Sesiapa memberi kelonggaran org yg susah, nescaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat." (HR Muslim)
"Tidak ada dua orang Muslim yg bertemu kemudian bersalaman, melainkan diampuni dosa untuk keduanya sebelum berpisah." (HR. Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Seorang Muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain." (HR. Bukhari)
Sabda Rasulullah s.a.w : Hindarilah dengki kerana dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar." (HR Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim : 2699)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Hendaklah kamu bersopan santun dan janganlah kamu kasar atau berkata keji." (HR. Bukhari)
 "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari)
"Tidak ada orang yg memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya." (HR. Muslim)
"Janganlah berlumba dlm kebanggaan, janganlah saling mendengki, janganlah saling membenci, serta jangan kamu saling menjauhi." (HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Mencela muslim adalah suatu kefasikan sedangkan memerangi sesama muslim adalah kekufuran." (HR. Tirmidzi)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa beriman kpd Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam." (HR. Bukhari: 6475)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Allah akan mengangkat derajat orang yang memberi maaf kepada orang lain." (HR.Muslim)
Rasulullah saw bersabda : "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam : jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka bertanyalah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah' , dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke kubur)." (HR Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya dan tidak merosak (nama baiknya)." (HR. Muslim)
Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)
"Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat." (HR. Muslim)
PUASA/RAMADAN
Rasulullah SAW yang maksudnya : Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. (HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)
Daripada Abu Said al-Khudri r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak seorang pun daripada hamba Allah yang berpuasa sahari dengan niat kerana Allah, melainkan akan Allah jauhkan mukanya daripada kepanasan api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun lamanya.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Daripada Muaz bin Jabal r.a Nabi saw bersabda ” Tidakkah kamu mahu aku tunjukkan kepada kamu pintu kebaikan : Puasa adalah pelindung, sedekah memadam kesilapan seperti air memadam api, dan seorang insan solat pada penghujung malam. (Riwayat Tarmizi dan Ahmad)
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:"Puasa itu perisai dan benteng yang membentengi dari sentuhan api neraka.” (Riwayat Ahmad dan Baihaqi)
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)
Dari Abu Qatadah al-Anshari r.a. katanya:”Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari Arafah (9 Zulhijjah). Jawab baginda, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari asyura (10 Muharram). Jawab baginda, "Semoga dapat menghapuskan dosa tahun yang lalu". (HR Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa berpuasa pada Ramadan, kemudian diiringi dengan (puasa) enam hari Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.” (Riwayat Muslim)
Dari Qatadah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Puasa itu (hari Arafah) menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
* Lebih banyak hadis mengenai Puasa dan Ramadan di: http://www.ahmad-sanusi-husain.com/2012/06/koleksi-hadis-ramadan.html
QURAN
Sabda Rasulullah s.a.w: “Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama mana kamu berpegang dengan kedua-duanya, iaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” [Hadis riwayat al-Hakim]
Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sebaik-baik Ucapan adalah Kitab Allah Azza Wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam."[Hadith Muslim]
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku pada waktu malam sebuah Surah yg aku cintai lebih dari dunia ini dan isinya.” Pada riwayat yang lain, “yang lebih aku cintai daripada apa yang disinari oleh cahaya matahari.” Dan kemudian baginda membaca: “Innaa fatahnaa laka fatham mubiinaa (ayat pertama Surah al-Fath).” ( Riwayat Bukhari)
Tidaklah berhimpun suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca al-Quran dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka sakinah(rasa tenang) dilingkupi oleh rahmat, dikelilingi oleh Malaikat dan disebut oleh Allah dihadapan (Malaikat) yang berada dekatNya. (HR. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: " Bacalah kamu akan al-Quran, sesungguhnya (al-Quran) akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembaca-pembacanya ". (Riwayat Muslim)
Tidaklah berhimpun suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca al-Quran dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka sakinah(rasa tenang) dilingkupi oleh rahmat, dikelilingi oleh Malaikat dan disebut oleh Allah dihadapan (Malaikat) yang berada dekatNya. (HR. Muslim)  
Hiasilah al-Qur'an dgn suaramu. Sesungguhnya suara yg bagus dpt menjadikan al-Qur'an bertambah indah" (HR Bukhari)
Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya. [HR.Bukhari] 
Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yg selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR Thabrani)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Perumpamaan Mukmin yang membaca al-Quran adalah seperti limau yang mempunyai bau yang harum dan rasanya sedap. Manakala perumpamaan mukmin yang tidak membaca al-Quran pula adalah seperti tamar yang tidak ada bau tetapi rasanya manis dan sedap." (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: “Orang yang membaca al-Quran dan dia mahir dalam membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia lagi sangat taat...” (HR Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya kebaikan sepuluh kali ganda, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.” (Shahih HR. Tirmizi)
"Sesiapa yang sentiasa sibuk dengan al-Quran dan zikir mengingatiKu daripada meminta-minta kepadaKu, maka Aku akan anugerahkan perkara yang lebih baik daripada Aku anugerahkan kepada mereka yang sentiasa memohon kepadaKu itu. Dan kelebihan kalam Allah di atas segala kalam yang lain seperti lebihnya Allah di atas makhluk-Nya." (Hadith Qudsi)
"Perelokkan suara kamu dengan bacaan al-Quran." (riwayat Abu Daud)
Surah Al-Fatihah (1)
Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata, : "Demi Allah yang jiwaku ada dalam kekuasaannya. Dalam Taurat, Injil, Zabur dan Quran, tiada ada surah yang diturunkan sepertinya. Ia berisi tujuh ayat yang sering dibaca berulang-ulang (iaitu surah Al-Fatihah)," (Hadith Riwayat Tirmizi) 
Abu Hurairah juga meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata, : "Ibu Quran adalah surah al-fatihah, yang disebut sab'ul matsani." (Hadith Riwayat Bukhari.)
Ayat Kursi
Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. (HR. An-Nasa-i)
“Sesiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai solat wajib, maka tidak akan ada yang mencegahnya untuk masuk syurga, kecuali kematian.” (HR. An Nasa’i)
Abu Sa’id al-Khudri berkata; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya kerana dia menyangka bacaan itu tidak lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!” (HR  Imam Bukhari)
Surah Al-Kahfi (18) “Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Juma’at, nescaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Juma’at.” (HR Hakim 3349 dan Baihaqi)
Dari Abu Darda radliallahu `anhu dari Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al- Kahfi terjaga (terselamat) dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi) Dari Abu Darda radliallahu `anhu bahwa Nabi s.a.w bersabda: “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi akan terjaga (terselamat) dari fitnah Dajjal.” (HR. Imam Ahmad)
Surah Yaseen (36) Dari Anas RA dari Nabi SAW yang bersabda: “Sungguh bagi tiap sesuatu adalah jantung sedang jantung al-Quran adalah surah Yasin; maka Allah mencatat untuknya sebab bacaan surah Yasin tersebut senilai bacaan al-Quran sepuluh kali.”.” (HR At-Tirmizi)
Surah Ad-Dhukkan (44)
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa membaca Ad-Dukhan setiap malam, maka tujuh puluh ribu (70,000) malaikat memohon ampun untuknya.” (HR. Tirmidzi).
Daripada Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesiapa yang membaca surah “Haamim – Ad Dukhan” pada waktu malam; maka esoknya 70 ribu malaikat akan meminta ampun baginya“. (HR.Ibnu Katsir)
Surah Al-Mulk (67)
Jabir bin Abdullah r.a menceritakan,“Rasulullah tidak akan tidur hingga beliau membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk” [HR Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Hakim dalam Sahih al-Jami’ dan Silsilah Ahadis As-Sahihah]
“Sesungguhnya di dalam Al Quran terdapat tiga puluh ayat yang kandungannya akan memberi syafaat kepada orang yang membacanya sehingga ia akan mendapat keampunan dosanya iaitu Surah Al Mulk.” (riwayatkan oleh Abu Daud, At Tarmizi, An Nasa’i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
Daripada Anas Ibnu Malik berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Satu surah di dalam Al Quran menghadiahkan kepada pembacanya sehingga memasukkannya ke dalam syurga iaitu Tabarak-al-llazhi.”(Surah Al-Mulk) --- (HR At Tabrani)
Surah Al-Ikhlas (102) “Barangsiapa membaca Surah Al Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya. ( HR. At Tabrani )
Rasulullah SAW bersabda " Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas ketika memasuki rumah, maka hilanglah kefakiran penghuni rumah dan tetangganya". (HR At-Tabrani dan Ibnu Mas'ud - dlm kitab Sa'adatul Darain)
RASULULLAH s.a.w
Sabda Nabi s.a.w: "Tiada seorang beriman hingga aku (Muhammad SAW) lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Cintai apa yang dicintai Allah dan rasul-Nya, dan bencilah apa yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya." (HR. Ahmad)
REZEKI
Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram. (HR At-Tirmidzi)
Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dgn seorang mujahid di jalan Allah. (HR Ahmad) 
Orang yang paling menyesal pada hari Kiamat adalah orang yang memperoleh harta dari sumber tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka." - [HR Bukhari] 
"Bangunlah pagi hari utk mencari rezeki dan keperluanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan." (HR Ath-Thabrani)
Rasulullah s.a.w bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim)
"Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima sedaqah yang berasal dari harta yang diperolehi secara tidak halal." (HR Muslim)
"Bertakwalah kepada Allah,wahai manusia! Carilah rezeki secara baik, ambillah yang halal dan tinggalkan yg haram." (HR.Hakim)
SABAR
Sabda Rasulullah s.a.w : "Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran." (HR. Ahmad)
Sabda Nabi SAW: "Rahsia kebaikan seorang muslim adalah apabila ia bahagia, ia bersyukur dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar." [HR Muslim]
Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
Rasulullah (s.a.w) bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar." [HR. Hakim]
SALAM
Jika kamu hendak masuk rumah, maka sebaiknya kamu ucapkan salam, kerana hal itu akan membawa keberkahan bagi kamu dan keluargamu. [HR Tirmidzi]
"Sesungguhnya orang yg lebih utama di sisi Allah adalah orang yg memulai salam terlebih dahulu kepada orang lain." (HR Ahmad & Abu Daud)
SEDEKAH
Bersedekahlah dan jangan lama disimpan dan ditahan. Sebab Allah akan menahan (kurnia-Nya) untukmu. [HR.Bukhari] 
"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
"Ucapan yg baik merupakan sedekah dan setiap langkah yg diayunkan menuju sholat (berjamaah) merupakan sedekah." (HR.Bukhari)
"Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembang biakkan olehNya seperti gunung, maka bersedekahlah." (HR Bukhari Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: “Sedekah yg paling afdhal (baik) adalah sedekah yang dikeluarkan dalam bulan Ramadan.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Harta yg kamu makan akan habis, harta yg kamu pakai akan usang, tapi harta yg kamu sedekahkan akan menjadi tabunganmu." (HR.Muslim)
"Tidak diterima sholat yg dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima sedaqah yg berasal dari harta yg didapat secara tidak halal." (HR Muslim)
SELAWAT
Sabda Nabi s.a.w “ Orang yang bakhil ialah yang disebut namaku kepadanya lalu ia tidak mahu berselawat kepadaku.” [Hadis Riwayat Tirmidzi]
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, "Perbanyakkanlah membaca selawat padaku pada malam dan hari Jumaat, sesiapa yang membaca selawat untukku satu kali, Allah akan berselawat kepadanya 10 kali (Allah akan memberinya rahmat 10 kali)." [HR Al Baihaqi]
Sabda Nabi s.a.w “ Barangsiapa yang berselawat kepadaku satu kali , maka Allah berselawat kepadanya sepuluh kali selawat dan Allah menghapus sepuluh kesalahan (dosa) dan mengangkat sepuluh darjat kepadanya.” [Hadis Riwayat Ahmad,Nasai & Al-Hakim] 
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik hari ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atas ku pada hari tersebut. Sesungguhnya selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” [HR Abu Dawud]
"Jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti perkuburan dan jangan jadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Berselawatlah ke atasku kerana sesungguhnya selawat kalian akan sampai kepadaku di mana jua kalian berada" (Abu Daud)
SIKAP
Rasulullah SAW senantiasa optimis dan tidak pernah pesimis. Dia juga sangat menyukai nama yang indah. (HR. Ahmad)
SOLAT
‎"Batas pemisah di antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan solat" (HR Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a beliau mengatakan bahawa Rasulullah s.a.w pernah bersabda:”Orang yang luput solat Asarnya samalah ertinya dia telah kehilangan keluarga dan harta kekayaannya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)
Abu Muslim berkata kepada Abu Dzarr, “Pada saat manakah solat malam itu lebih utama?” Abu Dzarr menjawab , “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai perkara ini. Dia menjawab, “Pada tengah malam terakhir, tetapi sangat sedikit orang yang mahu melakukannya.” (Hadis Riwayat Ahmad)
Daripada Aisyah radhiallahu 'anha pula dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Dua rakaat sunat fajar (yakni sebelum solat fajar/subuh) adalah lebih baik nilainya daripada dunia dan apa saja yang ada di dalamnya ini (yakni dunia dan seisinya)." [Riwayat Muslim]
Nabi s.a.w bersabda, “Solat yang paling utama selepas solat fardu adalah solat malam (tahajud).” [HR Muslim]
Solat berjemaah melebihi solat bersendirian dengan 27 darjat (atau 27 kali ganda). (Hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Abdullah ibn Masud pernah bertanya kepada nabi s.a.w, “Apakah amalan yang paling Allah sukai?” Baginda menjawab, “Solat tepat pada waktunya.” Abdullah ibn Masud bertanya lagi, “Kemudian apa?” Baginda menjawab, “Melakukan kebaikan kepada kedua-dua ibu bapa.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Jihad kerana agama Allah.” (Sahih Bukhari dan Muslim) 
“Sesiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai solat wajib, maka tidak akan ada yang mencegahnya untuk masuk syurga, kecuali kematian.” (HR. An Nasa’i)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa suka bertemu Allah SWT dalam keadaan Muslim, hendaklah ia menjaga shalat lima waktu." (HR.Ibnu Majah) 
Sabda Rasulullah s.a.w : "Berilah khabar gembira kepada mereka yang berjalan di dalam gelap menuju ke masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat."  (HR: Abu Daud & al-Tarmizi) 
"Rasulullah bila menghadapi suatu dilema (situasi yg sukar dan membingungkan) beliau shalat (Sunnah)." (HR Ahmad)
Saidina Uthman bin ‘Affan r.a meriwayatkan bahawa beliau telah mendengar Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang solat Isyak secara berjamaah seumpama bangun mengerjakan qiam separuh malam dan barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjamaah seumpama dia solat keseluruhan malam.” (HR Muslim)
“Dua rakaat fajar (solat sunat sebelum ataupun qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya, “(Hadis Riwayat Muslim)
"Sesungguhnya saat yg paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud." (HR Muslim)
"Rasulullah s.a.w shalat dhuha 8 rakaat dan melakukan salam setiap dua rakaat." (HR.Abu Daud)
‎"Solat Dhuha mendatangkan keberkatan rezeki dan menolak kemiskinan, tiada seorang memelihara solat Dhuha melainkan seorang ahli bertaubat. Barangsiapa yang mengerjakan solat Dhuha dengan istiqamah, niscaya diampuni dosanya oleh Allah, sekali pun dosanya sebanyak buih di lautan" (riwayat At-Tirmidzi) Rasulullah SAW bersabda: "Tiga perkara yang jangan dilambat-lambatkan, iaitu solat apabila telah masuk waktunya, jenazah apabila telah siap (urusan mandi dan kafan) dan anak gadis setelah ditemui (pasangan) yang sesuai untuknya." (H.R. Tirmidzi)
Dari Jabir r.a , katanya: Rasul s.a.w bersabda: "Anak kunci syurga ialah solat." (HR. Imam Ahmad)
"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu." (HR. An Nasa'I : 463)
"Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana" (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda,"Sekiranya manusia tahu betapa besarnya pahala mengumandangkan adzan dan menempati shaf pertama, kemudian mereka tidak boleh mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, nescaya mereka akan melakukan undian” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Zar RA berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW keluar pada musim sejuk semasa daun-daun gugur, lantas Baginda memegang dahan dari sebatang pokok maka daun-daun tersebut mulai gugur dengan lebat dari dahan tersebut. Baginda SAW bersabda, ” Wahai Abu Zar.” Saya menyahut, “Saya, Ya Rasulullah.” Kemudian Baginda SAW bersabda, “Apabila seseorang Islam menunaikan solah untuk mendapat keredhaan ALLAH TAALA, dosanya gugur seperti gugurnya daun-daun ini dari pokok.” (Hadith riwayat Imam Ahmad)
SUAMI ISTERI
"Wanita yang menegakkan shalat 5 waktu, berpuasa Ramadhan, taat suami, akan masuk syurga dari pintu mana saja dia suka." (HR.Bukhari)
SUJUD
Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim) SUNNAH
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda:”Jika kamu memakai sandal (kasut), pakailah yang kanan terlebih dahulu. Tetapi jika membukanya, yang kiri dahulu dibuka. Maka yang kanan adalah yang mula-mula dipakai dan yang terakhir dibuka.” (al-Bukhari)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 'jika engkau ingin tidur, maka berwudhu'lah seperti wudhu'mu untuk sholat.'(HR. Abu Dawud : 5046)
Rasulullah saw. menggabungkan kedua tangannya dan meniupnya, dan membaca: surah al ikhlas, surah al falaq, surah an Nas. Kemudian beliau menyapukan kedua tangannya ke tubuhnya di mulai dari kepalanya, wajahnya, dan bahagian depan tubuhnya beliau s.a.w. membacanya sebanyak 3 kali. (HR. Bukhari) 
Dari Aisyah r.a berkata adalah nabi SAW sangat tertarik kepada mendahulukan yang kanan dalam memakai sepatu, menyisir rambut, berwudhu' dan segala urusannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
SYIRIK
Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Rasulullah mengulanginya tiga kali). [HR. Bukhari dan Muslim]
SYUKUR
Hadith:"Barang siapa yg tidak mensyukuri yg sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yg banyak." (HR. Ahmad)
Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah org yg berada di bawahnya. (HR.Bukhari)
SYURGA
Dari jabir r.a katanya, dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke syurga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah S.W.T belaka." (HR. Muslim)
Daripada Sahal bin Sa’ad RA katanya, sabda Rasulullah SAW, “Saya dan penjaga anak yatim berada dalam syurga begini, dan baginda menunjukkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan baginda merenggangkan antara kedua-dua jarinya”. (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:Setiap umatku masuk ke dalam syurga selain orang yang enggan. Mereka bertanya:Ya Rasulullah! Siapakah yang enggan itu? Jawab baginda:Siapa yang mematuhi perintahku, masuk syurga dan siapa yang melanggar perintahku maka sesungguhnya orang itu enggan. (HR. Al-Bukhari)
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, baginda bersabda: "Allah berfirman:Aku telah menyediakan untuk hamba-Ku yang soleh, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat (terlintas) dalam hati manusia." (HR. Al-Bukhari)
TAAT
Hadith : "Ketaatan hanya untuk perbuatan makruf." (HR. Al Bukhari)
Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebajikan. (HR Bukhari)
TAKDIR
Janganlah kamu mencurigai Allah terhadap sesuatu yang telah Dia takdirkan kepadamu" (HR Ahmad)
TAKWA
Takwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya). Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang Muslim." (HR. Tirmidzi) 
Rasulullah saw. bersabda yang bermaksud: “Tidak sampai seseorang hamba keperingkat golongan orang-orang bertaqwa, sehinggalah ia tidak melakukan perkara-perkara yang dilarang dan sentiasa berhati-hati daripada melakukan perkara-perkara yang menimbulkan keraguan (perkara-perkara Syubhat)”. [Riwayat at-Tarmizi] 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yg selalu takwa, selalu merasa cukup, dan berusaha menyembunyikan amal." [HR Muslim] 
Laksanakan segala apa yg diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yg paling bertakwa. (HR Thabrani) 
Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu kerana Allah, maka Allah akan memberinya ganti yang lebih baik. (HR. Ahmad)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, nescaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya." (HR Tirmidzi) 
Sabda Nabi s.a.w : “Perbanyakkanlah hal yg menyebabkan kalian masuk syurga, iaitu taqwa kpd ALLAH dan akhlak yg mulia.” (Riwayat Tirmidzi)
TAHAJJUD / QIYAMULLAIL
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, jalinlah hubungan silaturrahim, sholatlah di waktu malam tatkala orang-orang masih tidur, pasti kamu semua masuk syurga dengan selamat dan sejahtera.” [Hadis Riwayat Tirmidzi 2409]
Dari Jabir ra, ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” [HR. Muslim dan Ahmad]
Dari Abu Musa r.a, dari nabi s.a.w katanya:”Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tangan-Nya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari sehingga matahari terbit di Barat.” [HR Muslim] 
Dari Jabir r.a katanya, Rasulullah s.a.w ditanya orang:"Solat malam yang bagaimanakah yang lebih baik? Jawab Rasulullah s.a.w,: "Yang lama berdirinya.” [HR Muslim] 
Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yg selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR Thabrani) 
TAMU & JIRAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hendaknya ia memuliakan tamunya." (HR. Muslim)
TAUBAT
"Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan." (HR. Ahmad)
Dari Abu Musa r.a, dari nabi s.a.w katanya:”Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tangan-Nya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari sehingga matahari terbit di Barat.” [HR Muslim] 
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sekiranya anak Adam memiliki satu lembah daripada harta, nescaya ia mahu yang kedua dan sekiranya ia mempunyai dua lembah nescaya ia mahu yang ketiga. Tidak akan memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah sentiasa menerima taubat orang yang bertaubat.” (Riwayat Ahmad) 
Rasulullah s.a.w bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kpd-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali. 
(HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Pengampunan Allah lebih besar dari dosamu." (HR. Ath-Thabarani)
TAUHID
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati (HR Tirmidzi) 
ZAKAT
Ibnu Abbas menyatakan: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, untuk membersihkan orang yang berpuasa daripada ucapan yang tidak ada manfaatnya dan kata-kata yang kotor, serta untuk memberikan makanan kepada orang-orang miskin.” (Hadis Riwayat Abu Daud).
ZIKIR
Apabila kamu melewati taman-taman syurga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman syurga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (kelompok orang yang berzikir atau majlis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa membaca "SubhanALLAHi wabihamdih" 100x setiap hari nya maka berjatuhan dosa-dosa nya walau sebanyak buih di lautan." [Shahih Bukhari]
Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, iaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). [HR. Bukhari]
Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Aku dianjurkan membaca subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, lebih disukai dari apa-apa yang matahari terbit di atasnya” (H.R. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Tiada amal perbuatan anak Adam yg lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah." [HR. Ahmad]
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi ubat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”. (Hadis Riwayat Tabrani) 
Rasulullah menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). - [HR. Muslim]
"Bila malaikat Allah dapati majlis zikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit." --- Rasulullah s.a.w (HR Muslim) 
Biarlah setiap kamu mempunyai hati yang mengenang budi, lidah yang setiasa berzikir, dan seorang isteri yang beriman dan beramal soleh untuk membantu kamu menyiapkan diri untuk hari akhirat. - (Riwayat Abn Majah) 
Yang pertama kali dipanggil untuk masuk syurga ialah orang-orang yang selalu bertahmid kepada Allah baik pada saat senang maupun susah. (HR Ath-Thabrani) 
Rasulullah saw. pernah bersabda, "Sanggupkah kalian mengerjakan seribu kebajikan setiap hari ?" Maka bertanya salah seorang, "Bagaimana caranya kami mengerjakan seribu kebajikan setiap hari itu ?" Baginda menjawab, "Bacalah tasbih (menyebut Subhanallah) seratus kali, nescaya Allah Taala mencatat bagi kamu seribu kebajikan atau dihapus daripadanya seribu kesalahan." (HR. Muslim) 
Sabda Nabi s.aw: Seseorang yg membaca tasbih 100 kali itu dituliskan baginya 1000 kebaikan atau dihapuskan baginya seribu dosa." (HR.Muslim) 
"Perbezaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari & Muslim)
HADIS QUDSI
Rasulullah SAW bersabda: ["Firman Ar-Rabb (Allah SWT) 'Azzawajalla": "Barangsiapa yg menyibukkan diri dgn Al-Quran kerana mengingatiKu dan kerana meminta padaku, nescaya Aku akan berikan selebih-lebih baik daripada semua orang yg meminta padaKu. Dan kelebihan Kalam Allah itu ke atas semua Kalam seperti kelebihan Allah ke atas makhlukNya"]. (Riwayat Imam At-Tarmizi dari Abi Sa'id Al-Khudri) 
UMUM
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: ”Orang pintar ialah sesiapa yang memuliakan dirinya serta membuat persediaan untuk kehidupan selepas mati, sementara orang bodoh ialah sesiapa yang membiarkan dirinya mengikut hawa nafsu serta mengharapkan cita-citanya dikabulkan oleh Allah.” [Riwayat at-Tirmidzi]
Sabda Rasulullah s.a.w: Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. [HR. Al-Bukhari]
Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu melihat seseorang dikurniakan kelebihan dengan harta melimpah-limpah dan dengan kecantikan, maka lihatlah pula kepada orang yang serba kekurangan.” [Sahih Bukhari]
Rasulullah bersabda bermaksud: “Berbahagialah hidup di dunia bagi orang yang mengumpul kebajikan untuk bekalan hari akhiratnya, sehingga dia memperoleh reda Tuhannya. Dan celakalah hidup di dunia bagi orang yang dipengaruhi oleh dunia, hingga dia terhalang daripada (mengerjakan) amalan untuk akhiratnya, dan lalai untuk memperoleh reda Tuhannya.” (Hadis riwayat al-Hakim)
‎"Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka. " (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Ad Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi,. Abu Ha'nifah, Tabrani, dan Hakim).
Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri). (HR. Ibnu Majah)
Kebajikan itu ialah akhlak yg baik dan dosa itu ialah sesuatu yg merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR Muslim)
Jauhilah segala yang haram nescaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. (HR Ahmad)
“Jika aku memerintahkan sebuah perkara kepada kalian, lakukanlah dengan segala kemampuan kalian. Dan apa-apa yang telah aku larang kalian mengerjakannya tinggalkanlah.” (Hadis Sahih Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: Orang pandai adalah yg rendah diri pada Allah dan beramal untuk bekalan mati. Orang dungu adalah yg turutkan nafsu dan berangan-angan kosong. (HR Tirmidzi)
“Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan” (HR Ahmad)
“Kekayaan (yg hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yg hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup” [R. Bukhari-Muslim)
Org yg kerdil yaitu orang yg hanya mengikuti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan kpd Allah (HR Tirmidizi)
Sabda Nabi s.a.w: ”Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini. Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR al-Bukhari)
Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah (HR Muslim)
Termasuk baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan apa yang tidak berguna baginya (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah s.a.w: “Ada empat perkara, sesiapa yang melakukannya maka ia adalah seorang munafik tulen. Sesiapa yang melakukan satu daripada empat perkara itu, maka ia mempunyai salah satu daripada sifat munafik, hingga dia meninggalkannya . (Empat sifat itu ialah) apabila dipercayai ia khianat, apabila bercakap ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia mengenepikan kebenaran." (Riwayat Ahmad)
Biarlah setiap kamu mempunyai hati yang mengenang budi, lidah yang setiasa berzikir, dan seorang isteri yang beriman dan beramal soleh untuk membantu kamu menyiapkan diri untuk hari akhirat. (Riwayat Abn Majah)
Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik.” (Riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda:“Sesungguhnya Allah S.W.T tidak memandang kepada rupa paras dan harta benda kamu tetapi Allah hanya memandang kepada niat hati dan amalan-amalan kamu.” (Riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit sombong, kufur nikmat, dan lupa diri dalam memperoleh harta dan bermegah-megah dengan harta. Mereka terjurumus dalam jurang kemenangan dunia, saling bermusuhan, saling iri dengki dan dendam sehingga melakukan kezaliman. (Hadith Riwayat Al-Haakim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Berbicaralah kalian kepada mereka sesuai dengan kadar berfikir mereka." (Al-Hadith)
Author: Ayob Hussin
Posted: August 20, 2014, 7:25 am

 ADAB
Janganlah kalian makan dengan tangan kiri kerana syaitan itu juga makan dengan tangan kiri. (HR Muslim)
AKHLAK
Sabda Rasulullah s.a.w: “Bukanlah (golongan ini) daripada orang beriman yang sempurna imannya : orang yang suka mengecam, suka melaknat yang suka bercakap kufur dan yang suka mencarut” [Riwayat Ahmad] 
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berkata perkara yang baik atau diam. Dan sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka hendaklah ia memuliakan jirannya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaklah ia memuliakan tetamunya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim) 
Dari Aisyah r.a, isteri nabi s.a.w, dari nabi s.a w sabdanya:”Sesungguhnya ramah tamah dalam segala urusan menjadikan urusan itu cantik (berjaya). Tanpa ramah tamah nescaya setiap urusan menjadi buruk.” [HR Muslim] 
"Orang pintar itu ialah yang selalu menjaga dirinya (dari hal buruk) & banyak beramal untuk bekalnya di akhirat kelak." (HR.Tirmidzi) 
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah sekali-kali berduaan dengan wanita yang tidak disertai mahram.” (HR. Ahmad)
Sesungguhnya, ada 2 hal pada dirimu yg dicintai oleh Allah, iaitu lemah lembut dan tidak mudah marah. (HR Muslim)
"Seorang Muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain." (HR. Bukhari) 
"Tidak ada pemberian ibu bapa yang paling berharga kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia." (HR. Bukhari) 
"Sesungguhnya Allah benci kepada orang yang jelik budi pekertinya serta kotor lidahnya.” (Hadis riwayat Imam Tirmidzi) 
Sabda Nabi SAW: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari akhirat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud)
AKHIRAT
Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim) 
Rasulullah S.A.W bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksaan penghuni neraka ada hari Qiamat ialah seseorang yang diletakkan di bawah dua telapak kakinya bara api neraka sehingga mendidih otak yang ada dikepalanya. (dari sebab panasnya bara api neraka tersebut) Dia mengira bahawa tidak ada orang lain yang lebih dasyat siksaan daripadanya, padahal dialah orang yang paling ringan siksaannya". (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim)
Dari Abi Barzah al-Aslami, r.a, dari Nabi s.a.w, sabdanya : "Tidak berganjak kedua kaki seseorang dari tempat berdirinya di mahkamah Tuhan pada hari kiamat sehingga ia disoal tentang umurnya pada perkara apakah ia dihabiskan dan tentang ilmunya untuk apakah ia gunakan dan tentang harta bendanya dari manakah ia dapati dan pada perkara apakah ia belanjakan dan juga tentang tubuh badannya pada perkara apakah ia susutkan kemudaan dan kecergasannya?'' (HR. Al-Tirmizi)
Hadith : “Orang yang pandai adalah yang senantiasa membaiki diri dan menyiapkan bekal kematian.” (HR. At-Tirmidzi)
Sabda Nabi SAW: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari akhirat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik." (HR. Tirmidzi)
AKIDAH
Barangsiapa yang akhir perkataannya Laa ilaha illallah, dia akan masuk surga. [HR. Bukhari]
ALLAH
Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya rahmat-Ku (kasih sayangku) mengalahkan murka-Ku” (HR. Muslim, al-Bukhari, an-Nasa-i dan Ibnu Majah)
"Jagalah Allah, Dia pasti menjagamu. Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu." (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim)
"Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu kerana Allah, maka Allah akan memberinya ganti yang lebih baik." (HR. Ahmad)
"Berbaik sangka kepada Allah adalah termasuk dalam ibadah yang baik." (HR Abu Dawud)
"Kenalilah Allah waktu kamu senang, nescaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan." (HR. Tirmizi)
AMANAH /JUJUR
“Jujurlah kerana sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada syurga."(HR. Bukhari) 
ANAK YATIM
Rasulullah s.a.w bersabda, "Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di syurga seperti dua jari ini." Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya. (HR. Bukhari)
DAAWAH
Anas bin Malik r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya keluar berjuang di jalan Allah sepagi atau sepetang adalah lebih baik daripada dunia dan isinya. (Sahih Muslim: 3492)
Abu Burdah r.a berkata :”Rasulullah mengutus ayah ku iaitu Abu Musa dan Muaz ke Yaman, Nabi berkata:"Mudahkanlah dan janganlah kamu menyukarkan, Gembirakanlah dan jangan kamu menyusahkan dan berseia sekatalah kamu.” (Bukhari dan Muslim)
"Barangsiapa yang menunjukkan orang lain kebaikan maka pahalanya sama dengan orang yang melakukannya." (HR. Muslim)
DOA
Dari Jabir ra, ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” [HR. Muslim dan Ahmad]
“Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan kurnia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.” (HR: At-Tirmidzi)
"Ya Allah, aku belindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati, aku juga berlindung dari siksa kubur." [HR. Bukhari]
“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a .” (HR Tirmidzi 2065) 
“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR Tirmidzi) 
"Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (HR.Tirmidzi) 
Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)
Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya.  (HR Bukhari) 
"Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, memohonlah kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi) 
“Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah lemah.” (HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Barangsiapa yg ingin ditolong Allah saat tertimpa malapetaka dan kesempitan, maka perbanyaklah berdoa di saat lapang (senang)." (HR Tirmidzi) 
"Ya Allah! Sungguh aku berlindung kepadaMu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat." (HR Abu Daud) 
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." (Riwayat Ahmad, Bukhari, Abu Daud & al-Tarmizi)
Hadis: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yg lalai dan lengah. (Shahih Sunan At-Tirmidzi 2766) 
Rasulullah s.a.w bersabda: Allah SWT berfirman: "Aku ini berdasarkan prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku." (Muttafaqun ‘alaih)
Hadith : Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. (HR. Ahmad)
"Doa itu adalah otak ibadah." (HR Bukhari dan Muslim)
"Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang hatinya lalai dan tidak bersungguh-sungguh." [HR. Tirmidzi]
HADITH
"Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka." (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim) 
Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sebaik-baik Ucapan adalah Kitab Allah Azza Wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam."[Hadith Muslim]
HAJI
Dan tidak ada ganjaran lain bagi haji mabrur (haji yang baik) selain syurga." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmdizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik]
HALAL DAN HARAM
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Setiap jasad yang membesar daripada benda-benda yang haram maka api nerakalah yang layak baginya.” (Riwayat al-Baihaqi dan Abu Nuim)
Rasulullah s.a.w. bersabda: Lelaki yang memakai cincin emas di tangannya seolah-olah mengambil bara api kemudian ia diletakkan di tangannya. (Sahih Muslim) 
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknyua." (HR At Tirmidzi)
"Bertakwalah kepada Allah,wahai manusia! Carilah rezeki secara baik, ambillah yang halal dan tinggalkan yg haram." (HR.Hakim)
HARTA
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim) 
Tidak akan berkurang harta yang di sedekahkan, kecuali bertambah dan bertambah." (HR. Tirmidzi)
HATI
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Ketahuilah bahawa dalam jasad manusia ada seketul daging (segumpal darah), jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika rosak maka rosaklah seluruh anggota, itulah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)
"Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan." (HR. Al Hakim Shahih) 
Hadith : "Ketakwaan itu sumbernya di sini." Seraya beliau mengisyaratkan kepada dadanya (hatinya). (HR.Muslim)
HUTANG
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Baginda s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang menangguhkan hutang orang yang belum dapat membayarnya atau membebaskannya, pada hari kiamat kelak Allah s.w.t. akan menaunginya di bawah naungan Arasy, di mana pada hari tersebut tidak ada naungan kecuali naunganNya." (Hadis riwayat Imam Tirmizi)
IBADAH
Berbaik sangka terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR. Abu Dawud)
"Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam." (Hadith R.Muslim)
IBU BAPA
Daripada Muawiyah bin Haidatal Qusyairi katanya, aku bertanya Rasulullah SAW: “Siapakah orang yang paling patut aku berbuat baik?” Rasulullah SAW menjawab : “Ibumu.” Kemudian aku bertanya, “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Kemudian aku bertanya: “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab: “Ibumu.” Kemudian aku bertanya: “Lagi siapa?” Rasulullah menjawab, “Bapamu, kemudian orang yang paling hampir denganmu dan seterusnya.” (Hadis Riwayat at-Tirmizi)
Sabda rasulullah s.a.w yang maksudnya: “ Redha Allah bergantung pada redha dua ibu bapa, dan murka Allah bergantung pada murka kedua-dua ibu bapa.” [Riwayat al-Hakim] 
"Sesiapa yang membuat ibu dan bapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t." (Riwayat Bukhari)
Abdullah ibn Masud pernah bertanya kepada nabi s.a.w, “Apakah amalan yang paling Allah sukai?” Baginda menjawab, “Solat tepat pada waktunya.” Abdullah ibn Masud bertanya lagi, “Kemudian apa?” Baginda menjawab, “Melakukan kebaikan kepada kedua-dua ibu bapa.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Jihad kerana agama Allah.” (Sahih Bukhari dan Muslim) 
"Tidak ada pemberian ibu bapa yang paling berharga kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia." (HR. Bukhari) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Bertakwalah kepada Allah Subhanallahu wata'ala dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu." (HR Bukhari dan Muslim) 
“Kembalilah kepada kedua orangtua (ibu bapa) mu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR. Abu Dawud & Baihaqi)
IHSAN
Dari Abu Hurairah ra., di mana Malaikat Jibril bersoal jawab dengan Nabi : “Apakah itu Ihsan? Baginda menjawab : Sesungguhnya kamu beribadat kepada Allah seolah-olah kamu melihatnya, walaupun kamu tidak melihatnya, akan tetapi Allah melihat kamu” [Hadith Riwayat Bukhari no. 50, Muslim]
Sabda Rasulullah s.a.w: "Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, nescaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya." (HR. Tirmidzi)
IKHLAS
Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya Allah S.W.T tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tetapi Dia melihat / memperhatikan niat dan keikhlasan dalam hatimu.” (HR Muslim) 
IKTIKAF
Dari Aisyah r.a: "Nabi s.a.w selalu beriktikaf pada 10 terakhir di bulan Ramadhan sehingga diwafatkannya oleh Allah kemudian diteruskan iktikaf (sunnah nabi ) oleh para isterinya " Riwayat Bukhari dan Muslim)
ILMU
"Dan Barangsiapa menempuh suatu jalan demi menimba ilmu agama, pasti Allah memudahkan baginya jalan menuju syurga" (HR Muslim). 
Rasulullah Shalallahu`alaihiwassalam bersabda :“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak.” (HR Abu Dawud )
“Tuntutlah ilmu & belajarlah (utk ilmu) ketenangan & kehormatan diri, & bersikaplah rendah hati kpd org yg mengajar kamu.” (HR. Al-Thabrani)
"Ilmu tidak dapat diraih dengan mengistirahatkan badan (bermalas-malasan)." (HR Muslim) 
"Sesungguhnya Allah murka terhadap orang yang mahir terhadap ilmu dunia namun bodoh terhadap ilmu akhirat." (HR. Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Ilmu tidak dapat diraih dgn mengistirahatkan badan (bermalas-malasan)." ~ HR Muslim 
"Bila malaikat Allah dapati majlis zikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit." (HR. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Seorang mukmin itu tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama buat kali kedua." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) 
IMAN
Sabda Nabi s.a.w: "Barangsiapa yg akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illallaah’, maka dia akan masuk syurga." (HR. Abu Daud) 
"Malu dan iman itu adalah teman seiring sejalan, jika yang satu diangkat nescaya terangkatlah pula yang satu lagi.” (Hadis riwayat Muslim) 
“Orang yg redha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai rasul, nescaya akan merasakan kelazatan iman.” [HR. Muslim] 
ISTIGHFAR
“Barangsiapa tak henti beristighfar, nescaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan perlepasan dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak diduga-duga”.  (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.)
"Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan." (Hadith: R. Abu Daud)
ISTIQOMAH
Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.  [HR Abu Dawud]
"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit". (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis: "Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (berterusan) meskipun sedikit." (HR. Bukhari) 
ISTIGHFAR
Rasulullah S.A.W bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
"Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan." (HR Abu Daud) 
Rasulullah s.a.w bersabda: "“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim)
JUMAAT
“Sebaik-baik hari dalam seminggu adalah hari Jumaat. Padanya Allah mencipta Nabi Adam, dan padanya juga dimasukkan ke Syurga, dan padanya juga dikeluarkan. Dan tidak terjadi hari Kiamat melainkan pada hari Jumaat.” (Hadis dari Abu Hurairah r.a, riwayat 5 perawi kecuali Bukhari)
DIAM ATAU TIDAK BERSUARA SEWAKTU MENDENGAR KHUTBAH JUMAAT  Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila engkau berkata kepada temanmu, diamlah! pada hari Jumaat. Padahal imam sedang berkhutbah, maka kamu benar-benar telah melakukan satu perkara yang sia-sia iaitu lalai. (Hadis)
Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Tirmidzi)
JUJUR
Wajib atas kalian untuk jujur,kerana kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan & kebaikan itu akan membimbing menuju syurga. (HR.Bukhari) 
Sabda Nabi S.A.W: "Tinggalkanlah yang meragukanmu, kerana  kejujuran adalah ketenteraman, dan kebohongan adalah kebimbangan." (HR. Tirmidzi)
KEBAIKAN
"Barangsiapa mengajarkan kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim) 
KEBERSIHAN
Sabda Rasulullah saw: “Kebersihan adalah separuh daripada iman”. (Riwayat Muslim)
KEKUATAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah." (HR Muslim)
KELUARGA
"Orang yang baik antara kamu adalah orang paling berlaku baik terhadap isterinya dan akulah orang paling baik terhadap isteri dari kalangan kamu." (Hadis riwayat at-Tirmizi)
"Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan tanggungjawab keluarga." (Hadis Riwayat Abu Dawud).
Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukan kelembutan kepada mereka. (HR Ahmad)
KEMAAFAN
Sabda Nabi s.a.w : "Allah akan mengangkat derajat orang yang memberi maaf kepada orang lain." (HR.Muslim)
KESIHATAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Jauhilah kamu makan dan minum yg berlebih-lebihan, kerana yg demikian dapat merosak kesihatan tubuh." (HR.Bukhari) 
KIAMAT
Rasulullah s.a.w bersabda: "Tak akan terjadi kiamat sehingga ada dua kelompok yang saling berperang, dan keduanya mengaku satu agama." (HR. Bukhari-Muslim)
MASA
Rasulullah s.a.w bersabda: "Rebutlah 5 perkara sebelum 5 perkara; masa muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, sihat sebelum sakit, dan hidup sebelum mati." (Hadis riwayat Imam Ahmad)
MAHRAM
Janganlah seorang lelaki duduk berdua2an dengan perempuan bukan mahram karena ada yang ketiganya iaitu syaitan. (Hadis Riwayat Abu Daud) 
MASA
Hadis: “Rebutlah lima perkara sebelum datang lima perkara, hidupmu sebelum matimu, sihatmu sebelum sakitmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum miskinmu.” (Riwayat al Hakim) 
NIAT
"Mulailah perbuatan yang baik dengan bismillah, agar kebaikan itu sempurna." (HR Abu Dawud)
PEKERJAAN
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim) 
"Lakukanlah pekerjaan itu pada puncak kemampuanmu." (HR Buhari Muslim)
PENYAKIT
Daripada Abu Hurairah, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Umatku akan ditimpa penyakit yang pernah menimpa umat dahulu.  Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah! Apakah penyakit umat dahulu itu?”.  Lalu Nabi menjawab : "[1] Terlalu banyak berseronok [2] terlalu mewah [3] menghimpunkan harta sebanyak mungkin [4] tipu menipu dalam merebut harta benda dunia [5] saling memarahi [6] saling dengki sehingga timbulnya zalim-menzalimi." (HR Al-Hakim)
PERNIAGAAN
“Peniaga yang benar lagi amanah bersama-sama para nabi, orang-orang yang benar (siddiqqin) serta para syuhada.” (Hadis riwayat Tirmidzi)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada." (HR Tirmidzi)
PERSAUDARAAN
Sabda Rasulullah s.a.w: “Tiga perkara yang boleh mengeratkan persahabatan dengan saudaramu iaitu memberi salam apabila bertemu dengannya dan menyediakan tempat duduknya dalam sesuatu majlis serta panggilah ia dengan nama yang paling disenanginya.” [Riwayat Al-Tabrani]
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, jalinlah hubungan silaturrahim, sholatlah di waktu malam tatkala orang-orang masih tidur, pasti kamu semua masuk syurga dengan selamat dan sejahtera.” [Hadis Riwayat Tirmidzi 2409]
Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah di waktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Syurga dengan selamat.” (HR Tirmidzi) 
Dari ‘Aisyah r.a, dari nabi s.a.w beliau bersabda:”Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling suka bermusuhan.” [HR Bukhari]
Siapa ingin doanya terkabul/dibebaskan dari kesulitan, hendaknya ia membantu/mengatasi kesulitan orang lain. [HR Ahmad]
Dari Abu Hurairah r.a, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan hendaklah ia menghubungkan tali silaturrahim." [HR Bukhari; No.1695, Jilid 4]
Apabila engkau bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menghiraukan yang lain. (HR Muslim)
Daripada Anas r.a bahawa “ Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: ” Tidak ada seorang pun di antara kalian dipandang beriman sebelum ia menyayangi saudaranya sesama Muslim seperti halnya ia menyayangi dirinya sendiri.” (al-Bukhari)
Abu Burdah r.a berkata :"Rasulullah mengutus ayah ku iaitu Abu Musa dan Muaz ke Yaman, Nabi berkata:”Mudahkanlah dan janganlah kamu menyukarkan, Gembirakanlah dan jangan kamu menyusahkan dan berseia sekatalah kamu.” (Bukhari dan Muslim)
"Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari, Muslim)
"Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya." (HR. Bukhari)
Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim) 
Orang Muslim itu adalah saudara, janganlah kamu menganiayanya, janganlah kamu menghinanya, dan janganlah kamu merosakkannya. (HR. Muslim) 
Diriwayatkan daripada Anas r.a: “ Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: ” Tidak ada seorang pun di antara kalian dipandang beriman sebelum ia menyayangi saudaranya sesama Muslim seperti halnya ia menyayangi dirinya sendiri.” (Al-Bukhari)
"Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Ath-Thabrani)
Sabda Rasulullah s.a.w.: "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yg baik atau diamlah.” (HR Bukhari dan Muslim)
"Sesiapa memberi kelonggaran org yg susah, nescaya Allah akan memberi kelonggaran baginya di dunia dan akhirat." (HR Muslim)
"Tidak ada dua orang Muslim yg bertemu kemudian bersalaman, melainkan diampuni dosa untuk keduanya sebelum berpisah." (HR. Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Seorang Muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain." (HR. Bukhari)
Sabda Rasulullah s.a.w : Hindarilah dengki kerana dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar." (HR Abu Daud)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim : 2699)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Hendaklah kamu bersopan santun dan janganlah kamu kasar atau berkata keji." (HR. Bukhari)
 "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari)
"Tidak ada orang yg memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya." (HR. Muslim)
"Janganlah berlumba dlm kebanggaan, janganlah saling mendengki, janganlah saling membenci, serta jangan kamu saling menjauhi." (HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Mencela muslim adalah suatu kefasikan sedangkan memerangi sesama muslim adalah kekufuran." (HR. Tirmidzi)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa beriman kpd Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan sesuatu yang baik atau diam." (HR. Bukhari: 6475)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Allah akan mengangkat derajat orang yang memberi maaf kepada orang lain." (HR.Muslim)
Rasulullah saw bersabda : "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam : jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka bertanyalah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah' , dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke kubur)." (HR Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya dan tidak merosak (nama baiknya)." (HR. Muslim)
Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)
"Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat." (HR. Muslim)
PUASA/RAMADAN
Rasulullah SAW yang maksudnya : Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan. (HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)
Daripada Abu Said al-Khudri r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak seorang pun daripada hamba Allah yang berpuasa sahari dengan niat kerana Allah, melainkan akan Allah jauhkan mukanya daripada kepanasan api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun lamanya.” (Al-Bukhari dan Muslim)
Daripada Muaz bin Jabal r.a Nabi saw bersabda ” Tidakkah kamu mahu aku tunjukkan kepada kamu pintu kebaikan : Puasa adalah pelindung, sedekah memadam kesilapan seperti air memadam api, dan seorang insan solat pada penghujung malam. (Riwayat Tarmizi dan Ahmad)
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:"Puasa itu perisai dan benteng yang membentengi dari sentuhan api neraka.” (Riwayat Ahmad dan Baihaqi)
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)
Dari Abu Qatadah al-Anshari r.a. katanya:”Rasulullah s.a.w. ditanya orang tentang puasa hari Arafah (9 Zulhijjah). Jawab baginda, "Semoga dapat menghapus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang". Kemudian Nabi ditanya pula tentang puasa hari asyura (10 Muharram). Jawab baginda, "Semoga dapat menghapuskan dosa tahun yang lalu". (HR Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa berpuasa pada Ramadan, kemudian diiringi dengan (puasa) enam hari Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.” (Riwayat Muslim)
Dari Qatadah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Puasa itu (hari Arafah) menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
* Lebih banyak hadis mengenai Puasa dan Ramadan di: http://www.ahmad-sanusi-husain.com/2012/06/koleksi-hadis-ramadan.html
QURAN
Sabda Rasulullah s.a.w: “Aku tinggalkan kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama mana kamu berpegang dengan kedua-duanya, iaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku.” [Hadis riwayat al-Hakim]
Rasulullah Sallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sebaik-baik Ucapan adalah Kitab Allah Azza Wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam."[Hadith Muslim]
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku pada waktu malam sebuah Surah yg aku cintai lebih dari dunia ini dan isinya.” Pada riwayat yang lain, “yang lebih aku cintai daripada apa yang disinari oleh cahaya matahari.” Dan kemudian baginda membaca: “Innaa fatahnaa laka fatham mubiinaa (ayat pertama Surah al-Fath).” ( Riwayat Bukhari)
Tidaklah berhimpun suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca al-Quran dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka sakinah(rasa tenang) dilingkupi oleh rahmat, dikelilingi oleh Malaikat dan disebut oleh Allah dihadapan (Malaikat) yang berada dekatNya. (HR. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: " Bacalah kamu akan al-Quran, sesungguhnya (al-Quran) akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembaca-pembacanya ". (Riwayat Muslim)
Tidaklah berhimpun suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca al-Quran dan saling mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka sakinah(rasa tenang) dilingkupi oleh rahmat, dikelilingi oleh Malaikat dan disebut oleh Allah dihadapan (Malaikat) yang berada dekatNya. (HR. Muslim)  
Hiasilah al-Qur'an dgn suaramu. Sesungguhnya suara yg bagus dpt menjadikan al-Qur'an bertambah indah" (HR Bukhari)
Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya. [HR.Bukhari] 
Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yg selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR Thabrani)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Perumpamaan Mukmin yang membaca al-Quran adalah seperti limau yang mempunyai bau yang harum dan rasanya sedap. Manakala perumpamaan mukmin yang tidak membaca al-Quran pula adalah seperti tamar yang tidak ada bau tetapi rasanya manis dan sedap." (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: “Orang yang membaca al-Quran dan dia mahir dalam membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia lagi sangat taat...” (HR Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya kebaikan sepuluh kali ganda, aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf.” (Shahih HR. Tirmizi)
"Sesiapa yang sentiasa sibuk dengan al-Quran dan zikir mengingatiKu daripada meminta-minta kepadaKu, maka Aku akan anugerahkan perkara yang lebih baik daripada Aku anugerahkan kepada mereka yang sentiasa memohon kepadaKu itu. Dan kelebihan kalam Allah di atas segala kalam yang lain seperti lebihnya Allah di atas makhluk-Nya." (Hadith Qudsi)
"Perelokkan suara kamu dengan bacaan al-Quran." (riwayat Abu Daud)
Surah Al-Fatihah (1)
Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata, : "Demi Allah yang jiwaku ada dalam kekuasaannya. Dalam Taurat, Injil, Zabur dan Quran, tiada ada surah yang diturunkan sepertinya. Ia berisi tujuh ayat yang sering dibaca berulang-ulang (iaitu surah Al-Fatihah)," (Hadith Riwayat Tirmizi) 
Abu Hurairah juga meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata, : "Ibu Quran adalah surah al-fatihah, yang disebut sab'ul matsani." (Hadith Riwayat Bukhari.)
Ayat Kursi
Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. (HR. An-Nasa-i)
“Sesiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai solat wajib, maka tidak akan ada yang mencegahnya untuk masuk syurga, kecuali kematian.” (HR. An Nasa’i)
Abu Sa’id al-Khudri berkata; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya kerana dia menyangka bacaan itu tidak lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!” (HR  Imam Bukhari)
Surah Al-Kahfi (18) “Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Juma’at, nescaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Juma’at.” (HR Hakim 3349 dan Baihaqi)
Dari Abu Darda radliallahu `anhu dari Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al- Kahfi terjaga (terselamat) dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi) Dari Abu Darda radliallahu `anhu bahwa Nabi s.a.w bersabda: “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi akan terjaga (terselamat) dari fitnah Dajjal.” (HR. Imam Ahmad)
Surah Yaseen (36) Dari Anas RA dari Nabi SAW yang bersabda: “Sungguh bagi tiap sesuatu adalah jantung sedang jantung al-Quran adalah surah Yasin; maka Allah mencatat untuknya sebab bacaan surah Yasin tersebut senilai bacaan al-Quran sepuluh kali.”.” (HR At-Tirmizi)
Surah Ad-Dhukkan (44)
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa membaca Ad-Dukhan setiap malam, maka tujuh puluh ribu (70,000) malaikat memohon ampun untuknya.” (HR. Tirmidzi).
Daripada Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesiapa yang membaca surah “Haamim – Ad Dukhan” pada waktu malam; maka esoknya 70 ribu malaikat akan meminta ampun baginya“. (HR.Ibnu Katsir)
Surah Al-Mulk (67)
Jabir bin Abdullah r.a menceritakan,“Rasulullah tidak akan tidur hingga beliau membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk” [HR Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Hakim dalam Sahih al-Jami’ dan Silsilah Ahadis As-Sahihah]
“Sesungguhnya di dalam Al Quran terdapat tiga puluh ayat yang kandungannya akan memberi syafaat kepada orang yang membacanya sehingga ia akan mendapat keampunan dosanya iaitu Surah Al Mulk.” (riwayatkan oleh Abu Daud, At Tarmizi, An Nasa’i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
Daripada Anas Ibnu Malik berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Satu surah di dalam Al Quran menghadiahkan kepada pembacanya sehingga memasukkannya ke dalam syurga iaitu Tabarak-al-llazhi.”(Surah Al-Mulk) --- (HR At Tabrani)
Surah Al-Ikhlas (102) “Barangsiapa membaca Surah Al Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya. ( HR. At Tabrani )
Rasulullah SAW bersabda " Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas ketika memasuki rumah, maka hilanglah kefakiran penghuni rumah dan tetangganya". (HR At-Tabrani dan Ibnu Mas'ud - dlm kitab Sa'adatul Darain)
RASULULLAH s.a.w
Sabda Nabi s.a.w: "Tiada seorang beriman hingga aku (Muhammad SAW) lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari) 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Cintai apa yang dicintai Allah dan rasul-Nya, dan bencilah apa yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya." (HR. Ahmad)
REZEKI
Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram. (HR At-Tirmidzi)
Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dgn seorang mujahid di jalan Allah. (HR Ahmad) 
Orang yang paling menyesal pada hari Kiamat adalah orang yang memperoleh harta dari sumber tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka." - [HR Bukhari] 
"Bangunlah pagi hari utk mencari rezeki dan keperluanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan." (HR Ath-Thabrani)
Rasulullah s.a.w bersabda : "Barangsiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya." (HR. Muslim)
"Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima sedaqah yang berasal dari harta yang diperolehi secara tidak halal." (HR Muslim)
"Bertakwalah kepada Allah,wahai manusia! Carilah rezeki secara baik, ambillah yang halal dan tinggalkan yg haram." (HR.Hakim)
SABAR
Sabda Rasulullah s.a.w : "Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran." (HR. Ahmad)
Sabda Nabi SAW: "Rahsia kebaikan seorang muslim adalah apabila ia bahagia, ia bersyukur dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar." [HR Muslim]
Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
Rasulullah (s.a.w) bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar." [HR. Hakim]
SALAM
Jika kamu hendak masuk rumah, maka sebaiknya kamu ucapkan salam, kerana hal itu akan membawa keberkahan bagi kamu dan keluargamu. [HR Tirmidzi]
"Sesungguhnya orang yg lebih utama di sisi Allah adalah orang yg memulai salam terlebih dahulu kepada orang lain." (HR Ahmad & Abu Daud)
SEDEKAH
Bersedekahlah dan jangan lama disimpan dan ditahan. Sebab Allah akan menahan (kurnia-Nya) untukmu. [HR.Bukhari] 
"Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
"Ucapan yg baik merupakan sedekah dan setiap langkah yg diayunkan menuju sholat (berjamaah) merupakan sedekah." (HR.Bukhari)
"Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembang biakkan olehNya seperti gunung, maka bersedekahlah." (HR Bukhari Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: “Sedekah yg paling afdhal (baik) adalah sedekah yang dikeluarkan dalam bulan Ramadan.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Harta yg kamu makan akan habis, harta yg kamu pakai akan usang, tapi harta yg kamu sedekahkan akan menjadi tabunganmu." (HR.Muslim)
"Tidak diterima sholat yg dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima sedaqah yg berasal dari harta yg didapat secara tidak halal." (HR Muslim)
SELAWAT
Sabda Nabi s.a.w “ Orang yang bakhil ialah yang disebut namaku kepadanya lalu ia tidak mahu berselawat kepadaku.” [Hadis Riwayat Tirmidzi]
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, "Perbanyakkanlah membaca selawat padaku pada malam dan hari Jumaat, sesiapa yang membaca selawat untukku satu kali, Allah akan berselawat kepadanya 10 kali (Allah akan memberinya rahmat 10 kali)." [HR Al Baihaqi]
Sabda Nabi s.a.w “ Barangsiapa yang berselawat kepadaku satu kali , maka Allah berselawat kepadanya sepuluh kali selawat dan Allah menghapus sepuluh kesalahan (dosa) dan mengangkat sepuluh darjat kepadanya.” [Hadis Riwayat Ahmad,Nasai & Al-Hakim] 
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik hari ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atas ku pada hari tersebut. Sesungguhnya selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” [HR Abu Dawud]
"Jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti perkuburan dan jangan jadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Berselawatlah ke atasku kerana sesungguhnya selawat kalian akan sampai kepadaku di mana jua kalian berada" (Abu Daud)
SIKAP
Rasulullah SAW senantiasa optimis dan tidak pernah pesimis. Dia juga sangat menyukai nama yang indah. (HR. Ahmad)
SOLAT
‎"Batas pemisah di antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan solat" (HR Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a beliau mengatakan bahawa Rasulullah s.a.w pernah bersabda:”Orang yang luput solat Asarnya samalah ertinya dia telah kehilangan keluarga dan harta kekayaannya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)
Abu Muslim berkata kepada Abu Dzarr, “Pada saat manakah solat malam itu lebih utama?” Abu Dzarr menjawab , “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai perkara ini. Dia menjawab, “Pada tengah malam terakhir, tetapi sangat sedikit orang yang mahu melakukannya.” (Hadis Riwayat Ahmad)
Daripada Aisyah radhiallahu 'anha pula dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Dua rakaat sunat fajar (yakni sebelum solat fajar/subuh) adalah lebih baik nilainya daripada dunia dan apa saja yang ada di dalamnya ini (yakni dunia dan seisinya)." [Riwayat Muslim]
Nabi s.a.w bersabda, “Solat yang paling utama selepas solat fardu adalah solat malam (tahajud).” [HR Muslim]
Solat berjemaah melebihi solat bersendirian dengan 27 darjat (atau 27 kali ganda). (Hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Abdullah ibn Masud pernah bertanya kepada nabi s.a.w, “Apakah amalan yang paling Allah sukai?” Baginda menjawab, “Solat tepat pada waktunya.” Abdullah ibn Masud bertanya lagi, “Kemudian apa?” Baginda menjawab, “Melakukan kebaikan kepada kedua-dua ibu bapa.” Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa?” Nabi menjawab, “Jihad kerana agama Allah.” (Sahih Bukhari dan Muslim) 
“Sesiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai solat wajib, maka tidak akan ada yang mencegahnya untuk masuk syurga, kecuali kematian.” (HR. An Nasa’i)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa suka bertemu Allah SWT dalam keadaan Muslim, hendaklah ia menjaga shalat lima waktu." (HR.Ibnu Majah) 
Sabda Rasulullah s.a.w : "Berilah khabar gembira kepada mereka yang berjalan di dalam gelap menuju ke masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat."  (HR: Abu Daud & al-Tarmizi) 
"Rasulullah bila menghadapi suatu dilema (situasi yg sukar dan membingungkan) beliau shalat (Sunnah)." (HR Ahmad)
Saidina Uthman bin ‘Affan r.a meriwayatkan bahawa beliau telah mendengar Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang solat Isyak secara berjamaah seumpama bangun mengerjakan qiam separuh malam dan barangsiapa mengerjakan solat Subuh secara berjamaah seumpama dia solat keseluruhan malam.” (HR Muslim)
“Dua rakaat fajar (solat sunat sebelum ataupun qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya, “(Hadis Riwayat Muslim)
"Sesungguhnya saat yg paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud." (HR Muslim)
"Rasulullah s.a.w shalat dhuha 8 rakaat dan melakukan salam setiap dua rakaat." (HR.Abu Daud)
‎"Solat Dhuha mendatangkan keberkatan rezeki dan menolak kemiskinan, tiada seorang memelihara solat Dhuha melainkan seorang ahli bertaubat. Barangsiapa yang mengerjakan solat Dhuha dengan istiqamah, niscaya diampuni dosanya oleh Allah, sekali pun dosanya sebanyak buih di lautan" (riwayat At-Tirmidzi) Rasulullah SAW bersabda: "Tiga perkara yang jangan dilambat-lambatkan, iaitu solat apabila telah masuk waktunya, jenazah apabila telah siap (urusan mandi dan kafan) dan anak gadis setelah ditemui (pasangan) yang sesuai untuknya." (H.R. Tirmidzi)
Dari Jabir r.a , katanya: Rasul s.a.w bersabda: "Anak kunci syurga ialah solat." (HR. Imam Ahmad)
"Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu." (HR. An Nasa'I : 463)
"Bila engkau melakukan sholat maka sholatlah kamu, seperti orang yang akan meninggalkan alam fana" (HR Ibnu Majah & Imam Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda,"Sekiranya manusia tahu betapa besarnya pahala mengumandangkan adzan dan menempati shaf pertama, kemudian mereka tidak boleh mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, nescaya mereka akan melakukan undian” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Zar RA berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW keluar pada musim sejuk semasa daun-daun gugur, lantas Baginda memegang dahan dari sebatang pokok maka daun-daun tersebut mulai gugur dengan lebat dari dahan tersebut. Baginda SAW bersabda, ” Wahai Abu Zar.” Saya menyahut, “Saya, Ya Rasulullah.” Kemudian Baginda SAW bersabda, “Apabila seseorang Islam menunaikan solah untuk mendapat keredhaan ALLAH TAALA, dosanya gugur seperti gugurnya daun-daun ini dari pokok.” (Hadith riwayat Imam Ahmad)
SUAMI ISTERI
"Wanita yang menegakkan shalat 5 waktu, berpuasa Ramadhan, taat suami, akan masuk syurga dari pintu mana saja dia suka." (HR.Bukhari)
SUJUD
Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim) SUNNAH
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda:”Jika kamu memakai sandal (kasut), pakailah yang kanan terlebih dahulu. Tetapi jika membukanya, yang kiri dahulu dibuka. Maka yang kanan adalah yang mula-mula dipakai dan yang terakhir dibuka.” (al-Bukhari)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 'jika engkau ingin tidur, maka berwudhu'lah seperti wudhu'mu untuk sholat.'(HR. Abu Dawud : 5046)
Rasulullah saw. menggabungkan kedua tangannya dan meniupnya, dan membaca: surah al ikhlas, surah al falaq, surah an Nas. Kemudian beliau menyapukan kedua tangannya ke tubuhnya di mulai dari kepalanya, wajahnya, dan bahagian depan tubuhnya beliau s.a.w. membacanya sebanyak 3 kali. (HR. Bukhari) 
Dari Aisyah r.a berkata adalah nabi SAW sangat tertarik kepada mendahulukan yang kanan dalam memakai sepatu, menyisir rambut, berwudhu' dan segala urusannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
SYIRIK
Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Rasulullah mengulanginya tiga kali). [HR. Bukhari dan Muslim]
SYUKUR
Hadith:"Barang siapa yg tidak mensyukuri yg sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yg banyak." (HR. Ahmad)
Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah org yg berada di bawahnya. (HR.Bukhari)
SYURGA
Dari jabir r.a katanya, dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke syurga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah S.W.T belaka." (HR. Muslim)
Daripada Sahal bin Sa’ad RA katanya, sabda Rasulullah SAW, “Saya dan penjaga anak yatim berada dalam syurga begini, dan baginda menunjukkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan baginda merenggangkan antara kedua-dua jarinya”. (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:Setiap umatku masuk ke dalam syurga selain orang yang enggan. Mereka bertanya:Ya Rasulullah! Siapakah yang enggan itu? Jawab baginda:Siapa yang mematuhi perintahku, masuk syurga dan siapa yang melanggar perintahku maka sesungguhnya orang itu enggan. (HR. Al-Bukhari)
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, baginda bersabda: "Allah berfirman:Aku telah menyediakan untuk hamba-Ku yang soleh, apa yang belum pernah mata melihat, belum pernah telinga mendengar dan belum pernah teringat (terlintas) dalam hati manusia." (HR. Al-Bukhari)
TAAT
Hadith : "Ketaatan hanya untuk perbuatan makruf." (HR. Al Bukhari)
Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, sesungguhnya ketaatan itu dalam kebajikan. (HR Bukhari)
TAKDIR
Janganlah kamu mencurigai Allah terhadap sesuatu yang telah Dia takdirkan kepadamu" (HR Ahmad)
TAKWA
Takwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya). Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang Muslim." (HR. Tirmidzi) 
Rasulullah saw. bersabda yang bermaksud: “Tidak sampai seseorang hamba keperingkat golongan orang-orang bertaqwa, sehinggalah ia tidak melakukan perkara-perkara yang dilarang dan sentiasa berhati-hati daripada melakukan perkara-perkara yang menimbulkan keraguan (perkara-perkara Syubhat)”. [Riwayat at-Tarmizi] 
Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yg selalu takwa, selalu merasa cukup, dan berusaha menyembunyikan amal." [HR Muslim] 
Laksanakan segala apa yg diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yg paling bertakwa. (HR Thabrani) 
Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu kerana Allah, maka Allah akan memberinya ganti yang lebih baik. (HR. Ahmad)
Sabda Rasulullah s.a.w : "Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, nescaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya." (HR Tirmidzi) 
Sabda Nabi s.a.w : “Perbanyakkanlah hal yg menyebabkan kalian masuk syurga, iaitu taqwa kpd ALLAH dan akhlak yg mulia.” (Riwayat Tirmidzi)
TAHAJJUD / QIYAMULLAIL
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, jalinlah hubungan silaturrahim, sholatlah di waktu malam tatkala orang-orang masih tidur, pasti kamu semua masuk syurga dengan selamat dan sejahtera.” [Hadis Riwayat Tirmidzi 2409]
Dari Jabir ra, ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” [HR. Muslim dan Ahmad]
Dari Abu Musa r.a, dari nabi s.a.w katanya:”Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tangan-Nya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari sehingga matahari terbit di Barat.” [HR Muslim] 
Dari Jabir r.a katanya, Rasulullah s.a.w ditanya orang:"Solat malam yang bagaimanakah yang lebih baik? Jawab Rasulullah s.a.w,: "Yang lama berdirinya.” [HR Muslim] 
Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yg selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR Thabrani) 
TAMU & JIRAN
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hendaknya ia memuliakan tamunya." (HR. Muslim)
TAUBAT
"Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan." (HR. Ahmad)
Dari Abu Musa r.a, dari nabi s.a.w katanya:”Allah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang bersalah siang hari, dan membentangkan tangan-Nya siang hari untuk menerima taubat orang yang bersalah malam hari sehingga matahari terbit di Barat.” [HR Muslim] 
Rasulullah s.a.w bersabda: “Sekiranya anak Adam memiliki satu lembah daripada harta, nescaya ia mahu yang kedua dan sekiranya ia mempunyai dua lembah nescaya ia mahu yang ketiga. Tidak akan memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah sentiasa menerima taubat orang yang bertaubat.” (Riwayat Ahmad) 
Rasulullah s.a.w bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kpd-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali. 
(HR. Muslim)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Pengampunan Allah lebih besar dari dosamu." (HR. Ath-Thabarani)
TAUHID
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati (HR Tirmidzi) 
ZAKAT
Ibnu Abbas menyatakan: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah, untuk membersihkan orang yang berpuasa daripada ucapan yang tidak ada manfaatnya dan kata-kata yang kotor, serta untuk memberikan makanan kepada orang-orang miskin.” (Hadis Riwayat Abu Daud).
ZIKIR
Apabila kamu melewati taman-taman syurga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman syurga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (kelompok orang yang berzikir atau majlis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa membaca "SubhanALLAHi wabihamdih" 100x setiap hari nya maka berjatuhan dosa-dosa nya walau sebanyak buih di lautan." [Shahih Bukhari]
Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, iaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). [HR. Bukhari]
Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Aku dianjurkan membaca subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, lebih disukai dari apa-apa yang matahari terbit di atasnya” (H.R. Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Tiada amal perbuatan anak Adam yg lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah." [HR. Ahmad]
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang mengucapkan La Haula Wala Quwwata illa billahi, maka ia akan menjadi ubat kepada 99 penyakit. Yang paling ringan adalah kebimbangan”. (Hadis Riwayat Tabrani) 
Rasulullah menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). - [HR. Muslim]
"Bila malaikat Allah dapati majlis zikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit." --- Rasulullah s.a.w (HR Muslim) 
Biarlah setiap kamu mempunyai hati yang mengenang budi, lidah yang setiasa berzikir, dan seorang isteri yang beriman dan beramal soleh untuk membantu kamu menyiapkan diri untuk hari akhirat. - (Riwayat Abn Majah) 
Yang pertama kali dipanggil untuk masuk syurga ialah orang-orang yang selalu bertahmid kepada Allah baik pada saat senang maupun susah. (HR Ath-Thabrani) 
Rasulullah saw. pernah bersabda, "Sanggupkah kalian mengerjakan seribu kebajikan setiap hari ?" Maka bertanya salah seorang, "Bagaimana caranya kami mengerjakan seribu kebajikan setiap hari itu ?" Baginda menjawab, "Bacalah tasbih (menyebut Subhanallah) seratus kali, nescaya Allah Taala mencatat bagi kamu seribu kebajikan atau dihapus daripadanya seribu kesalahan." (HR. Muslim) 
Sabda Nabi s.aw: Seseorang yg membaca tasbih 100 kali itu dituliskan baginya 1000 kebaikan atau dihapuskan baginya seribu dosa." (HR.Muslim) 
"Perbezaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari & Muslim)
HADIS QUDSI
Rasulullah SAW bersabda: ["Firman Ar-Rabb (Allah SWT) 'Azzawajalla": "Barangsiapa yg menyibukkan diri dgn Al-Quran kerana mengingatiKu dan kerana meminta padaku, nescaya Aku akan berikan selebih-lebih baik daripada semua orang yg meminta padaKu. Dan kelebihan Kalam Allah itu ke atas semua Kalam seperti kelebihan Allah ke atas makhlukNya"]. (Riwayat Imam At-Tarmizi dari Abi Sa'id Al-Khudri) 
UMUM
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: ”Orang pintar ialah sesiapa yang memuliakan dirinya serta membuat persediaan untuk kehidupan selepas mati, sementara orang bodoh ialah sesiapa yang membiarkan dirinya mengikut hawa nafsu serta mengharapkan cita-citanya dikabulkan oleh Allah.” [Riwayat at-Tirmidzi]
Sabda Rasulullah s.a.w: Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. [HR. Al-Bukhari]
Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu melihat seseorang dikurniakan kelebihan dengan harta melimpah-limpah dan dengan kecantikan, maka lihatlah pula kepada orang yang serba kekurangan.” [Sahih Bukhari]
Rasulullah bersabda bermaksud: “Berbahagialah hidup di dunia bagi orang yang mengumpul kebajikan untuk bekalan hari akhiratnya, sehingga dia memperoleh reda Tuhannya. Dan celakalah hidup di dunia bagi orang yang dipengaruhi oleh dunia, hingga dia terhalang daripada (mengerjakan) amalan untuk akhiratnya, dan lalai untuk memperoleh reda Tuhannya.” (Hadis riwayat al-Hakim)
‎"Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka. " (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Ad Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi,. Abu Ha'nifah, Tabrani, dan Hakim).
Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri). (HR. Ibnu Majah)
Kebajikan itu ialah akhlak yg baik dan dosa itu ialah sesuatu yg merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR Muslim)
Jauhilah segala yang haram nescaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. (HR Ahmad)
“Jika aku memerintahkan sebuah perkara kepada kalian, lakukanlah dengan segala kemampuan kalian. Dan apa-apa yang telah aku larang kalian mengerjakannya tinggalkanlah.” (Hadis Sahih Muslim)
Sabda Nabi s.a.w: Orang pandai adalah yg rendah diri pada Allah dan beramal untuk bekalan mati. Orang dungu adalah yg turutkan nafsu dan berangan-angan kosong. (HR Tirmidzi)
“Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan” (HR Ahmad)
“Kekayaan (yg hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yg hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup” [R. Bukhari-Muslim)
Org yg kerdil yaitu orang yg hanya mengikuti hawa nafsunya tetapi ia mengharapkan berbagai harapan kpd Allah (HR Tirmidizi)
Sabda Nabi s.a.w: ”Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini. Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR al-Bukhari)
Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah (HR Muslim)
Termasuk baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan apa yang tidak berguna baginya (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah s.a.w: “Ada empat perkara, sesiapa yang melakukannya maka ia adalah seorang munafik tulen. Sesiapa yang melakukan satu daripada empat perkara itu, maka ia mempunyai salah satu daripada sifat munafik, hingga dia meninggalkannya . (Empat sifat itu ialah) apabila dipercayai ia khianat, apabila bercakap ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia mengenepikan kebenaran." (Riwayat Ahmad)
Biarlah setiap kamu mempunyai hati yang mengenang budi, lidah yang setiasa berzikir, dan seorang isteri yang beriman dan beramal soleh untuk membantu kamu menyiapkan diri untuk hari akhirat. (Riwayat Abn Majah)
Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik.” (Riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda:“Sesungguhnya Allah S.W.T tidak memandang kepada rupa paras dan harta benda kamu tetapi Allah hanya memandang kepada niat hati dan amalan-amalan kamu.” (Riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit sombong, kufur nikmat, dan lupa diri dalam memperoleh harta dan bermegah-megah dengan harta. Mereka terjurumus dalam jurang kemenangan dunia, saling bermusuhan, saling iri dengki dan dendam sehingga melakukan kezaliman. (Hadith Riwayat Al-Haakim)
Rasulullah s.a.w bersabda: "Berbicaralah kalian kepada mereka sesuai dengan kadar berfikir mereka." (Al-Hadith)
Author: Ayob Hussin
Posted: August 20, 2014, 7:24 am

Semenjak dua menjak ini, kecoh berkenaan dengan isu:

"Adakah Yahanana itu selawat"??

Dan ada pihak yang mengatakan bahawa ianya bukan selawat bahkan tidak layak menggunakan nama "Selawat Perdana" sebagai Tema Program.

Maka kira Al-Faqir, mungkin mereka ini tidak memahami Rangkap-rangkap Qosidah Yahanana ini.

Pada Rangkap pertama:

ظهر الدين المؤيد بظهورالنبى أحمد
يا هنانا بمحمد ذَلك الفضل من الله

Maksud:
-->Telah muncul agama yang dibawa, Dengan munculnya Nabi Ahmad (Muhammad SAW), Betapa beruntungnya kami dengan adanya Muhammad SAW, Itulah anugerah termulia dari Allah.

Penerangan:
-->Rangkap pertama menjelaskan bahawa Agama Islam itu dibawa oleh seorang Rasul saw yang Mulia yang padanya merupakan sebuah kebenaran lagi yang terang lagi nyata.

Bukankah telah berfirman Allah swt didalam Surah Al Imran ayat 19 bahawa:

"ان الدين عند الله الاسلام"؟؟

Yakni:

"Sesungguhnya agama yang benar dan diredhai disisi Allah itu adalah Agama Islam"??

Maka sesudah dimaksudkan dengan pembawa kebenaran itu. Sekali lagi Syair ini menunjukkan bahawa betapa beruntungnya Kita menjadi Ummatnya Baginda saw yang diutuskan sebagai satu "Kebenaran"(pembawa kebenaran kepada sekalian Alam).

Bukankah telah berfirman Allah didalam Surah Yunus ayat 58:

"قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون"

Yakni:
Katakanlah: “Dengan kurniaan Allah dan rahmat-Nya, maka dengan itu hendaklah mereka bergembira. (Kurnia Allah dan rahmatNya) itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”َ

Bukankah lagi Allah swt telah berfirman:

"وما ارسلناك الا رحمة للعالمين"
Yakni:
"Tidak aku utuskan engkau(wahai Muhammad saw), melainkan untuk menjadi Rahmat bagi sekalian Alam"

Maka apakah salah jika kami melaungkan Kalimah "يا هنانا" yang sebagai rasa syukur kami pada Rahmat Allah yang Agung yakni Baginda Nabi saw??

Bukankah qasadnya diucapkan kalimah itu sebagai tanda Syukur?? Dan bukankah Syukur itu suatu Dzikir??

Pada rangkap kedua:

خص بالسبع المثانى وحوى لطف المعانى
ماله فى الخلق ثانى وعليه أنزل الله

Maksud:
--> Di istimewakan dengan ayat-ayat tujuh (Al-Fatihah), Dan penghimpun rahsia setiap makna.
Tiada ternilai kemuliaannya, Dan Allah mewahyukannya ke atasnya (Muhammad SAW).

Penerangan:
--> Maka dikatakan didalam Syair ini bahawa Surah Al-Fatihah itu "penghimpun rahsia setiap makna" yakni sebagai "Ummul Kitab". Kemudian diteruskan lagi dengan penceritaan tentang tingginya nilai Al-Qur'an itu sebagai panduan hidup didunia.

Telah Berfirman Allah swt didalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

"... الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان...."

"... diturunkan Al-Quran, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah...."

Bukankah telah bersabda Baginda saw:
"تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه"

"Aku tinggalkan kamu dua perkara yang jika engkau berpegang kepadanya nescaya engkau tidak akan sesat selama-lamanya, itulah Kitab Allah(Al-Qur'an) dan Sunnahku"

Maka benarlah apa yang dimaksudkan Syair ini bahawa Al-Qur'an itu satu perkara yang tersangat "Berharga".

Syair ini juga menceritakan bahawa Al-Qur'an itu diturunkan hanya kepada Sayyiduna wa Habibuna Muhammad saw.

Pada rangkap ketiga:

من مكة لما ظهر لأجله انشق القمر
وافتخرت ال مضر به على كل الانام

Maksud:
--> Dari Makkah apa yang kelihatan, Atas permintaannya (Muhammad SAW) bulan terbelah, Dan keturunan Kabilah Mudhar (Kabilah Muhammad SAW), Dibanggakan oleh seluruh manusia.

Penerangan:
-->Syair ini sekali lagi menceritakan tentang mukjizat-mukjizat Agung Sayyiduna wa Habibuna Muhammad saw yakni membelah Bulan.

Di riwayatkan daripada Anas Bin Malik ra:

Bahawa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah saw. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.

Pada rangkap ke Empat:

اطيب الناس خلقا وأجل الناس خلقا
ذكره غربا وشرقا سائر والحمد لله

Maksud:
--> Bagindalah manusia yang terbaik ciptaanNya, Dan teragung akhlaknya. Semua mengingatinya di barat dan di timur. Segala puji hanya bagi Allah.

Penerangan:
-->Apa yang diperkatakan penyair didalam rangkap ini telah didahului oleh Allah yakni didalam Surah Al-Qalam ayat 4:

"وانك لعلى خلق عظيم"

"Dan sesungguhnya engkau(wahai Muhammad saw), mempunyai Akhlak yang tersangat-sangat Mulia."

Allah swt sendiri mendahului memuji Baginda saw dengan pujian yang Agung, jadi adakah salah jika kami memuji Baginda saw??.

Jika Allah sendiri yang memuji Nabi saw, pantaslah Baginda saw dipuji oleh setiap Mahluk yang ada dimuka bumi baik di timur juga dibarat, di selatan dan utara seperti yang dikatakan didalam Syair ini. Maka wajarlah kita bersyukur kepada Allah, dengan menjadi Ummatnya.

Pada Rangkap Kelima:

صلوا على خير الأنام المصطفى بدرالتمام
صلوا عليه وسلموا يشفع لنا يوم الزحام

Maksud:
--> Berselawatlah kepada sebaik-baik manusia, Yang terpilih bak Bulan Purnama. Selawatlah dan salam disampaikan kepadanya, Semoga kita mendapat syafaatnya di hari kebangkitan.

Penerangan:
-->Berselawatlah kepada Sebaik-baik manusia yakni Sayyidina Muhammad saw kerana Allah swt dan para Malaikat juga Berselawat kepadanya.

Berfirman Allah swt:

"إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما"

Maksudnya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya dan ucaplah salam penghormatan kepadanya."

Bait terakhir Syair ini merupakan Selawat kepada Baginda Nabi saw dan Doa agar dikurniakan Syafaat oleh Baginda saw.

Sudah terang lagi Bersuluh Bahawa Bait terakhir dalam Syair ini adalah kalimat Selawat kepada Baginda Nabi saw.

Apakah Yahanana masih bukan selawat??

Mungkin mereka terlepas pandang bahawa didalam Qosidah Yahanana adanya Sirah, Dzikir Dan Selawat.

Perlulah sedar bahawa yang mengarang Qosidah ini bukan Orang Jahil tetapi Orang yang tersangat 'Alim, Setiap rangkap Mempunyai Dalil. Bahkan mereka yakni Ulamak-ulamak yang mengarang Qosidah ini bertaraf Wali.

Tanya Diri, "Siapa kita"??

Wallahu Alam.
Allahu Haq!!
Hidayah seluruh Alam!!

-Al-Faqir wal Haqir Ahmad Syarifudin Bin Samsudin Al-Fahani An-Naqshbandi-
Author: Ayob Hussin
Posted: August 19, 2014, 9:02 am

Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat

Posted by Edwin Engelen.
 
 
 
 
 
 
103 Votes

BAB I
HAKIKAT PENGENALAN DIRI.
Assalamu Alaikum Brothers…………………….
Tema pada saat ini yg saya mau uraikan adalah SANGAT2 RAHASIA, Beruntunglah, Berbahagialah & Bersyukurlah kpd ALLAH SWT, Karena penjelasannya TIDAK ADA DI BUKU2 LAINNYA, Dan ilmu2 AgamaNYA ALLAH SWT  tidak gampang ditemukan & tidak sebanding dengan harta & Material yang ada di muka bumi ini, maka tunduk sujud syukurlah KepadaNYA semoga penjelasan ini menjadi HIDAYAH bagi anda,……..AMIN
ini adalah kekuatan cahaya Dzikir yg ada pada diri manusia dgn 4 tingkatan ingatan fokus pada ALLAH SWT Sang Maha Bercahaya.
Makin dalam & fana (hampa) suatu fokus dzikir maka makin terlenalah Sang Hamba oleh fenomena kegaiban alam Nur Ilahiah. karena jika ingin mengenali ALLAH pahamilah tentang Gaib sesungguhnya ALLAH pun sifatNYA GAIB & Perkenalanmu KepadaNYA Takkkan habis sampai seumur hidupmu di dunia ini.
Seorang Hamba terkadang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya masih di dunia sehingga menerawang melintasi alam kegaiban nur Ilahiah yang tak ada batas akhirnya membutuhkan power energi cahaya dzikir yg kuat.
Jika sang Hamba berpikir bijak ia pasti kembali ke dunia ibarat orang yang lagi menyelam melihat cakrawala keindahan bawah laut tidak terlalu lama lalu ia kembali ke permukaaan dasar laut untuk persiapan oksigennya kembali.
Begitulah tehnik berzikir yang bijaksana saudara……………………………
Ketahuilah Brothers  secara realita banyak saudara2 kita yang ERROR oleh fenomena alam kegaiban ALLAH SWT ketika mengosongkan pikiran &  masuk dalam alam kefanaan (hampa) melalui dzikir 4 tingkatan Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat.
Padahal kalau ditelaah secara hakikat Alam fenomena visual kegaiban ALLAH SWT Takkan Habis oleh masa, batas, ruang & waktu ibaratnya kalo menghitung ilmu2-NYA ALLAH SWT takkan habis biarpun laut dijadikan tinta untuk menulis ayat2 ilmu ALLAH SWT Yang Maha Luas PengetahuanNYA Di Alam Jagat Raya (Q.s Al Kahfi : 109). Pohon dijadikan pena utk menulis ilmu2 Allah takkan pernah habis ilmu-Nya (Lukman:27)
Berikut ini adalah tuntunan2 dzikir:
  • Dzikir Syariat : “La Ilaha Illallah” diucapkan berulang2 dgn lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan/mulut tak berucap lagi, rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yg sama maknanya dengan Waktu 12 jam, dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT menciptakan setiap makhlukNYA di muka bumi.
  • Dzikir Tarekat : “ALLAH”ALLAH”ALLAH” diucapkan berulang2 di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran fana (hampa) lalu fokus pada nama tadi sehingga nama ALLAH tadi membuat & menciptakan alam bayangan hidup  didepan mata anda sendiri, jangan kaget & takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dgn ayat & doa : audzu billahi minas syathanir rajim…………… La ilaha illallah anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin……….lalu lafazkan… ALLAHU SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN ( Allah Yang Maha sejahtera, Maha Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yg beriman).
  • Dzikir Hakikat : “HU”HU”HU (DIA ALLAH) diucapkan dalam hati saja dengan keadaan fana (hampa) melalui perantaraan tarikan Nafas ke dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun nafas telah keluar, dalam bahasa ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin & yang ini adalah penyembuhan/pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara lahiriah & bathiniah serta secara hakikat dzikir”HU” sebenarnaya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan cahaya nafas yg sangat berharga pada manusia.
  • Dzikir Ma’rifat : ” HU”AH”-“HU”AH”-HU”AH” atau HU-WAH” (Dia ALLAH Bersamaku”) sebenarnya bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat & ma’rifat, dzikir tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas “HU” masuk kedalam “AH” keluar nafas, pada para sufi (wali Allah) ini adalah dzikir kenikmatan, kecintaan ( Mahabbatullah) yang sangat luas faedah hidayahnya & karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia2 Allah Swt pada gerakan kehidupan ini.
  • Dzikir rahasia  ma’rifat : ” Hu”wallahu Ahad (Allah Maha Tunggal)
Pada penjelasan diatas tentang dzikir sebenarnya kalau bicara tentang tingkatan pemahaman Agama dengan ilmun2NYA ALLAH SWT terdiri 7 fase tingkatan  :
  1. Syariat : mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangan-NYA
  2. Tarekat : Jalan spritual (kebatinan) menuju kepada-NYA
  3. Hakikat : Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awam KARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT.
  4. Ma’rifat : Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT.   seperti yang  dikatakan para Ahli Sufi Waliyullah “Man Arafa Nafsahu Fakade Arafa Rabbahu” Brgsiapa mengenal dirinya, niscaya pasti mengenali Tuhan-Nya,  jadi maknanya kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau Mengenali-Nya maka bersatulah wujud hakikimu BERSAMANYA… “Subhanallah Wabihamdihi”.
  5. Musyahadah : Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit & di bumi, ia menyaksikan-NYA bersama para wali2 ALLAH & nabi2 ALLAH & Khususnya Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW
  6. Mukasyaf : Terbukanya Hijab Tabir rahasia2 Allah seluruhnya di langit & di bumi, para mukasyaf saat ini hanya terdiri dari 111 orang saja di  seluruh  dunia & setiap ada wafat ada yang menggantikan Wali tersebut, jadi  berbahagialah hamba yang telah menemukannya & menemuinya. karena mereka biasanya gak terkenal dan gak diketahui, gak sama dgn ustad2 yg “kondang” terkenal.
  7. Mahabbah : Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas & hidupnya ada  kasih sayang TuhanNYA Yang Maha Pemberi Nan Maha pemurah, tingkatan ini hanya ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, karena Maqom Kecintaan sendiri itu ada pada ke ikhlasan, kesabaran, istiqomah, Tawakkal, Keyakinan, Ketakwaan, tapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini & setiap ada yg kembali kehadirat-NYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat Berbahagialah di dunia & Akherat orang2 yang telah menjumpainya.
BAB II.
Ini adalah sambungan dari BAB I. yg baru saya jelaskan lagi tentang arti makna Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Makrifat.
ALHAMDULILLAH dengan adanya tulisan2 saya ini sangat banyak sekali peminat nya yg mau berkunjung & berkomentar di dalam blog ini. Itu TANDA bahwa masih banyak dr saudara2ku yg MENCINTAI tentang hakikat pemahaman ISLAM.
Dzikir diatas hanya untuk sebagai pengantar “Keyakinan” bagi org2 yg berjalan di jalan Tasawuf & Yg sudah mengenali hakikat dirinya dan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala.
Karena Di zaman sekarang ini banyak sekali perbedaan2 antar umat Islam dgn pemahaman2 ISLAM yg radikal, Bid’ah, menambah2 Ayat Al-quran & Al-hadist, dan yg saling meng-klaim bahwa “Alirannya lah yg terbaik”  dimata Allah, padahal Firman Allah: “Inna Dina Indallahil Islam” Agama yg diridhoi-diterima Allah adalah agama ISLAM.
Apakah ISLAM itu ?  maksudnya (Ingin Selamat Laksanakan Ajaran Muhammad) yg gak diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW jangan di ikuti. Dan semua Ajaran2 Baginda Nabi Muhammad SAW sudah tertera di dalam Al-Quran & Al-Hadist sebagai petunjuk & pedoman kehidupan di dunia sampai di akherat kelak.
ISLAM adalah agama perdamaian, saling memberikan rasa cinta & kasih kepada sesama muslim yg beriman & seluruh manusia, Agama FITRAH, dan dengan tidak ada pemaksaan masuk ke dalam agama ISLAM, kecuali org tersebut sdh ikhlas & Ridha bahwa Allah SWT sebagai Tuhan nya & Baginda Rasulullah sebagai Nabinya.
Dalam Uraian Pemahaman dzikir diatas saya telah bercerita panjangggg.. tentang Rahasia2 sesuatu, tapi YAKINLAH itu semua KHUSUS bagi saudara2ku yg berbudi baik nan pekerti luhur  & beriman, bertaqwa yg mau memegang TEGUH SYAHADAT & ISLAM (Ingin Selamat Lakukan Ajaran Muhammad)
Memang Pemahaman2 Dzikir diatas KHUSUS bagi org2 BENAR2 YAKIN & SUNGGUH2 ingin “MENGENAL DIRINYA” & “MENGENAL ALLAH SWT” Al Khaliq- Pencipta Alam semesta jagad raya. & pencipta lahir dan batin kita, jasmani-ruhani kita, Nampak dan Tiada Nampak, NYATA & GAIB, Logika dan Non Logika.
Karena org beriman selalu memandang TAJALLI kekuasaan Allah Swt secara NYATA pada AINUL YAKIN (Pandangan keyakinan) yg bergerak pd alam semesta & kekuasaan HAQQUL YAKIN (Pandangan mata hati) yg bernuansa secara GAIB yg bergerak dlm batin dan pd unsur Bayang2 kekuasaan ALLAH.
Diatasnya HAQQUL YAKIN  masih ada lagi KAMALUL YAKIN (kesempurnaan keyakinan) dan keyakinan ini bisa dirasakan setelah kita telah BERJUMPA dgn ALLAH di akherat nanti, Namun ada juga bagi org2 khusus Dicintai-NYA yg telah diberi hidayah KAROMAH-NYA  & yg telah dibukakan hijab-NYA pada “KAMALUL YAKIN” di dlm dunia.
Dan Dialah orang2 yg mau ber-makrifat kepada ALLAH SWT  & Orang2 tersebut selalu memandang pada kefanaan (hampa) bahwa dimuka bumi ini semua Fana “tidak ada” yg ADA cuma “WAJAH ALLAH & GERAK ALLAH SEMATA (LAA ILAHA ILLALLAH) & ini di abadikan dlm surah Ar-Rahman:26-27.
“Kullu Man Alaiha Fanin, Wa Yabqa Wajhu Rabbika Dzal Jalali Wal Ikram”.
Semua pasti binasa (TIADA), yg kekal hanya WAJAH TUHANMU yg Maha memiliki keagungan & kemuliaan.
Karena Semua punya akhir & Masanya Masing-masing……………………..
Adapun Tentang Makrifat:
1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :Awal agama adalah mengenal Allah.
2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.
3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKADE ARAFA RABBAHU Artinya :Barang siapa mengenal dirinya niscaya dia pasti akan mengenal Tuhannya.
4. ALASTUBIRABBIKUM QOLU BALA SYAHIDNA Artinya :Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 172)
5. AL INSANNU SIRRI WA ANNALLAHU SIRRUHU Artinya :Manusia itu rahasiaKU dan akupun ALLAH rahasia baginya.
6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :Aku ALLAH ada didalam Jiwamu mengapa kamu sendiri tidak dpt melihat (Q.s. Adz-Dzariyat:21)
7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :Aku ALLAH lebih dekat dari urat nadi lehermu.
8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.
9. INNAHU ALIMUN BIZATISH SHUDUR Artinya: Sesungguhnya AKU ALLAH maha mengetahui segala isi hati (Q.s AL MULK:13).
10. WA HUWA MA AKUM AINAMA KUNTUM Artinya: AKU ALLAH berada dimana saja kamu berada. (Q.s AL HADID:4).
11. “KEMANAPUN ENGKAU HADAPKAN WAJAHMU DISITULAH WAJAH ALLAH” (Al-baqarah : 115).
BAB III.
HAKIKAT NUR MUHAMMAD.
Alimul Fadhil H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari (Guru Sekumpul) pernah menyinggung dan menguraikan pembahasan tentang salah satu tema yang selalu aktual diperbincangkan dalam dunia tasawuf, yakni wacana tentang ‘Nur Muhammad’ dalam salah satu pengajian beliau di Komplek al-Raudah Sekumpul Martapura. Untuk membutiri kembali pandangan tentang Nur Muhammad dimaksud seiring dengan peringatan haul beliau yang ke-5 tahun ini (5 Rajab 1431 H ─ 17 Juni 2010 M) berikut tulisan ini dihadirkan guna pencerahan. Apakah yang dimaksud dengan Nur Muhammad tersebut?
Dalam kitab Hikayat Nur Muhammad diceritakan bahwa tubuh manusia (anak Adam) mengandungi tiga unsur, yakni jasad, hati dan roh. Di dalam roh terdapat hakikat, di dalam hakikat tersimpan rahasia, rahasia itulah yang dinamakan makrifah Allah. Di dalam makrifah pula ada zat yang tidak menyerupai sesuatu pun.
Rahasia atau makrifah Allah ini dinamakan Insan Kamil. Insan Kamil dijadikan dari Nur yang melimpah dari zat Haqq Ta’ala.
Menurut riwayat, sumber cerita tentang kejadian Nur Muhammad ini bermula dari biografi Nabi Muhammad yang ditulis oleh Ibnu Ishaq (sejarawan Islam). Dalam biografi tersebut, Ibnu Ishaq ada mencatat riwayat yang menyatakan bahwa Allah telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad Saw.
Kemudian terdapat sejumlah hadis yang menerangkan tentang Nur tersebut, antaranya, “sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)………”.
Beragam pandangan terhadap hadis ini, ada yang menyatakan maudhu’ (tertolak), dhaif (lemah), bersumber dari falsafah Yunani, tetapi ada pula yang menyatakan bahwa riwayat tersebut boleh diterima karenanya sanadnya bersambung.
Hadis tersebut cukup panjang matannya dan diringkas sebagai berikut: “Dan telah meriwayatkan oleh Abdul Razak dengan sanadnya dari Jabir bin Abdullah ra, beliau berkata: “Ya Rasulullah, demi bapaku, engkau dan ibuku, khabarkanlah daku berkenaan awal-awal sesuatu yang Allah telah ciptakan sebelum sesuatu! Bersabda Nabi Saw: “Ya Jabir, sesungguhnya Allah menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’.
Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki Allah. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.
Dari nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. Allah kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berfirman: “Tulislah La ilaha illallah Muhammad Rasulullah.” Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.”
Ketika Allah telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan Allah dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung.
Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.………dan seterusnya.
Bagaimana penjelasan Guru Sekumpul tentang Nur Muhammad tersebut? Secara ringkas penjelasan beliau sebagaimana konten materi pengajian yang bertemakan tentang ‘Kesempurnaan’ (penjelasan ini bahkan beliau ulang-ulang tidak kurang dari tiga kali) boleh diringkaskan sebagai berikut:
Beliau memulai penjelasannya dengan ungkapan yang sangat dikenal dalam dunia tasawuf, di mana untuk mengenal Tuhan seseorang harus terlebih dahulu mengenal akan dirinya.
Maksudnya, untuk sampai kepada pengenalan terhadap Tuhan, menurut Guru Sekumpul haruslah terlebih dahulu dipahami dua hal. Pertama, ia harus terlebih dahulu mengenal asal mula akan kejadian dirinya sendiri, dari mana, di mana dan bagaimana ia dijadikan? Kedua, ia harus terlebih dahulu mengetahui apa sesuatu yang mula-mula dijadikan oleh Allah Swt. Kedua perkara di atas menjadi prasyarat kesempurnaan bagi para penuntut (salik) dalam mengenal (makrifah) kepada Allah.
Adapun yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah Nur Muhammad Saw yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah Allah jadikan roh dan jasad alam semesta.
Bermula dari Nur Muhammad inilah maka sekalian roh (dan roh manusia) diciptakan Allah sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut kepada dan dari jasad Nabi Adam as. Karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’.
Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah berasal dari tanah (Nur Turab), tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad.
Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35), di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad.
Bertemu dan meleburlah kemudian roh dan jasad yang berisikan Nur Muhammad ke dalam hakikat Nur Muhammad yang sebenarnya. Tersebab bersumber pada satu wujud dan nama yang sama, maka roh dan jasad tersebut haruslah disatukan dengan mesra menuju kepada pengenalan Yang Maha Mutlak, Zat Wajibul Wujud yang memberi cahaya kepada langit dan bumi, dan yang semula menciptakan, sebagaimana mesranya hubungan antara air dan tumbuhan, di mana ada air di situ ada tumbuhan, dan dengan airlah segala makhluk dihidupkan (QS. Al-Anbiya 30).
Pengenalan terhadap hakikat Nur Muhammad inilah maqam atau stasiun yang terakhir dari pencarian akan makrifah kepada Allah, Martabat Nur Muhammad inilah martabat yang paling tinggi, dan pengenalan akan Nur Muhammad inilah yang menjadi ‘kesempurnaan ilmu atau ilmu yang sempurna’.
Menarik untuk mengkaji ulang penjelasan Guru Sekumpul di atas dengan membandingkannya kepada penjelasan tokoh-tokoh tasawuf yang juga membahas dan menyinggung tentang wacana ini.
Al-Hallaj yang mencetuskan teori hulul misalnya menyatakan bahwa Nur Muhammad mempunyai dua bentuk, yakni Nabi Muhammad yang dilahirkan dan menjadi cahaya rahmat bagi alam “tidaklah engkau diutus wahai (Muhammad Rasulullah Saw) melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam” (martabat al-a’yanu’l Kharijiyyah) dan yang berbentuk Nur (martabat a’yanu’l Thabitah).
Nur Muhammad adalah cahaya semula yang melewati dari Nabi Adam ke nabi yang lain bahkan berlanjut kepada para imam maupun wali; cahaya melindungi mereka dari perbuatan dosa (maksum); dan mengaruniai mereka dengan pengetahuan tentang rahasia-rahasia Illahi.
Allah telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelum diciptakan Adam as. Lalu, Allah menunjukkan kepada para malaikat dan makhluk lainnya, bahwa: “Inilah makhluk Allah yang paling mulia”. Oleh itu, harus dibedakan antara konsep Nur (Muhammad) sebagai manusia biasa (seorang Nabi) dan Nur Muhammad secara dimensi spiritual yang tidak dapat digambarkan dalam dimensi fisik dan realiti.
Menurut sufi, Muhyiddin Ibn Arabi, Nur Muhammad sebagai prinsip aktif di dalam semua pewahyuan dan inspirasi. Melalui Nur ini pengetahuan yang kudus itu diturunkan kepada semua nabi, tetapi hanya kepada Ruh Muhammad saja diberikan jawami al-qalim (firman universal).
Sedangkan menurut pencetus teori ‘insan kamil’, Abdul Karim bin Ibrahim al-Jili (1365-1428 M) dalam karyanya, al-Insan al-Kamil fî Ma’rifat al-Awakhir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Mengetahui Allah Sejak Awal hingga Akhirnya), menyatakan bahwa Nur Muhammad memiliki banyak nama sebanyak aspek yang dimilikinya. Ia disebut ruh dan malak apabila dikaitkan dengan ketinggiannya.
Tidak ada kekuasaan makhluk yang melebihinya, semuanya tunduk mengitarinya, karena ia kutub dari segenap malak. Ia disebut al-Haqq al Makhluq bih, (al-Haqq sebagai alat pencipta), hanya Allah yang tahu hakikatnya secara pasti. Dia disebut al-Qalam al-A’la (pena tertinggi) dan al-Aql al-Awal (akal pertama) karena wadah pengetahuan Tuhan terhadap alam maujud, dan Tuhanlah yang menuangkan sebagian pengetahuannya kepada makhluk.
Adapun disebut al-Ruh al-Ilahi (ruh ketuhanan) karena ada kaitannya dengan ruh al-Quds (ruh Tuhan), al-Amin (ruh yang jujur) adalah karena ia adalah perbendaharaan ilmu tuhan dan dapat dipercayai-Nya. Oleh itu, menurut Al-Jili, lokus tajalli al-Haq yang paling sempurna adalah Nur Muhammad. Nur Muhammad ini telah ada sejak sebelum alam ini ada, ia bersifat qadim lagi azali. Nur Muhammad itu berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, yakni Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga dalam bentuk nabi penutup (khatamun nabiyyin), Muhammad Saw.
Banyak lagi penjelasan dan pembahasan tentang Nur Muhammad dimaksud. Karena, memang sejak awal kedatangan dan perkembangan Islam di ‘Bumi Nusantara’, wacana Nur Muhammad dalam berbagai konteksnya sehingga sekarang, telah menarik perhatian umat Islam. Hal ini paling tidak didukung oleh tiga faktor.
Pertama, terlihat dari banyaknya salinan yang beredar pada masa itu berkenaan dengan ‘Hikayat Nur Muhammad’ Misalnya, Hikayat Nur Muhammad naskah Betawi yang disalin pada tahun 1668 M oleh Ahmad Syamsuddin Syah. Menurut Ali Ahmad (2005) sehingga sekarang, sekurang-kurangnya terdapat tujuh versi Hikayat Nur Muhammad.
Kedua, apresiasi terhadap konsep Nur Muhammad telah mendorong lahirnya karya klasik ulama Nusantara yang secara khusus berisikan pembahasan tentang teori ini. Antaranya adalah kitab Asrar al-Insan fi Makrifah al-Ruh wa al-Rahman karya Nuruddin al-Raniri (Aceh), tiga kitab karangan Hamzah Fansuri (Barus-Aceh); Asrar al-‘Arifin, Syarab al-‘Asyiqin, dan al-Muntahi, serta Nur al-Daqa’iq oleh Syamsuddin al-Sumaterani (Pasai).
Dalam kitab Asrar al-Insan dijelaskan bahwa Allah menjadikan Nur Muhammad dari tajalli (manifestasi) sifat Jamal-Nya dan Jalal-Nya, maka jadilah Nur Muhammad itu khalifah di langit dan di bumi; Nur Muhammad adalah asal segala kejadian di langit dan di bumi. Di dalam kitab Asrar al-’Arifin dibincangkan teori wahdah al-wujud yang semula diperkenalkan oleh Abdullah Arif dalam Bahr al-Lahut dan Ibnu Arabi, kemudian dikembangkan lagi oleh Muhammad bin Fadhlullah al-Burhanpuri melalui teori Martabat Tujuh dalam kitab Tuhfah al-Mursalah ila Ruh al-Nabi. Kemudian, dalam al-Muntahi, Hamzah menyatakan bahwa wujud itu satu yaitu wujud Allah yang mutlak. Wujud itu bertajalli dalam dua martabat; ahadiyah dan wahidiyah. Dalam kitab Nur al-Daqa’iq juga dibahas tentang wujudiyah dan martabat tujuh.
Variasi teori Nur Muhammad dalam bentuk martabat tujuh boleh didapati pembahasannya dalam beberapa kitab yang ditulis oleh ulama Melayu Nusantara, antaranya adalah dibahas dalam kitab Siyarus Salikin yang dikarang oleh Syekh Abdul Shamad al-Palimbani; kitab Manhalus Syafi (Uthman el-Muhammady, 2003) yang dikarang oleh Syekh Daud bin Abdullah al-Fathani; Pengenalan terhadap Ajaran Martabat Tujuh yang dikarang atau dinukilkan kepada Syekh Abdul Muhyi Pamijahan; dan kitab al-Durr al-Nafis yang di karang oleh Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Oleh itu, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari dengan kitabnya Al-Durr al-Nafis ditegaskan oleh Wan Mohd Shagir Abdullah (2000) sebagai salah seorang ulama Banjar penganjur ajaran tasawuf Martabat Tujuh di Nusantara.
Dalam teori martabat tujuh dipahami bahwa dunia manusia merupakan dunia perubahan dan pergantian, tidak ada sesuatu yang tetap di dalamnya. Segalanya akan selalu berubah, memudar, dan setelah itu akan mati. Oleh karena itulah, manusia ingin berusaha mengungkap hakikat dirinya agar dapat hidup kekal seperti Yang Menciptakannya. Untuk mengungkap hakikat dirinya, manusia memerlukan seperangkat pengetahuan batin yang hanya dapat dilihat dengan mata hati yang ada dalam sanubarinya. Seperangkat pengetahuan yang dimaksud adalah ilmu ma‘rifatullah.
Ilmu ma’rifatullah merupakan suatu pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman bagi manusia untuk mengenal dan mengetahui Allah. Ilmu ma‘rifatullah terbahagi menjadi dua macam, yaitu ilmu ‘makrifat tanzih’ (transeden) dan ‘ilmu makrifat tasybih’ (imanen). Tuhan menyatakan diri-Nya dalam Tujuh Martabat, yaitu martabat pertama disebut martabat tanzih (la ta‘ayyun atau martabat tidak nyata, tak terinderawi) dan martabat kedua sampai dengan martabat ketujuh disebut martabat tasybih (ta‘ayyun atau martabat nyata, terinderawi).
Yakni, martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Ahadiyyah (ke-’ada’-an Zat yang Esa); martabat Wahidiyyah (ke-’ada’-an asma yang meliputi hakikat realitas keesaan); Keempat, martabat Alam Arwah; martabat Alam Mitsal; martabat Alam Ajsam (alam benda); dan martabat Alam Insan.
Ketujuh proses perwujudan di atas, keberadaannya terjadi bukan melalui penciptaan, tetapi melalui emanasi (pancaran). Untuk itulah, antara martabat tanzih (transenden atau la ta‘ayyun atau martabat tidak nyata) dengan martabat tasybih (imanen atau ta‘ayyun atau martabat nyata) secara lahiriah keduanya berbeda, tetapi pada hakikatnya keduanya sama.
Seorang Sâlik yang telah mengetahui kedua ilmu ma‘rifatullah, baik Ma‘rifah Tanzih (ilmu yang tak terinderawi) maupun Ma‘rifah Tasybih (ilmu yang terinderawi), ia akan sampai pada tataran tertinggi, yaitu tataran rasa bersatunya manusia dengan Tuhan atau dikenal dengan sebutan Wahdatul-Wujûd.
Uraian tersebut dapat dianalogikan dengan air laut dan ombak. Air laut dan ombak secara lahiriah merupakan dua hal yang berbeda, tetapi pada hakikatnya ombak itu berasal dari air laut sehingga keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisah.
Ketiga, di Nusantara, Hikayat Nur Muhammad merupakan teks yang  populer sekitar abad ke-14 M. Ini dibuktikan dengan tersebar luasnya kitab yang berjudul Tarjamah Maulid al-Mustafa bertahun 1351 M (Ali Ahmad, 2005), dan disinggungnya wacana ini dalam kitab Taj al-Muluk, Qishah al-Anbiya, Bustan al-Salatin, atau Hikayat Ali Hanafiah.
Membandingkan apa-apa yang digambarkan oleh Guru Sekumpul berkenaan dengan Nur Muhammad dengan uraian-uraian ulama terdahulu tampaknya tidak jauh berbeda sebagaimana pandangan umum para sufi dalam melihat Nur Muhammad sebagai yang terawal diciptakan dan kemudiannya menjadi sumber dari segala penciptaan.
Di samping itu, menurut Guru Sekumpul maqam Nur Muhammad adalah maqam paling tinggi dari pencarian dan pendakian sufi menuju makrifah kepada Allah, tiada lagi maqam atau stasiun paling tinggi sesudah ini. Kesimpulannya, berbahagialah orang-orang yang dapat menyandingkan penyatuan sumber asal mula penciptaannya dalam satu harmoni, yakni Nur Muhammad, sebab ia berada pada satu kedudukan yang tinggi dan terbukanya segala hijab yang membatasinya.
Penciptaan Ruh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Saat Allah Subhanahu wa Ta’ala mengeluarkan keputusan Ilahiah untuk mewujudkan makhluq, Ia pun menciptakan Haqiqat Muhammadaniyyah (Realitas Muhammad –Nuur Muhammad) dari Cahaya-Nya. Ia Subhanahu wa Ta’ala kemudian menciptakan dari Haqiqat ini keseluruhan alam, baik alam atas maupun bawah. Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memberitahu Muhammad akan Kenabiannya, sementara saat itu Adam masih belum berbentuk apa-apa kecuali berupa ruh dan badan. Kemudian darinya (dari Muhammad) keluar tercipta sumber-sumber dari ruh, yang membuat beliau lebih luhur dibandingkan seluruh makhluq ciptaan lainnya, dan menjadikannya pula ayah dari semua makhluq yang wujud.
Dalam Sahih Muslim, Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menulis Taqdir seluruh makhluq lima puluh ribu tahun (dan tahun di sisi Allah adalah berbeda dari tahun manusia, peny.) sebelum Ia menciptakan Langit dan Bumi, dan `Arasy-Nya berada di atas Air, dan di antara hal-hal yang telah tertulis dalam ad-Dzikir, yang merupakan Umm al-Kitab (induk Kitab), adalah bahwa Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam adalah Penutup para Nabi. Al Irbadh ibn Sariya, berkata bahwa Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Menurut Allah, aku sudah menjadi Penutup Para Nabi, ketika Adam masih dalam bentuk tanah liat.”
Maysara al-Dhabbi (ra) berkata bahwa ia bertanya pada Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.”
Suhail bin Salih Al-Hamadani berkata, “Aku bertanya pada Abu Ja’far Muhammad ibn `Ali radiy-Allahu ‘anhu, `Bagaimanakah Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam bisa mendahului nabi-nabi lain sedangkan beliau akan diutus paling akhir?” Abu Ja’far radiy-Allahu ‘anhu menjawab bahwa ketika Allah menciptakan anak-anak Adam (manusia) dan menyuruh mereka bersaksi tentang Diri-Nya (menjawab pertanyaan-Nya, `Bukankah Aku ini Tuhanmu?’), Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam-lah yang pertama menjawab `Ya!’ Karena itu, beliau mendahului seluruh nabi-nabi, sekalipun beliau diutus paling akhir.”
Al-Syaikh Taqiyu d-Diin Al-Subki mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa karena Allah Ta’ala menciptakan arwah (jamak dari ruh) sebelum tubuh fisik, perkataan Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam “Aku adalah seorang Nabi,” ini mengacu pada ruh suci beliau, mengacu pada hakikat beliau; dan akal pikiran kita tak mampu memahami hakikat-hakikat ini. Tak seorang pun memahaminya kecuali Dia yang menciptakannya, dan mereka yang telah Allah dukung dengan Nur Ilahiah.
Jadi, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengaruniakan kenabian pada ruh Nabi sall-Allahu ‘alayhi wasallam bahkan sebelum penciptaan Adam; yang Ia telah ciptakan ruh itu, dan Ia limpahkan barakah tak berhingga atas ciptaan ini, dengan menuliskan nama Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam pada `Arasy Ilahiah, dan memberitahu para Malaikat dan lainnya akan penghargaan-Nya yang tinggi bagi beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam). Dus, Haqiqat Nabi Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam telah wujud sejak saat itu, meski tubuh ragawinya baru diciptakan kemudian. Al Syi’bi meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya RasulAllah, kapankah Anda menjadi seorang Nabi?” Beliau menjawab, “ketika Adam masih di antara ruh dan badannya, ketika janji dibuat atasku.” Karena itulah, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah yang pertama diciptakan di antara para Nabi, dan yang terakhir diutus.
Diriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah satu-satunya yang diciptakan keluar dari sulbi Adam sebelum ruh Adam ditiupkan pada badannya, karena beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah sebab dari diciptakannya manusia, beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah junjungan mereka, substansi mereka, ekstraksi mereka, dan mahkota dari kalung mereka.
`Ali ibn Abi Thalib karram-Allahu wajhahu dan Ibn `Abbas radiy-Allahu ‘anhu keduanya meriwayatkan bahwa Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) bersabda, “Allah tak pernah mengutus seorang nabi, dari Adam dan seterusnya, melainkan sang Nabi itu harus melakukan perjanjian dengan-Nya berkenaan dengan Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam): seandainya Muhammad (SAW) diutus di masa hidup sang Nabi itu, maka ia harus beriman pada beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan mendukung beliau (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), dan Nabi itu pun harus mengambil janji yang serupa dari ummatnya.
Diriwayatkan bahwa ketika Allah SWT menciptakan Nur Nabi kita Muhammad sall-Allahu ‘alayhi wasallam, Ia Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan padanya untuk memandang pada nur-nur dari Nabi-nabi lainnya. Cahaya beliau melingkupi cahaya mereka semua, dan Allah SWT membuat mereka berbicara, dan mereka pun berkata, “Wahai, Tuhan kami, siapakah yang meliputi diri kami dengan cahayanya?” Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab, “Ini adalah cahaya dari Muhammad ibn `Abdullah; jika kalian beriman padanya akan Kujadikan kalian sebagai nabi-nabi.” Mereka menjawab, “Kami beriman padanya dan pada kenabiannya.” Allah berfirman, “Apakah Aku menjadi saksimu?” Mereka menjawab, “Ya.” Allah berfirman, “Apakah kalian setuju, dan mengambil perjanjian dengan-Ku ini sebagai mengikat dirimu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Maka saksikanlah (hai para Nabi), dan Aku menjadi saksi (pula) bersamamu.”(QS 3:81).
Inilah makna dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: `Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hukmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’” (QS 3:81).
Syaikh Taqiyyud Diin al-Subki mengatakan, “Dalam ayat mulia ini, tampak jelas penghormatan kepada Nabi (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) dan pujian atas kemuliaannya. Ayat ini juga menunjukkan bahwa seandainya beliau diutus di zaman Nabi-nabi lain itu, maka risalah da’wah beliau pun harus diikuti oleh mereka. Karena itulah, kenabiannya dan risalahnya adalah universal dan umum bagi seluruh ciptaan dari masa Adam hingga hari Pembalasan, dan seluruh Nabi beserta ummat mereka adalah termasuk pula dalam ummat beliau sall-Allahu ‘alayhi wasallam. Jadi, sabda sayyidina Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam), “Aku telah diutus bagi seluruh ummat manusia,” bukan hanya ditujukan bagi orang-orang di zaman beliau hingga Hari Pembalasan, tapi juga meliputi mereka yang hidup sebelumnya. Hal ini menjelaskan lebih jauh perkataan beliau, “Aku adalah seorang Nabi ketika Adam masih di antara ruh dan badannya.” Berpijak dari hal ini, Muhammad (sall-Allahu ‘alayhi wasallam) adalah Nabi dari para nabi, sebagaimana telah pula jelas saat malam Isra’ Mi’raj, saat mana para Nabi melakukan salat berjama’ah di belakang beliau (yang bertindak selaku Imam). Keunggulan beliau ini akan menjadi jelas nanti di Akhirat, saat seluruh Nabi akan berkumpul di bawah bendera beliau.
Barokallah.

http://edwinengelen.wordpress.com/dzikir-syariat-tarekat-hakikat-marifat/
Author: Ayob Hussin
Posted: August 19, 2014, 5:16 am
05 Maret, 2011
CATEGORY: AQIDAH
238216
[إسرافيل: إطلاقه على الملَك نافخ الصُّور]
Israfil Nama Malaikat Peniup Sangkakala?
«لم يَرِد لفظُ أن (إسرافيل) هو الموكَّل بالصُّور؛ إلا في هذا الحديث الضَّعيف* -على كثرةِ، وشُهرة، وتردُّد ما يقع على ألسنةِ أهلِ العلم وفي كتُبهم: أنَّ الملَك الموكَّل بالصُّور هو: إسرافيل-؛ وهذا لم يصحَّ -قطُّ- عن النبي -عَليهِ الصَّلاةُ والسَّلامُ-، ولم يَرِد إلا في حديث الصُّور -الذي هو حديث ضعيف-؛
Syaikh Ali al Halabi mengatakan, “Tidak dijumpai nama Israfil untuk malaikat yang bertugas untuk meniup sangkakala kecuali dalam hadits yang lemah. Meski nama Israfil demikian banyak, tenar dan sering kali diucapkan serta ditulis oleh para ulama sebagai nama malaikat yang bertugas meniup sangkakala. Padahal sama sekali tidak terdapat hadits yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendasari hal tersebut. Israfil sebagai nama malaikat yang meniup sangkakala tidaklah dijumpai melainkan dalam hadits yang berisi mengenai deskripsi sangkakala dan hadits tersebut adalah hadits yang lemah.
بل وَرد في حديثٍ آخر -وهو حديثٌ صحيح-: أن إسرافيل هو الملَك الموكَّل في الجيشِ، والنُّصرةِ للجيشِ، والقيامِ بمُعاداة الأعداء للمسلمين -أو كما ورد عن النبي -صلَّى اللهُ عَليهِ وآلِه وسَلَّم-».
Yang benar sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang lain yang sahih bahwa Israfil adalah malaikat yang bertugas mengurusi pasukan kaum muslimin yang berjihad di jalan Allah, membantu pasukan tersebut dan ikut menyerang musuh-musuh kaum muslimin”.
[من تفريغِ محاضرةٍ بعنوان: «شهر صفر»]
Demikian penjelasan Syaikh Ali al Halabi dalam sebuah ceramah beliau yang berjudul ‘Bulan Shafar’.
يعني حديث: ((إِن الله تعالى لما فرغ من خلق السموات والأرض ، خلق الصور، فأعطاه إسرافيل، فهو واضعه على فيه، شاخصاً إلى العرش ببصره، ينتظر متى يؤمر …)) إلخ .
Hadits lemah yang beliau maksudkan adalah hadits yang isinya, “Sesungguhnya setelah Allah selesai menciptakan langit dan bumi Dia menciptakan sangkakala lalu sangkakala tersebut Allah serahkan kepada Israfil. Israfil lantas memasukkan sangkakala tersebut ke dalam mulutnya sambil pandangannya memelotot ke arah arsy, menunggu kapankan dia akan diperintahkan untuk meniup sangkakala…”.
Sumber:
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=23878&page=5
Author: Ayob Hussin
Posted: August 19, 2014, 5:09 am

TeRoMPeT IsRaFiL DiTeMui NASA (hanya teori)


Peristiwa mengerikan yang akan terjadi kali pertama pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah.

Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulut (bersedia untuk ditiup) dan Israfil sedang menunggu bilakah dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)

Makna ini disebutkan dalam hadits sahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:

Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya As-Sheikh Muqbil)

Penyelidik NASA ‘Menemui’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil

Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah satelit penyelidikan atau probe yang dibina untuk misi NASA mengkaji bidang Kosmologi (kajian mengenai sifat alam semesta). Misi ini bermatlamat untuk mengkaji bentuk sebenar alam semesta dan perkembangannya. Ini kerana berdasarkan teori asal penyelidik terdahulu, kebanyakan menyatakan alam semester ini berbentuk bulat atau bundar dan ada berpendapat berbentuk rata/mendatar hasil dari letupan pertama Big Bang.

Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mengejutkan, kerana berdasarkan hasil penyelidikan menemui bahawa alam semesta ini berbentuk seperti terompet iaitu dari mula-mula teori big bang sehinggalah alam semester berkembang kini.

Beberapa detik selepas letupan big bang, alam semester mula berkembang ke satu arah dan berbentuk seakan-akan terompet dari tanduk.

“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu perbicaraan masing-masing.” (Az Zumar: 68)

“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)

“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)


Banyak ulama tafsir berijtihad bahawa tiupan terompet sangkakala di dalam ayat-ayat diatas dieertikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menghuraikan bahawa terdapat 3 kali tiupan terompet di hari kiamat. Pertama, tiupan yang menggoncangkan bumi, kedua tiupan yang mematikan seluruh makhluk dan tiupan ketiga merupakan isyarat bermulanya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dari kematian dan dikumpulkan di padang masyhar.

Kalau kita amati ayat Al Quran tersebut menyebutkan bahawa tiupan itu akan berlaku “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)?

Penyelidik WMAP telah mengkaji pembentukan alam semester dengan mengamati pola titik-titik panas dan sejuk radiasi microwave alam semesta yang boleh menggambarkan bentuk alam semesta 380 000 tahun selepas Big Bang. Dengan menganalisis peta titik-titik tadi secara komputer, hasilnya pola tersebut berbentuk bulatan dari sisi dan berkembang dari tahun ke tahun secara memanjang. Iaitu sempit pada permulannya dan semakin melebar di hujung seakan-akan sebuah terompet dari tanduk yang tajam yang biasa digunakan pada zaman pertengahan. Penemuan baru ini akhirnya menamatkan teori bahawa alam semester berbentuk sfera dan semakin berkembang dari semasa ke semasa.

Ini meyakinkan lagi para penyelidik WMAP bahawa alam semesta bukanlah berbentuk sfera atau bola tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukanlah meluas tak terbatas, tetapi dibatasi dalam ruang lingkup sempadan yang berbentuk terompet. Justeru, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”. Apapun ini hanya sekadar pandangan/teori semata-mata dan bukanlah sesuatu yang jitu. Kerana hal ehwal mengenai hari kiamat, malaikat dan tugas-tugasnya adalah perkara sam’iyat dan tidak boleh dibuktikan dengan jitu walau dengan sains sekalipun. Sekadar teori untuk meneguhkan hati kita bahawa sesungguhnya hari kiamat itu pasti dan kita adalah hambaNya yang harus tunduk kepadaNya hingga nyawa ditarik dari jasad ini.

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gelita kepada cahaya yang terang benderang dengan izin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)

“Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)

“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan mahupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42)


Sumber :
- http://ahmadsulaeman.wordpress.com/2012/10/12/ilmuwan-nasa-menemukan-terompet-sangkakala-malaikat-israfil/
- http://map.gsfc.nasa.gov/media/060915/index.html
Author: Ayob Hussin
Posted: August 19, 2014, 4:45 am